Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tujuan Hidup untuk Beribadah - Khutbah Jum'at

Kabeldakwah.com

Oleh: Al Faqir Ila Allah

Khutbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ؛ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ) [سورة الذاريات: ٥٦]

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ayat yang agung ini menegaskan hakikat dan tujuan penciptaan kita: لِيَعْبُدُونِ – “hanya untuk beribadah kepada-Ku.”

Pertama, kita perlu memahami makna ‘ibadah. Secara umum, ibadah adalah segala perkataan, perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridhai Allah SWT. Ini mencakup seluruh aspek kehidupan seorang muslim jika diniatkan untuk Allah dan sesuai syariat-Nya. Sedangkan secara khusus, ibadah adalah ritual-ritual mahdhah yang telah ditetapkan tata caranya, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan lainnya.

Yang menarik dan agung dari konsep ini adalah bahwa ibadah memiliki dua dimensi yang tak terpisahkan: ia adalah TUJUAN sekaligus SARANA.

Pertama: Ibadah sebagai TUJUAN.

Inilah hakikat hidup kita. Ibadah, dalam arti pendekatan diri, ketundukan, dan kepatuhan total hanya kepada Allah, adalah misi utama kita di dunia. Hidup bukan sekadar makan, minum, bekerja, dan bersenang-senang. Semua itu hanya sarana. Tujuan sejatinya adalah mengabdikan diri kepada-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim). Niat ini menjadikan setiap aktivitas duniawi bernilai ibadah jika ditujukan untuk Allah.

Ibadah sebagai tujuan berarti kita menjadikan seluruh gerak-gerik kita, dari yang paling besar hingga paling remeh, sebagai wujud ketaatan dan ketundukan amaliyah kepada-Nya. Kita shalat, puasa, dan berbuat baik bukan karena budaya atau rutinitas, tetapi karena itu adalah perwujudan dari tujuan penciptaan kita.

Kedua: Ibadah sebagai SARANA.

Di sini, kita melihat fungsi praktis ibadah dalam membentuk diri kita. Ibadah adalah sarana untuk mencapai ketakwaan, penyucian jiwa, dan pembentukan karakter rabbani. Ibadah ritual yang kita lakukan sejatinya adalah latihan (riyadhah) untuk mewujudkan ketundukan itu dalam seluruh kehidupan.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam," (QS. Al-An'am 6: Ayat 162)

لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ

"Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim)." (QS. Al-An'am 6: Ayat 163)

 Ayat ini menunjukkan bagaimana ibadah ritual (shalat, penyembelihan) adalah sarana untuk mendeklarasikan dan merealisasikan bahwa seluruh hidup dan mati kita hanya untuk Allah. Ibadah puasa adalah sarana untuk mencapai ketakwaan (QS. Al-Baqarah: 183).

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Shalat adalah sarana mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-‘Ankabut: 45).

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45)

Jadi, shalat kita, puasa kita, zakat kita, haji kita, tilawah kita, bahkan senyum kita, pekerjaan kita yang halal, adalah SARANA untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang pada akhirnya mengantarkan kita kepada TUJUAN hidup: menjadi hamba yang benar-benar tunduk dan patuh hanya kepada-Nya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mari kita renungkan: Apakah aktivitas harian kita sudah merupakan cerminan dari ibadah sebagai tujuan? Apakah ritual ibadah kita sudah menjadi sarana yang efektif untuk membentuk pribadi yang bertakwa?

Marilah kita hidupkan hati dengan kesadaran ini. Jadikan setiap detik, setiap nafas, setiap langkah, sebagai bagian dari perjalanan mengabdi kepada-Nya. Dengan itu, hidup kita akan bermakna, terarah, dan penuh barakah.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَجِبُ أَنْ يَكُونَ خَيْرًا مِنْ أَمْسِكُمْ، وَغَدَكُمْ خَيْرًا مِنْ يَوْمِكُمْ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَيَاتَنَا كُلَّهَا فِي طَاعَتِكَ، وَاجْعَلْ أَعْمَالَنَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Apa Saja (Ryzen Store), Jasa Pembuatan Barcode BBM, Jasa Pembuatan NPWP, Jasa Pembuatan Aplikasi Raport, Service Laptop, Melayani Se-Nusantara Indonesia. (Hub. via E-mail: erfanagusekd@gmail.com)

Posting Komentar untuk "Tujuan Hidup untuk Beribadah - Khutbah Jum'at"