Misteri Nama Israfil - Fushah Flow
Pernah kepikiran gak sih,
kenapa malaikat yang bertugas meniup sangkakala di hari kiamat dinamakan
Israfil?
Yuk, kita intip
penjelasan dari para ulama dalam kitab-kitab klasik seperti Lisanul Arab, Syarh
Shahih Muslim, Faidhul Qadir, Subul Al-Huda, dan Tafsir Al-Haddad.
1. Siapa Sebenarnya "Israfil"?
Nama-nama malaikat utama
(Jibril, Mikail, Israfil, Izrail) punya akhiran "-il" atau
"-el". Para ahli bahasa seperti Ibnu Al-Kalbi dan Abu Manshur
menjelaskan bahwa "Il" (إِيلُ) adalah nama Tuhan dalam bahasa
Ibrani/Suryani (setara dengan Allah atau El).
Pegang ya kuncinya:
STRUKTUR NAMA MALAIKAT = [SIFAT/NAMA] + [IL] (NAMA TUHAN).
Ibnu Manzhur dalam
Lisanul Arab (11/40) menukil penjelasan ini:
وَإِيلُ: مِنْ
أَسْمَاءِ اللهِ تَعَالَى، عِبْرَانِيٌّ أَوْ سُرْيَانِيٌّ. قَالَ ابْنُ
الْكَلْبِيِّ: وَقَوْلُهُمْ جَبْرَائِيلُ وَمِيكَائِيلُ وَشَرَاحِيلُ
وَإِسْرَافِيلُ وَأَشْبَاهُهَا إِنَّمَا تُنْسَبُ إِلَى الرُّبُوبِيَّةِ، لِأَنَّ
إِيلًا لُغَةٌ فِي إِلٍّ، وَهُوَ اللهُ تَعَالَى، كَقَوْلِهِمْ عَبْدُ اللهِ
وَتَيْمُ اللهِ، فَجَبْرُ عَبْدٌ مُضَافٌ إِلَى إِيلَ
Artinya: "Il adalah
salah satu nama Allah Ta'ala, dari bahasa Ibrani atau Suryani. Ibnu Al-Kalbi
berkata: 'Ucapan mereka: Jibril, Mikail, Syarahil, Israfil, dan yang
semisalnya, sesungguhnya dinisbatkan kepada rububiyah, karena Il adalah satu
bahasa dari Ill, yaitu Allah Ta'ala, seperti ucapan mereka: Abdullah dan
Taimullah. Maka Jabr adalah hamba yang disandarkan kepada Il.'"
Al-Jauhari dalam
Ash-Shihah (4/1373) juga menegaskan:
وَإِسْرَافِيلُ: اسْمٌ
أَعْجَمِيٌّ كَأَنَّهُ مُضَافٌ إِلَى إِيلَ
Artinya: "Israfil
adalah nama 'ajami (non-Arab), seakan-akan ia disandarkan kepada Il."
Nah, kalau "Il"
itu nama Tuhan, terus apa arti "Isra" di depannya?
Imam As-Suyuthi dalam
Syarh Shahih Muslim (2/377) menukil penjelasan unik dari Al-Jazuli (ulama
Malikiyah) dalam Syarh Ar-Risalah:
وَذَكَرَ الْجُزُولِيُّ
مِنَ الْمَالِكِيَّةِ فِي شَرْحِ الرِّسَالَةِ أَنَّهُ سُمِّيَ إِسْرَافِيلَ
لِكَثْرَةِ أَجْنِحَتِهِ
Artinya: "Al-Jazuli
dari kalangan Malikiyah menyebutkan dalam Syarh Ar-Risalah bahwa Israfil
dinamai demikian karena banyaknya sayapnya."
2. Tugas Kosmiknya
Kalau Jibril ngurus wahyu
(kehidupan hati) dan Mikail ngurus hujan serta tumbuhan (kehidupan fisik),
terus Israfil ngurus apa?
