Darmagandhul, Penundukan dan Penginjilan - Arif Wibowo
![]() |
| Kabeldakwah.com |
“Dallikal, yen turu nyengkal wadine nyengkal,
tegesipun kitabulla, natap mlebu ala wadi, tegese rahabapi, rahaba kang gawe
sampur, hudan lil muttakina, yen wis wuda jalu estri, den mutena jroning
ala-jroning ala.” (Serat Darmagandul).
[Dzalikal: jika tidur kemaluannya nyengkal (bangkit), kitabu la, kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa, raiba fihi: perempuan yang pakai kain, hudan: telanjang (wuda), lil muttaqien: sesudah telanjang, kemaluan lelaki termuat dalam kemaluan wanita (diterjemahkan oleh Prof. Dr. H.M. Rasyidi dalam Islam dan Kebatinan, hal. 17)]
Dalam Darmogandhul, Islam
dijadikan sebagai obyek olok-olok dan selalu dikaitkan dengan kecabulan.
Menurut Ricklefs,
Darmagandhul adalah salah satu dari tiga karya sastra yang dipopulerkan pasca
Perang Jawa. Selain Darmagandhul ada juga Babad Kadhiri dan Gatholoco.
Perang Jawa memang
mengejutkan pemerintah kolonial Belanda, sebab bukan hanya santri yang
mengangkat senjata melawan "kafir Belanda" tetapi juga kalangan
abangan, baik abangan proyayi maupun wong cilik, bahkan kaum kriminal juga ikut
serta. Korban jiwa sebanyak 200 ribu orang di pihak Jawa menunjukkan masifnya
perlawanan itu.
Oleh karena itu, politik
kebudayaan yang bertujuan memisahkan Jawa dari Islam yang sudah dimulai oleh
Raffles dilanjutkan dan menjadi kerja serius. Adalah Gubernur Jendral Van den
Bosch. Selain sebagai gubernur Hindia Belanda yang juga ketua lembaga Zending
(misionaris Protestan) di Nederland Bijbelgenootschap memulainya dengan
mendirikan Instituut voor het Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa) pada 27
Februari 1832.
Menurut Parakitri
Simbolon, awalnya, lembaga tersebut akan difungksikan sebagai institusi
pendamping dalam proyek penerjemahan Bible ke dalam Bahasa Jawa. Namun dalam
perkembangannya, Para javanolog Belanda ini menggali kesusastraan, Bahasa dan
sejarah Jawa kuno yang telah lama menghilang di kalangan orang Jawa.
Dengan menerjemahkan
kembali sastra era pra Islam, para Javanolog Belanda bertindak sebagai “penemu”
dan "pemilik" yang berhak “mengembalikan” dan “memberikan makna
terhadap Jawa masa lalu. karenanya, tulis Takashi Shiraisi, jika orang Jawa ingin
kembali ke masa lalunya, mereka harus melalui screening pemikiran Javanolog
Belanda.
Apa yang dilakukan oleh
para Javanolog Belanda dalam mengolah sastra Jawa tersebut mirip dengan kisah
pertemuan novelis Perancis Gustave Flaubert dan William Curtis dengan Kuchuk
Hanum, seorang pelacur Mesir yang dikisahkan oleh Erward Said, dalam magnum
opusnya, Orientalisme.
Sastra Jawa sekedar
menjadi boneka timur para Javanolog, dan semuanya dibuat tanpa ada kesepakatan
bersama. Kuchuk Hanum, si pelacur, tidak pernah berbicara tentang dirinya,
tidak pernah mengungkapkan perasaannya, kehadirannya, atau riwayat hidupnya
kepada Flaubert. Akan tetapi, kondisi Kuchuk Hanum yang lemah dan miskin secara
material tidak berdaya, menjadikan Falubertlah yang justru berbicara atas nama
dan mewakili dirinya, demikian tulis Said.
