Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sikap Tak Ambil Peduli - Ahmad Syahrin Thoriq

kabeldakwah.com

Sikap Tak Ambil Peduli Pada Palestina

Oleh: Ahmad Syahrin Thoriq

Sebagian orang mengira bahwa kebaikan dalam beragama itu cukup dengan baik secara pribadi, perbanyak ibadah, lalu dia menutup mata terhadap kemunkaran yang terjadi disekitarnya.

Bukankah Allah telah berfirman:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Kemudian didalam sebuah hadits disebutkan,

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman." (HR. Muslim)

Memilih bersikap sama sekali tidak mau ambil peduli terhadap penistaan terhadap hak Allah dan hak-hak kaum muslimin yang dirampas begitu saja dan kehormatan mereka yang diinjak-injak.

Dan bahkan lebih parah lagi, ia bahkan mencibir dan merendahkan orang lain yang mengambil tindakan untuk membela izzah agama dan saudaranya.

Sikap seperti ini dipandang oleh generasi salaful ummah sebagai perbuatan orang-orang yang sangat rusak cara agamanya.

Bahkan pelaku maksiat sekalipun tapi punya ghirah membela kehormatan agamanya ketika dinista, masih lebih baik dari mereka. Apalagi sudahlah malas ibadah, kerjanya menghalangi dakwah, wal iyadzubillah...

Berkata al imam Hamad bin Atiq rahimahullah :

فلو قدر أن رجلاً يصوم النهار ويقوم الليل ويزهد في الدنيا كلها، وهو مع ذلك لا يغضب ولا يتمعر وجهه ويحمر لله، فلا يأمر بالمعروف ولا ينهى عن المنكر، فهذا الرجل من أبغض الناس عند الله وأقلهم ديناً؛ وأصحاب الكبائر أحسن حالا عند الله منه.

"Seandainya seseorang banyak berpuasa di siang hari dan juga rutin mengerjakan shalat di malam hari.

Dia juga begitu zuhud terhadap dunia, namun bersamaan itu dia tidak marah dan tidak berubah wajahnya karena agama Allah dinistakan, dia juga tidak mau ambil peduli terhadap amar ma'ruf nahi munkar, maka orang semacam ini termasuk orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling rendah agamanya.

Dan bahkan para pelaku dosa-dosa besar lebih baik keadaannya di sisi Allah dibandingkan orang jenis ini."

Kesimpulannya adalah bahwa kebaikan dalam beragama tidak cukup hanya dengan memperbanyak ibadah secara pribadi tanpa peduli terhadap kemunkaran yang terjadi di sekitarnya. Sikap apatis terhadap penistaan hak Allah dan kaum muslimin, serta merendahkan orang yang berjuang membela kehormatan agama, dianggap sebagai tanda kerusakan agama yang serius. Bahkan, pelaku maksiat yang masih memiliki semangat membela agama ketika dinista, dianggap lebih baik daripada orang yang banyak beribadah namun tidak peduli terhadap amar ma'ruf nahi munkar. Imam Hamad bin Atiq menegaskan bahwa orang yang hanya berfokus pada ibadah pribadi tanpa memperhatikan kemunkaran adalah orang yang paling dibenci Allah dan agamanya paling rendah.

Renungkanlah firman Allah berikut ini:

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat At-Taubah Ayat 71)

Wallahu musta'an.

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Al-Amanah

Posting Komentar untuk "Sikap Tak Ambil Peduli - Ahmad Syahrin Thoriq"