Al-Munawi dalam Faidhul
Qadir (2/101 - 102) menjelaskan pembagian tugas malaikat agung:
وَإِسْرَافِيلُ وَهُوَ
بَسْطُ يَدٍ لِلْأَرْوَاحِ الَّتِي بِهَا الْحَيَاةُ، قَالَ الْجَزُولِيُّ فِي
شَرْحِ الرِّسَالَةِ: إِنَّهُ إِنَّمَا سُمِّيَ إِسْرَافِيلَ لِكَثْرَةِ
أَجْنِحَتِهِ وَمِيكَائِيلَ لِأَنَّهُ مُوَكَّلٌ بِالْمَطَرِ وَالنَّبَاتِ
يَكِيلُهُ وَيَزِنُهُ، فَجِبْرِيلُ مُوَكَّلٌ بِالْوَحْيِ الَّذِي هُوَ حَيَاةُ
الْقُلُوبِ، وَمِيكَائِيلُ بِالْقَطْرِ وَالنَّبَاتِ الَّذِي هُوَ حَيَاةُ
الْأَرْضِ وَالْحَيَوَانِ، وَإِسْرَافِيلُ بِالنَّفْخِ فِي الصُّورِ الَّذِي هُوَ
سَبَبُ حَيَاةِ الْعَالَمِ وَعَوْدِ الْأَرْوَاحِ إِلَى الْأَشْبَاحِ
Artinya: "Israfil
adalah yang membentangkan tangan untuk ruh-ruh yang dengannya ada kehidupan.
Al-Jazuli berkata dalam Syarh Ar-Risalah: Sesungguhnya ia dinamai Israfil
karena banyaknya sayapnya, dan Mikail karena ia ditugaskan mengurus hujan dan
tumbuhan, menakarnya dan menimbangnya. Maka Jibril ditugaskan dengan wahyu yang
merupakan kehidupan hati, Mikail dengan hujan dan tumbuhan yang merupakan
kehidupan bumi dan hewan, dan Israfil dengan meniup sangkakala yang merupakan
sebab kehidupan alam dan kembalinya ruh-ruh kepada jasad-jasad."
Ibnu Sabith juga
meriwayatkan pembagian tugas ini sebagaimana dinukil As-Suyuthi dalam Syarh
Ash-Shudur (1/49):
وَأَخْرَجَ ابْنُ أَبِي
شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي حَاتِمٍ وَأَبُو الشَّيْخِ فِي الْعَظَمَةِ
وَالْبَيْهَقِيُّ فِي الشُّعَبِ عَنِ ابْنِ سَابِطٍ قَالَ: يُدَبِّرُ أَمْرَ
الدُّنْيَا أَرْبَعَةٌ: جِبْرِيلُ وَمِيكَائِيلُ وَإِسْرَافِيلُ وَمَلَكُ
الْمَوْتِ، فَأَمَّا جِبْرِيلُ فَصَاحِبُ الْجُنُودِ وَالرِّيحِ، وَأَمَّا
مِيكَائِيلُ فَصَاحِبُ الْقَطْرِ وَالنَّبَاتِ، وَأَمَّا مَلَكُ الْمَوْتِ فَهُوَ
مُوَكَّلٌ بِقَبْضِ الْأَنْفُسِ، وَأَمَّا إِسْرَافِيلُ فَهُوَ يَنْزِلُ
عَلَيْهِمْ بِالْأَمْرِ، وَفِي لَفْظٍ: بِمَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: "Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abi
Hatim, Abu Asy-Syaikh dalam Al-'Azhamah, dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab
meriwayatkan dari Ibnu Sabith: 'Urusan dunia diatur oleh empat malaikat:
Jibril, Mikail, Israfil, dan Malaikat Maut. Jibril adalah pengurus
pasukan dan angin. Mikail adalah pengurus hujan dan tumbuhan. Malaikat Maut
ditugaskan mencabut nyawa. Adapun Israfil, ia turun kepada mereka membawa
perintah, dalam satu lafaz: dengan apa yang mereka perintahkan.'"
