Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amerika Serikat dan Intervensi Militer dari Panama ke Irak dan Venezuela

Kabeldakwah.com

Amerika Serikat dan Intervensi Militer dari Panama ke Irak dan Venezuela

Sejarah hubungan internasional abad ke-20 dan ke-21 tidak dapat dilepaskan dari peran negara besar dalam membentuk dinamika global. Amerika Serikat (AS), sebagai kekuatan adidaya sejak Perang Dunia II, terlibat dalam berbagai intervensi militer yang memicu kontroversi mengenai legitimasi, motif, dan dampaknya terhadap kedaulatan negara lain. Tiga peristiwa penting yang sering dibandingkan dalam kajian geopolitik adalah invasi Panama (1989), perang Irak (2003), dan intervensi terbaru terhadap Venezuela (2025–2026). Ketiganya, meskipun berbeda konteks, menunjukkan pola penggunaan dalih tertentu — seperti pemberantasan narkoba atau ancaman senjata — untuk membenarkan tindakan militer yang luas terhadap negara lain.

Kabeldakwah.com

1. Invasi AS ke Panama (1989): “Perang Narkoba” dan Kontroversi Kedaulatan

Pada 20 Desember 1989, pemerintah AS di bawah Presiden George H. W. Bush melancarkan Operation Just Cause, yaitu invasi militer ke Panama dengan tujuan resmi menangkap Jenderal Manuel Noriega, penguasa de facto Panama yang didakwa oleh pengadilan AS atas trading narkoba dan pencucian uang. Tuduhan ini kemudian menjadi alasan utama pemerintah AS untuk mengirim lebih dari 24.000 pasukan ke Panama. (1)

Namun, konteks sejarahnya lebih kompleks. Noriega pernah menjadi aset intelijen AS (CIA) pada era Perang Dingin, terlibat dalam operasi rahasia dan didukung oleh Washington dalam beberapa dekade sebelum hubungan itu rusak. (2)

Meskipun AS mengklaim tujuan “melindungi warga AS, demokrasi, dan melawan narkotrafik,” Organisasi Amerika dan Majelis Umum PBB mengecam invasi itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Panama. (3)

Analisis kritis: Invasi Panama menunjukkan bagaimana retorika “perang melawan narkoba” sering digunakan untuk membenarkan tindakan militer unilateral yang secara nyata melibatkan kepentingan strategis dan geopolitik lebih luas, termasuk kontrol atas zona kanal penting dan pengaruh di kawasan Amerika Latin.

2. Perang Irak (2003): Dalih Senjata Pemusnah Massal dan Kontroversi Global

Peristiwa besar berikutnya yang sering dianggap contoh intervensi Amerika adalah invasi Irak pada Maret 2003. AS dan sekutunya memulai perang dengan dasar klaim bahwa rezim Saddam Hussein memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal (WMD) yang mengancam keamanan global. (4)

Namun, setelah pendudukan, penyelidikan independen tidak menemukan bukti WMD yang signifikan, dan laporan ilmiah serta dokumen pemerintah AS sendiri menunjukkan bahwa intelijen yang digunakan untuk membenarkan perang itu lemah, diragukan, atau bahkan salah kaprah. (5)

Motivasi lain yang diidentifikasi oleh analis internasional termasuk keinginan mempertahankan hegemoni global, mengamankan pengaruh di kawasan kaya minyak, dan mendemonstrasikan kapasitas militer global AS. (6)

Analisis kritis: Perang Irak memperlihatkan bagaimana narasi ancaman keamanan digunakan untuk menciptakan legitimasi perang yang luas, meskipun bukti di belakang narasi tersebut dipertanyakan, sehingga mengakibatkan kritik luas tentang pelanggaran kedaulatan negara berdaulat dan dampak panjang terhadap stabilitas regional.

 3. Krisis Venezuela (2025–2026): Tuduhan Narkoba dan Intervensi Terbaru

Baru-baru ini, dunia menyaksikan eskalasi ketegangan antara AS dan Venezuela, sebuah negara yang kaya sumber daya minyak. Pemerintahan AS di bawah Donald Trump melancarkan serangkaian tindakan militer dan operasi rahasia yang berpuncak dengan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah serangan militer besar di awal Januari 2026. (7)

AS menyatakan tindakan ini merupakan bagian dari kampanye melawan apa yang mereka sebut sebagai “narco-terorisme” dan jaringan narkoba yang terkait dengan rezim Maduro. Tuduhan ini didukung dengan dakwaan polisi AS yang menuduh Maduro memimpin jaringan narkotrafik besar dan kolusi dengan kartel seperti Cartel of the Suns. (8)

