Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kedudukan Shalat Dalam Islam - Materi 8

Kabeldakwah.com

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.

Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang paling utama setelah syahadat. Di dalam shalat berbagai macam ibadah terkumpul seperti, dzikrullah, bacaan Al-Qur’an, berdiri, rukuk, sujud di hadapan Allah, berdo’a kepada-Nya, tasbih, takbir dan lainnya. Shalat merupakan induk ibadah badaniyah. Tatkalah Allah hendak menurunkan syariat shalat Dia memi’rajkan Rasul-Nya ke langit (HR. Bukhari no. 349 dan Muslim no. 162), hal ini berbeda dengan syariat-syariat yang lain.

Di antara keutamaan shalat dalam Islam:

Pertama, bahwa shalat adalah rukun Islam yang paling utama setelah syahadat.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ

"Islam itu didirikan atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan melaksanakan puasa Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa’: 103)

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku." (QS. Ibrahim: 40)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Kedua, shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab di akhirat dan menjadi ukuran kebaikan amalan yang lain.

Dari Abdullah bin Qart radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

"Amal ibadah yang pertama yang akan dihisab oleh Allah pada hari kiamat adalah shalatnya, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya yang lain dan jika shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalannya yang lain." (HR. Tabrani, dishahihkan oleh Syaikh Albani)

Ketiga, shalat adalah pembeda antara orang muslim dan kafir.

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

"Di antara seseorang dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

Keempat, shalat adalah mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Allah berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)

Kelima, shalat adalah penghapus dosa.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Bagaimanakah pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian dan dia mandi padanya lima kali sehari, apakah akan ada daki yang tertinggal pada badannya?" Para sahabat berkata: "Tidak ada daki yang tertinggal pada jasadnya." Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Itulah perumpamaan shalat lima waktu di mana Allah Ta’ala menghapuskan kesalahan dengannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Keenam, shalat adalah cahaya

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam,

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ...

"Kebesihan itu adalah sebagian dari iman, al-hamdulillah memenuhi mizan, ucapan subhanallah dan alhamdulillah memenuhi jarak yang ada di antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya..." (HR. Muslim)

Ketujuh, shalat pada waktunya adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: "Aku bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam: Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala?" Beliau menjawab, "Shalat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, hendaknya kita semua mengerjakan shalat di awal waktu yang telah ditentukan, jangan sampai menunda-nunda atau bahkan mengerjakannya di luar waktu yang telah ditetapkan. Allah berfirman, ...

-----------------

Demikianlah sebagian keutamaan shalat dan masih banyak keutamaan yang lainnya. Semoga Allah menjadikan kita dan keluarga kita sebagai orang-orang yang mendirikan shalat.

Oleh: Ust. Dr. Abu Zakariya Sutrisno

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Apa Saja (Ryzen Store), Jasa Pembuatan Barcode BBM, Jasa Pembuatan NPWP, Jasa Pembuatan Aplikasi Raport, Service Laptop, Melayani Se-Nusantara Indonesia. (Hub. via E-mail: erfanagusekd@gmail.com)

Posting Komentar untuk "Kedudukan Shalat Dalam Islam - Materi 8"