Jadi, Israfil adalah
penjaga transisi antara kehidupan dunia dan akhirat. Beliau memegang kunci
"kematian massal" dan "kebangkitan universal".
3. Posisi Strategisnya
Ash-Shalihi Asy-Syami
dalam Subul Al-Huda wa Ar-Rasyad (11/491) mengumpulkan berbagai riwayat tentang
kedudukan Israfil:
وَحَدِيثُ عِكْرِمَةَ
بْنِ خَالِدٍ مَرْفُوعًا: «وَأَمَّا إِسْرَافِيلُ فَأَمِينُ اللهِ بَيْنَهُ
وَبَيْنَهُمْ» أَيْ: بَيْنَ اللهِ وَبَيْنَ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَمَلَكِ
الْمَوْتِ
Artinya: "Hadits Ikrimah bin Khalid
secara marfu': 'Adapun Israfil, maka ia adalah Aminullah (kepercayaan Allah)
antara Dia dan mereka,' yaitu antara Allah dengan Jibril, Mikail, dan Malaikat
Maut."
Beliau juga menukil
riwayat-riwayat tentang kedekatan Israfil dengan Allah:
وَحَدِيثُ ابْنِ
مَسْعُودٍ مَرْفُوعًا: «إِنَّ أَقْرَبَ الْخَلْقِ إِلَى اللهِ إِسْرَافِيلُ»
وَحَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوعًا: «إِنَّ الْمَلَكَ الَّذِي يَلِيهِ
إِسْرَافِيلُ، ثُمَّ جِبْرِيلُ، ثُمَّ مِيكَائِيلُ، ثُمَّ مَلَكُ الْمَوْتِ»
Artinya: "Hadits
Ibnu Mas'ud secara marfu': 'Sesungguhnya makhluk yang paling dekat dengan Allah
adalah Israfil.' Dan hadits Abu Hurairah secara marfu': 'Sesungguhnya malaikat
yang paling dekat dengan-Nya adalah Israfil, kemudian Jibril, kemudian Mikail,
kemudian Malaikat Maut.'"
Dan juga:
وَأَثَرُ أَبِي بَكْرٍ
الْهُذَلِيِّ: «لَيْسَ شَيْءٌ مِنَ الْخَلْقِ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْ
إِسْرَافِيلَ»
Artinya: "Atsar Abu
Bakar Al-Hudzali: 'Tidak ada sesuatu pun dari makhluk yang lebih dekat kepada
Allah daripada Israfil.'"
Ibnu Hajar Al-'Asqalani
dalam Al-Imta' (1/109) juga mengomentari asal-usul nama-nama ini:
وَإِسْرَافِيلُ
وَعِزْرَائِيلُ بِاللُّغَةِ السُّرْيَانِيَّةِ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ هِيَ
عِبْرَانِيَّةٌ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَدُلُّ كَلَامُهُ عَلَى أَنَّ بَعْضَهَا
عَرَبِيَّةٌ كَجِبْرَائِيلَ وَعِزْرَائِيلَ، وَاخْتَلَفُوا فِي مَعْنَى إِيلَ،
فَقِيلَ هُوَ مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ وَالْأَرْبَعَةُ بِمَعْنَى عَبْدٍ، وَقِيلَ
بِالْعَكْسِ
Artinya: "Israfil
dan Azrail dalam bahasa Suryani. Sebagian berkata: Ia bahasa Ibrani. Di antara
mereka ada yang ucapannya menunjukkan bahwa sebagiannya Arab seperti Jibril dan
Azrail. Mereka berselisih tentang makna Il. Dikatakan bahwa ia termasuk nama
Allah, dan keempatnya bermakna hamba. Ada juga yang berkata sebaliknya."