Namun kritik internasional segera bermunculan. Banyak pakar hukum dan negara lain menganggap tindakan ini melanggar hukum internasional dan menyerang kedaulatan Venezuela, tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB. (9)

Analisis kritis: Meskipun ada tuduhan nyata terhadap pejabat Venezuela, banyak pengamat berpendapat bahwa narasi “perang narkoba” digunakan untuk membenarkan tindakan militer dan pembenahan pemerintahan yang berujung pada penguasaan kembali sumber daya ekonomi negara seperti minyak — pola yang disebut mirip dengan sejumlah intervensi Amerika sebelumnya.

Pola Intervensi dan Implikasi Kedaulatan

Dari Panama, Irak, hingga Venezuela, terlihat pola berulang dalam praktik perang modern:

1. Penggunaan dalih tertentu (narkoba, senjata, terorisme) untuk membangun legitimasi publik dan legal.

2. Intervensi militer yang dilakukan tanpa persetujuan internasional yang kuat, memicu kritik terhadap pelanggaran kedaulatan negara lain.

3. Kepentingan strategis dan ekonomi sering kali bercampur dengan narasi yang digunakan, sehingga menimbulkan debat tentang motif sebenarnya di balik operasi tersebut.

Melihat ketiga kasus tersebut dari perspektif kritis, peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa sikap hegemonik terhadap negara lain tetap menjadi salah satu fitur utama kebijakan luar negeri AS dalam beberapa dekade terakhir, meskipun dijustifikasi melalui narasi yang berbeda-beda pada tiap konteksnya. Intinya adalah 4m3rik4 menggunakan kekuatannya untuk mencuri kedaulatan negara lain dengan membuat suatu dalih atau alasan untuk membenarkan tindakan perampokannya.

Oleh: Tim Kabeldakwah.com

Referensi (Sebagian Utama)

- United States invasion of Panama, 1989; hasil operasi untuk menangkap Manuel Noriega.

- Kontroversi invasi Panama dan reaksi internasional.

- Perang Irak 2003 dan klaim senjata pemusnah massal.

- Hasil pemeriksaan senjata di Irak setelah perang.

- Penangkapan Maduro dan intervensi AS di Venezuela.

- Tuduhan narkoba terhadap rezim Venezuela dan tindakan AS.

Footnote:

[1]: https://en.wikipedia.org/wiki/United_States_invasion_of_Panama?utm_source=chatgpt.com "United States invasion of Panama"

[2]: https://www.reddit.com/r/AskHistorians/comments/1ftr7t2?utm_source=chatgpt.com "Why did the United States invade Panama? What was the international reaction to the invasion?"

[3]: https://en.wikipedia.org/wiki/Panama?utm_source=chatgpt.com "Panama"

[4]: https://en.wikipedia.org/wiki/Rationale_for_the_Iraq_War?utm_source=chatgpt.com "Rationale for the Iraq War"

[5]: https://www.georgewbushlibrary.gov/research/topic-guides/the-iraq-war?utm_source=chatgpt.com "The Iraq War | George W. Bush Library"

[6]: https://tnsr.org/2023/06/why-did-the-united-states-invade-iraq-the-debate-at-20-years/?utm_source=chatgpt.com "Why Did the United States Invade Iraq? The Debate at 20 Years"

[7]: https://apnews.com/article/7c686106ae7ffc759e5a1726e1b85576?utm_source=chatgpt.com "Capture of Maduro and US claim that it will run Venezuela raise new legal questions"

[8]: https://www.justice.gov/archives/opa/pr/nicol-s-maduro-moros-and-14-current-and-former-venezuelan-officials-charged-narco-terrorism?utm_source=chatgpt.com "Nicolás Maduro Moros and 14 Current and Former Venezuelan ..."

[9]: https://www.theguardian.com/world/2026/jan/03/is-there-any-legal-justification-for-the-us-attack-on-venezuela-trump-maduro?utm_source=chatgpt.com "Is there any legal justification for the US attack on Venezuela?"

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Apa Saja (Ryzen Store), Jasa Pembuatan Barcode BBM, Jasa Pembuatan NPWP, Jasa Pembuatan Aplikasi Raport, Service Laptop, Melayani Se-Nusantara Indonesia. (Hub. via E-mail: erfanagusekd@gmail.com)

Posting Komentar untuk "Amerika Serikat dan Intervensi Militer dari Panama ke Irak dan Venezuela"