Kartini memandang resah
fenomena ini, sebagaimana tertuang dalam salah satu suratnya kepada temannya di
Eropa.
“Ada banyak, ya banyak,
pejabat (Belanda) yang membiarkan para pemimpin pribumi mencium kaki dan
dengkul mereka. Dalam banyak cara yang halusm mereka menjadikan kami merasa
bahwa kami berbeda dari mereka. Seakan-akan mereka berkata “Saya orang Eropa,
kamu orang Jawa,” atau “Saya tuan, kamu hamba.” Dan bahkan banyak orang Belanda
yang tidak begitu suka berbicara kepada kami dalam bahasa mereka. Bahasa
Belanda terlalu indah untuk diucapkan oleh mulut berwarna coklat”
Dan arah dari sastra
anonim seperti Darmagandhul ini, oleh Susiyanto, dosen IAIN Surakarta yang
meneliti serat Darmagandul menunjukkan beberapa Paragraf yang secara eksplisit
mencita-citakan kekristenan orang-orang Jawa.
Langkah pertamanya adalah
menumbuhkan sikap anti segala yang berbau Arab, sebab bagi orang Eropa kala
itu, Islam adalah Arabisme.
Serat Arab djaman wektu
niki, sampun mboten kanggo, resah sija adil lan kukume, ingkang kangge mutusi
prakawis, Serate Djeng Nabi, Isa Rahu’llahu.
(Serat Arab jaman waktu
ini sudah tidak terpakai, hukumnya meresahkan dan tidak adil, yang digunakan
untuk memutusi perkara Serat Kanjeng Nabi Isa Rahullah).
Masuknya orang Jawa ke
dalam Islam adalah sebuah kesalahan sejarah, dan itu yang menjadi pangkal
kemunduran Jawa. Karenanya, kejayaan Jawa akan kembali bila sudah ada episode
tumpesing santri Tanah Jawa, dimana pada masa itu Majapahit bangkit kembali dari
500 tahun tidur panjangnya dan orang Jawa sudah berganti agama, memeluk agama
kawruh.
”Wong Djawa ganti agama,
akeh tinggal agama Islam bendjing, aganti agama kawruh, …”
(Artinya, “Orang Jawa
ganti agama, besok banyak yang meninggalkan Islam, berganti (menganut) agama
kawruh (agama budi, nasrani)”).
Agama kawruh itu hanya
bisa ditafsir dengan agama nasrani karena dalam tradisi Kristen, Adam dihukum
karena memakan pohon pengetahuan (wit kawruh).
Kecenderungan menjadikan
Islam sebagai bahan hinaan dalam karya sastra, memang ciri khas orientalis yang
pada era kolonial yang didominasi kalangan teolog Kristen. Di Eropa misalnya,
kita bisa mengambil contoh karya Dante, The Divine Comedy.
Maometto –Muhammad- oleh
Dante ditempatkan pada lapisan kesembilan dan sepuluh lapisan Bogias of
Maleboge, gugusan parit kelam yang mengelilingi kubu setan di neraka.
Dalam pandangan Dante,
Muhammad dikategorikan penyebar skandal dan perpecahan, dengan hukuman tubuhnya
terus menerus dibelah dua dari dagu hingga ke anus, bagaikan, kata Dante,
sepotong kayu yang papan-papannya dirobek-robek, demikian tulisa Erdward Said
dalam magnum opusnya, Orientalisme.
Ditulis oleh: Arif Wibowo
Sumber:
- Orientalisme, Erdward
Said
- Mengislamkan Jawa, Para
Pendukung dan Penentangnya, M.C. Ricklefs.
- Menjadi Indonesia,
Parakitri Simbolon
- Membendung Arus, Respon
Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen, Alwi Shihab
- Zaman Bergerak, Takashi
Shiraisi
- Misi Kristen dalam
Serat Darmogandhul, Tesis Susiyanto

Posting Komentar untuk "Darmagandhul, Penundukan dan Penginjilan - Arif Wibowo"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.