Mengapa Israfil begitu
dekat dengan Allah? Karena beliau selalu dalam keadaan siaga, meletakkan
mulutnya pada sangkakala, menunggu perintah Allah untuk mengakhiri zaman.
Keteguhan dan kesiapsiagaan inilah yang membuatnya sangat mulia.
4. Misteri Sayap Israfil
Penjelasan Al-Jazuli yang
dinukil As-Suyuthi dalam Syarh Shahih Muslim (2/377) menegaskan:
سُمِّيَ إِسْرَافِيلَ
لِكَثْرَةِ أَجْنِحَتِهِ
Artinya: "Israfil
dinamai demikian karena banyaknya sayapnya."
Al-Munawi juga menukil
pernyataan yang sama dalam Faidhul Qadir (2/101):
قَالَ الْجَزُولِيُّ
فِي شَرْحِ الرِّسَالَةِ: إِنَّهُ إِنَّمَا سُمِّيَ إِسْرَافِيلَ لِكَثْرَةِ
أَجْنِحَتِهِ
Artinya: "Al-Jazuli
berkata dalam Syarh Ar-Risalah: Sesungguhnya ia dinamai Israfil karena
banyaknya sayapnya."
Jika Jibril digambarkan
memiliki 600 sayap yang menutupi ufuk, maka Israfil, yang disebut memiliki
sayap lebih banyak, pasti memiliki wujud yang jauh lebih dahsyat.
Sayap-sayap ini bukan
sekadar alat terbang, melainkan simbol kekuasaan Allah yang membentang di
seluruh alam semesta. Setiap kepakan sayapnya mungkin mewakili perubahan hukum
alam atau takdir.
5. Akhir Hayat Para Malaikat
Abu Bakar Al-Haddad dalam
Tafsir Al-Haddad (5/386) menukil riwayat dari Anas bin Malik tentang skenario
akhir zaman:
عَنْ أَنَسِ بْنِ
مَالِكٍ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ عَنْهُمْ فَقَالَ لَهُمْ: جِبْرِيلُ
وَمِيكَائِيلُ وَإِسْرَافِيلُ وَمَلَكُ الْمَوْتِ، فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى: يَا
مَلَكَ الْمَوْتِ خُذْ نَفْسَ إِسْرَافِيلَ، فَيَأْخُذُهَا، ثُمَّ يَقُولُ: خُذْ
نَفْسَ مِيكَائِيلَ، فَيَأْخُذُهَا، ثُمَّ يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: يَا مَلَكَ
الْمَوْتِ مَنْ بَقِيَ؟ فَيَقُولُ: سُبْحَانَكَ يَا رَبِّ تَبَارَكْتَ
وَتَعَالَيْتَ، بَقِيَ جِبْرِيلُ وَمَلَكُ الْمَوْتِ، فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى:
مُتْ يَا مَلَكَ الْمَوْتِ، فَيَمُوتُ، ثُمَّ يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: يَا
جِبْرِيلُ مَنْ بَقِيَ؟ فَيَقُولُ: تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، بَقِيَ وَجْهُكَ
الْبَاقِي الدَّائِمُ، وَبَقِيَ جِبْرِيلُ الْمَيِّتُ الْفَانِي، فَيَقُولُ: يَا
جِبْرِيلُ مُتْ، فَيَبْقَى سَاجِدًا يَخْفِقُ بِجَنَاحَيْهِ فَيَمُوتُ
Artinya: "Dari Anas bin Malik, ia
berkata: Rasulullah ﷺ ditanya tentang
mereka (para malaikat). Beliau bersabda: 'Jibril, Mikail, Israfil, dan Malaikat
Maut. Allah Ta'ala berfirman: Wahai Malaikat Maut, cabutlah nyawa Israfil. Maka
ia mencabutnya. Kemudian Allah berfirman: Cabutlah nyawa Mikail. Maka ia
mencabutnya. Kemudian Allah berfirman: Wahai Malaikat Maut, siapa yang tersisa?
