Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fenomena " Nabi Jaksel "

Kabeldakwah.com

Di dalam tulisan Ustadz Dr. Firanda Lc MA, beliau mengatakan, "Maka penulis menjelaskan bahwa seorang dai yang membatasi hanya boleh mengaji pada dirinya sendiri menunjukkan ia adalah seorang ustadz yang sempurna layaknya seorang nabi. Sempurna dari segi ilmu dan akhlak. Maka penulis mengistilahkan, ini adalah "Nabi Jaksel"."

Tulisan beliau sudah tepat, bahwa yang memiliki kesempurnaan ilmu dan akhlak hanyalah Nabi.

Para Nabi dan Rasul, sempurna ilmunya, karena Allah Ta'ala sendiri yang mengajarkan ilmunya langsung atau melalui perantara malaikat jibril yang tidak mungkin terjatuh pada kesalahan dalam menyampaikan wahyu.

Sedangkan ilmu manusia lainnya tidak sempurna dan hanya sedikit, dibandingkan dengan ilmu para Nabi. Dan ilmu para Nabi itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu Allah.

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Katakanlah (wahai Muhammad), “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Rabbku habis (ditulis), meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). [al-Kahfi : 109].

Dan Allah Ta’ala berfirman

... وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

..tidaklah kalian diberi ilmu kecuali sedikit.[al-Isrâ’ : 85].

Para Nabi juga sempurna dalam masalah akhlak. Bahkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki akhlak yang agung, akhlak beliau adalah alquran dan beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Al-Qalam: 4)

Sa’ad bin Hisyam bin Amir rahimahullah berkata,

فَقُلتُ : يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! أَنبئِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَت : أَلَستَ تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قُلتُ : بَلَى .قَالَت : فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ .قَالَ : فَهَمَمْتُ أَن أَقُومَ وَلَا أَسأَلَ أَحَدًا عَن شَيْءٍ حَتَّى أَمُوتَ ...الخ رواه مسلم (746)

“Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahulah aku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam!” Aisyah bertanya, ‘Bukankah engkau membaca Al-Qur’an?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Al-Qur’an.” Kemudian aku hendak berdiri dan tidak bertanya kepada siapapun tentang apapun hingga aku mati...” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan,

قُلتُ : يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! حَدِّثِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ .قَالَت : يَا بُنَيَّ أَمَا تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قَالَ اللَّهُ : ( وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ) خُلُقُ مُحَمَّدٍ القُرآنُ أخرجها أبو يعلى (8/275) بإسناد صحيح .

“Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritakanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Aisyah berkata, “Wahai anakku, tidakkah engkau membaca Al-Qur’an? Allah berfirman, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Akhlak Muhammad adalah Al-Qur’an.” (HR. Abu Ya’la, 8/275 dengan Isnad yang shahih).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad. Hadits Shahih).

Dalil-dalil dan penjelasan ulama di atas menunjukkan bahwa yang memiliki kesempurnaan ilmu dan kesempurnaan akhlak hanyalah para Nabi. Sedangkan manusia biasa, tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Bahkan setingkat para sahabat sekalipun. Apalagi dari yang selainnya. Termasuk yang mengklaim dirinya seorang salafi sejati.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam (banyak melakukan) kesalahan (dosa) dan sebaik-baik orang-orang yang (melakukan) kesalahan adalah mereka yang bertaubat. (HR. Tirmidzi. Hadits Hasan).

Berkata Sa’id bin al-Musayyib  rahimahullah,

إنه ليس من عالم ولا شريف ولا ذي فضل إلا وفيه عيب...

“Tidaklah seorang ulama pun atau seorang berpangkat pun atau orang-orang yang besar kecuali mempunyai kesalahan...(Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih).

Berkata Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah,

الذي يعجب بنفسه ويظن أنه لا يخطئ فهو مغفل، الخطأ يحدث من الكل.

“Orang yang merasa kagum terhadap dirinya sendiri (ujub) dan menyangka bahwa dia tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia adalah orang yang DUNGU, kesalahan bisa muncul dari semua orang.” (As-Sima' al-Mubasyir, hlm. 50).

Berkata Syeikh Rabi' Bin Hadiy Al Madkholi hafidzahullah:

"إن السلفيين ليسوا بالمعصومين ولكنهم هم أهل الحق وأهل السنة وهم خير الناس عقيدةً ومنهجاً وديناً وأخلاقاً وأدباً وعلماً". المجموع - (115

Sesungguhnya salafi itu bukanlah orang-orang yang MAKSUM, akan tetapi mereka adalah para pemikul kebenaran dan pemikul sunnah. Mereka adalah manusia terbaik dalam akidah, manhaj, agama, akhlak, adab, dan ilmu. (al-Majmu-10/115).

Dan berkata Syeikh Rabi' Bin Hadiy Al Madkholi hafidzahullah:

لا نعطي قداسة لأفكار أحد كائناً من كان، فالخطأ يرد من أي شخص كان سلفياً أو غير سلفي

"Kami tidak pernah mengultuskan pemikiran siapapun. Kesalahan itu harus dibantah, dari siapapun datangnya, dari seorang salafy atau dari selain salafy.” [Al-Majmu' (32/15)].

Oleh: Hamba Allah

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Apa Saja (Ryzen Store), Jasa Pembuatan Barcode BBM, Jasa Pembuatan NPWP, Jasa Pembuatan Aplikasi Raport, Service Laptop, Melayani Se-Nusantara Indonesia. (Hub. via E-mail: erfanagusekd@gmail.com)

Posting Komentar untuk "Fenomena " Nabi Jaksel ""