Ia menjawab: Maha Suci Engkau wahai Tuhanku, Maha Berkah Engkau dan Maha
Tinggi, tersisa Jibril dan Malaikat Maut. Allah berfirman: Matilah
wahai Malaikat Maut. Maka ia mati. Kemudian Allah berfirman: Wahai Jibril,
siapa yang tersisa? Jibril menjawab: Maha Berkah Engkau dan Maha Tinggi,
tersisa Wajah-Mu yang kekal dan abadi, dan tersisa Jibril yang mati dan fana.
Allah berfirman: Wahai Jibril, matilah. Maka Jibril tetap dalam keadaan sujud
sambil mengepakkan kedua sayapnya, lalu ia mati.'"
Ini menunjukkan bahwa
Israfil, meski sangat mulia dan dekat dengan Allah, tetaplah makhluk yang fana.
Kemuliaannya terletak pada ketundukan totalnya hingga detik terakhir
keberadaannya.
Filosofi Kehidupan
Dari pembahasan nama
Israfil, kita bisa mengambil hikmah:
1. Israfil selalu siap
meniup sangkakala. Dalam hidup, kita harus selalu siap menghadapi "tiupan
sangkakala" pribadi (kematian atau perubahan besar). Jangan tertipu oleh
kenyamanan dunia.
2. Israfil mengajarkan
bahwa setiap awal ada akhirnya, dan setiap akhir ada kebangkitan baru.
Perubahan adalah hukum alam yang dijaga oleh malaikat agung.
3. Sebagai
"Aminullah", Israfil menjaga rahasia terbesar alam semesta (kapan
kiamat terjadi). Jadilah orang yang bisa dipercaya dengan rahasia dan tanggung
jawab besar.
4. Sebesar apapun jabatan
kita (seperti Israfil yang paling dekat dengan Allah), kita tetap akan kembali
kepada-Nya. Tidak ada yang kekal kecuali Dia.
Kesimpulannya
Rangkaian riwayat dari
para ulama memperlihatkan bahwa sosok Israfil bukan sekadar penanda kiamat,
melainkan simbol ketaatan mutlak dan keagungan penataan alam semesta. Dari
struktur namanya yang menyatu dengan nama Tuhan (Il), tugasnya mengawal
kehidupan dan kebangkitan, hingga kedudukannya sebagai malaikat terdekat,
Israfil menegaskan pesan utama: bahwa seluruh kemuliaan makhluk pada akhirnya
berujung pada ketundukan total kepada Sang Pencipta Yang Maha Kekal.
Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Barakallahu fiikum...
==================
Catatan:
Pembahasan ini disusun
sebagai pintu masuk dan penyederhanaan awal. Nuansa bahasa Arab sangat kaya,
dan setiap ulama mungkin memiliki penekanan yang berbeda.
Kami sangat mendorong
kamu untuk:
1. Selalu merujuk ke
sumber primer (kitab-kitab referensi) untuk mendapatkan pemahaman yang paling
akurat.
2. Membaca ulang dengan
kritis.
3. Bandingkan penjelasan
di sini dengan teks asli dari kitab yang disebutkan.
Belajar bahasa adalah
petualangan. Nikmati prosesnya, dan teruslah menggali ke sumber yang
terpercaya!
=================
Referensi Kitab | التراث
شرح السيوطي على مسلم
٢/٣٧٧ — الجلال السيوطي (ت ٩١١)
[٧٧٠] اللَّهُمَّ رب جِبْرِيل وَمِيكَائِيل
وإسرافيل خصهم بِالذكر لأَنهم أَشْرَاف الْمَلَائِكَة ورءوسهم مَعَ ملك الْمَوْت
ورد فِي ذَلِك أثران تَفْسِير جِبْرِيل عبد الله وإسرافيل عبد الرَّحْمَن وَذكر
الْجُزُولِيّ من الْمَالِكِيَّة فِي شرح الرسَالَة أَنه سمي إسْرَافيل لِكَثْرَة
أجنحته وَمِيكَائِيل لكَونه وكل بالمطر والنبات يكيله ويزنه أهدني أَي ثبتني على
الْهِدَايَة
لسان العرب ١١/٣٣٥ —
ابن منظور (ت ٧١١)
سرفل: إِسْرَافِيلُ
وإِسْرافِينُ وَكَانَ القَنانيُّ يَقُولُ سَرافِيل وسَرافِين وإِسْرائيل
وإِسْرائِينُ، وَزَعَمَ يَعْقُوبُ أَنه بدلٌ اسمُ مَلَكٍ، قَالَ: وَقَدْ تَكُونُ
هَمْزَةُ إِسْرافِيل أَصلًا فَهُوَ عَلَى هذا خُماسيٌّ.
الصحاح تاج اللغة وصحاح
العربية ٤/١٣٧٣ — أبو نصر الجوهري (ت ٣٩٣)
وإسرافيلُ: اسْمٌ
أعْجمي كأَنه مُضَافٍ إِلَى إِيلٍ، قَالَ الأَخفش: وَيُقَالُ فِي لُغَةٍ
إسْرافِينُ كَمَا قَالُوا جِبْرِينَ وإِسْمعِينَ وإسْرائين، والله أَعلم.
لسان العرب ١١/٤٠ —
ابن منظور (ت ٧١١)
وإِيلُ: مِنْ أَسماء
اللَّهِ ﷿، عِبْراني أَو سُرْياني. قَالَ ابْنُ الْكَلْبِيِّ: وَقَوْلُهُمْ
جَبْرائيل ومِيكائيل وشَرَاحِيل وإِسْرافِيل وأَشباهها إِنما تُنْسَب إِلى
الرُّبُوبِيَّةِ، لأَن إِيلًا لُغَةٌ فِي إِلّ، وَهُوَ اللَّهُ ﷿، كَقَوْلِهِمْ
عَبْدُ اللَّهِ وتَيْم اللَّهِ، فجَبْر عَبْدٍ مُضَافٍ إِلى إِيل، قَالَ أَبو
مَنْصُورٍ: جَائِزٌ أَن يَكُونَ إِيل أُعرب فَقِيلَ إِلٌّ
الإمتاع بالأربعين
المتباينة السماع ١/١٠٩ — ابن حجر العسقلاني (ت ٨٥٢)
وإسرافيل وعزرائيل
باللغة السريانية وَقَالَ بَعضهم هِيَ عبرانية وَمِنْهُم من يدل كَلَامه على أَن
بَعْضهَا عَرَبِيَّة كجبرائيل وعزرائيل وَاخْتلفُوا فِي معنى إيل فَقيل هُوَ من
أَسمَاء الله وَالْأَرْبَعَة بِمَعْنى عبد وَقيل بِالْعَكْسِ فَهُوَ أشبه بلغَة
غير الْعَرَب لأَنهم يقدمُونَ الْمُضَاف إِلَيْهِ على الْمُضَاف وَلِأَن لفظ عبد
وَاحِد وَأَسْمَاء الله كَثِيرَة وَوَقع فِي تَهْذِيب الْأَسْمَاء للشَّيْخ محيي
الدّين قَالَ جمَاعَة من الْمُفَسّرين وَصَاحب الْمُحكم والجوهري وَغَيرهمَا من
أهل اللُّغَة إِن جبر وميك اسمان أضيفا إِلَى إيل وَال وهما اسمان لله تَعَالَى
وَمعنى جبر وميك بالسُّرْيَانيَّة عبد فتقديره عبد الله قَالَ وَقَالَ أَبُو عَليّ
الْفَارِسِي هَذَا الَّذِي قَالُوهُ خطأ من وَجْهَيْن أَحدهمَا أَن ايل وَال لَا
يعرفان فِي أَسمَاء الله تَعَالَى وَالثَّانِي أَنه لَو كَانَ كَذَلِك لم يضف آخر
الِاسْم فِي وُجُوه الْعَرَبيَّة ولكان آخِره مصروفا أبدا كَعبد الله قَالَ
النَّوَوِيّ وَهَذَا الَّذِي قَالَه أَبُو عَليّ هُوَ الصَّوَاب فَإِن الَّذِي
زعموه بَاطِل لَا أصل لَهُ انْتهى كَلَامه
سبل الهدى والرشاد في
سيرة خير العباد ١١/٤٩١ — الصالحي الشامي (ت ٩٤٢)
الأوّل: أن جميع
أسمائهم غير عربية، رضوان ومالكا ونكرا ونكيرا، ولا ينصرف من أسمائهم إلا مالك ومن
بعده] [(١)] .
الفرع الثاني [(٢)]:
ورد في القرآن الكريم ذكر جبريل وميكائيل، وفي اسمهما لغات تقدمت في أبواب المعراج.
التاسع: قال الشيخ في
«الحبائك» سئلت قديما أيّهما أفضل جبريل، أم إسرافيل، والجواب لم أقف على نقل في
ذلك لأحد من العلماء، والآثار المتقدمة متعارضة، فحديث الطبراني مرفوعا «ألا
أخبركم بأفضل الملائكة، جبريل» وأثر وهب «إن أدنى الملائكة من الله جبريل ثم
ميكائيل يدل على تفضيل جبريل» .
وحديث ابن مسعود مرفوعا
«إنّ أقرب الخلق إلى الله إسرافيل» وحديث أبي هريرة مرفوعا «إن الملك الذي يليه
إسرافيل، ثم جبريل، ثم ميكائيل، ثم ملك الموت» وحديث ابن مسعود مرفوعا إسرافيل
صاحب الصور، وجبريل عن يمينه، وميكائيل عن يساره»
.
وحديث ابن مسعود مرفوعا
«إنّ أقرب الخلق إلى الله إسرافيل» وحديث أبي هريرة مرفوعا «إن الملك الذي يليه
إسرافيل، ثم جبريل، ثم ميكائيل، ثم ملك الموت» وحديث ابن مسعود مرفوعا إسرافيل
صاحب الصور، وجبريل عن يمينه، وميكائيل عن يساره»
.
وحديث عائشة مرفوعا
«إسرافيل ملك الله، ليس دونه شيء، وأثر كعب «إنّ أقرب الملائكة إلى الله إسرافيل»
. إلى آخره.
وأثر أبي بكر الهذلي:
«ليس شيء من الخلق أقرب إلى الله من إسرافيل» إلى آخره.
وحديث ابن أبي جبلة
«أول من يدعى يوم القيامة إسرافيل» إلى آخره. وأثر ابن سابط:
«يدبر
أمر الدنيا أربعة جبريل وميكائيل، وملك الموت، وإسرافيل» إلى أن قال: «وأما
إسرافيل فهو ينزل بالأمر عليهم» .
وحديث عكرمة بن خالد
مرفوعا «وأما إسرافيل فأمين الله بينه وبينهم» أي: بين الله وبين جبريل وميكائيل
وملك الموت.
فيض القدير ٢/١٠١ —
عبد الرؤوف المناوي (ت ١٠٣١)
⦗١٠٢⦘ (وميكائيل) اسم
عبودية أيضا وهو يد بسط للأرزاق المقيمة للأجسام (وإسرافيل) وهو بسط يد للأرواح
التي بها الحياة قال الجزولي في شرح الرسالة: إنه إنما سمي إسرافيل لكثرة أجنحته
وميكائيل لأنه موكل بالمطر والنبات يكيله ويزنه (ومحمد) الذي هو روح الأرواح
(نعوذ) أي نعتصم (بك من النار) أي من عذابها فوجه تخصيص الأملاك الثلاثة أنها أشرف
الملائكة وأنها الموكلة بالحياة وعليها مدار نظام هذا الوجود فجبريل موكل بالوحي
الذي هو حياة القلوب وميكائيل بالقطر والنبات الذي هو حياة الأرض والحيوان
وإسرافيل بالنفخ في الصور الذي هو سبب حياة العالم وعود الأرواح إلى الأشباح
فالتوسل إليه سبحانه بربوبية هذه الأرواح الموكلة بالحياة له تاثير كبير في حصول
المطلوب وهذا كما ترى أدق من قول البعض خص هؤلاء لكمال اختصاصهم واصطفائهم وكونهم
أفضل الملائكة والأول والأخير أفضل من الثاني وفي التفضيل بينهما أقوال: ثالثها
الوقف
شرح الصدور بشرح حال
الموتى والقبور ١/٤٩ — الجلال السيوطي (ت ٩١١)
- وَأخرج أَبُو
حُذَيْفَة إِسْحَاق بن بشر فِي كتاب الْمُبْتَدَأ عَن ابْن إِسْحَاق عَن
الزُّهْرِيّ نَحوه وسمى الْملك الْمُرْسل أَولا إسْرَافيل وَالثَّانِي مِيكَائِيل
٥ - وَأخرج
إِبْنِ عَسَاكِر من طَرِيق السّديّ عَن أبي مَالك وَعَن أبي صَالح عَن إِبْنِ
عَبَّاس وَعَن مرّة عَن إِبْنِ مَسْعُود وناس من الصَّحَابَة وسمى الْمُرْسل أَولا
جِبْرِيل وَالثَّانِي مِيكَائِيل
٦ - وَأخرج
إِبْنِ عَسَاكِر أَيْضا عَن يحيى بن خَالِد نَحوه وسمى الأول جِبْرِيل وَالثَّانِي
مِيكَائِيل وَقَالَ فِي آخِره فَسَماهُ ملك الْمَوْت ووكله بِالْمَوْتِ
٧ - وَأخرج
إِبْنِ أبي شيبَة وإبن أبي حَاتِم وَأَبُو الشَّيْخ فِي العظمة وَالْبَيْهَقِيّ
فِي الشّعب عَن ابْن سابط قَالَ يدبر أَمر الدُّنْيَا أَرْبَعَة جِبْرِيل
وَمِيكَائِيل وإسرافيل وَملك الْمَوْت فَأَما جِبْرِيل فَصَاحب الْجنُود وَالرِّيح
وَأما مِيكَائِيل فَصَاحب الْقطر والنبات وَأما ملك الْمَوْت فَهُوَ مُوكل بِقَبض
الْأَنْفس وَأما إسْرَافيل فَهُوَ ينزل عَلَيْهِم بِالْأَمر وَفِي لفظ بِمَا
يؤمرون
تفسير الحداد المطبوع
خطأ باسم التفسير الكبير للطبراني ٥/٣٨٦ — أبو بكر الحداد (ت ٨٠٠)
عن أنس بن مالك قال:
سئل رسول الله ﷺ عنهم وقال لهم: [جبريل وميكائيل وإسرافيل وملك الموت، فيقول الله
تعالى: يا ملك الموت خذ نفس إسرافيل، فيأخذها؛ ثمّ يقول: خذ نفس ميكائيل، فيأخذها،
ثمّ يقول الله تعالى: يا ملك الموت من بقي؟ فيقول: سبحانك يا رب تباركت وتعاليت
بقي جبريل وملك الموت، فيقول الله تعالى: مت يا ملك الموت، فيموت، ثمّ يقول الله
تعالى: يا جبريل من بقي؟ فيقول: تباركت وتعاليت بقي وجهك الباقي الدّائم، وبقي
جبريل الميّت الفاني، فيقول: يا جبريل مت، فيبقى ساجدا يخفق بجناحيه فيموت] (٢).

Posting Komentar untuk "Misteri Nama Israfil - Fushah Flow"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.