Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Idul Adha Hari Yang Penuh Kebaikan - Khutbah Idul Adha

Kabeldakwah.com

Khutbah:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال عمران: ١۰٢)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواﷲَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء: ١)

أَمَّا بَعْدُ:

Jamaah Sholat Idul Adha yang kami hormati dan semoga Allah merahmati kita semua

📝 Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dengan sebenar-benarnya Syukur. Tidak sekedar syukur ucapan di lisan saja tetapi bil qolbi wal lisaani wal jawaarih yaitu dengan hati, lisan dan juga dengan perbuatan nyata badan yang berupa ibadah dan amal kebaikan yang lainnya.

Tak lupa, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada panutan kita, kekasih kita, Nabi Muhammad, shalallahu ‘alaihi wassallam, kepada keluarga, para sahabat, serta pengikutnya sampai hari kiamat kelak.

Jamaah Sholat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah

Dihari Yang penuh Berbahagia ini, Hari raya Iedul Adha ia merupakan hari besar ummat Islam, ia merupakan sebenar-benar hari raya besar dan agung, hari raya yang mengandung banyak kebaikan dan kebarokahan serta didalam nya banyak kebaikan lahir dan batuhin.

Allah firmankan yang Artinya:

Jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kalian tidak dapat menghitung nya

Di Antara kebaikan kebaikan besar Yang terkandung di dalamnya adalah:

Pertama:

Idul Adha mengingatkan kita betapa besar nilai tauhid dan keyakinan Nabi Ibrahim pada Allah, Yang mana beliau di perintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya. Beliau benar benar tulus hatinya menerima perintah yang sangat berat itu demi kelurusan tauhid dan iman nya pada Allah.

Kedua

Mengajarkan pada kita untuk berjiwa berani berkurban dengan jiwa dan raga kita dalam beragama Islam.

Harta, keluarga, anak, jabatan, kedudukan Yang kita miliki seluruhnya merupakan milik Allah, maka tatkala Allah minta sedikit dari kita untuk bersedekah, berimfak, berzakat, berjihad dijalan nya, maka tidak pantas bagi kita untuk menolak, Apalagi mengingkarinya Padahal itu adalah curahan nikmat Yang datang dari Allah Semata bukan karena hasil kecerdasan kita semata, bukan Karena kita kuat atau hebat.

ومابكم من نعمة فمن الله

Apa saja Kenikmatan pada diri Kalian, itu datang dari Allah

Ketiga:

Hendaknya kita menjadi hamba yang pandai bersyukur atas nikmat harta, nikmat hewan ternak, nikmat anak, nikmat segala galanya yang mana Allah minta dari kita untuk bersyukur kepada nya dengan menggunakan nikmat nikmat itu dijalan nya sebagai kemaslahatan buat Ummat manusia, khususnya bagi kaum muslimin.

Ketahuilah bahwa nikmat rizki jabatan, nikmat ilmu tatkala kita sampaikan berikan pada orang lain apalagi sampai mereka minta dari kita hendak nya kita berikan sesuai kemampuan kita. Maka Allah akan menambah kan nikmat nikmat nya pada kita balasan dari yang kita keluarkan.

لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن هذابي لشديد

Jika kalian bersyukur pada Allah atas Nikmat nya,nyiscaya akan ku tambahkan nikmat itu pada Kalian. Jika kalian kufur nikmat, maka sesungguhnya siksaku amat pedih. ( Ibrahim)

Keempat:

Idul Adha mengingatkan pada kita betapa berat ibadah hati Yang dilakukan oleh Ibrahim dalam bentuk pengorbanan jiwa nya dengan melakukan penyembelihan pada putranya.

Kami bertanya....

Siapakah diantara kita Yang sanggup untuk melaksanakan perintah sebesar dan seberat itu?

Siapa dari kita yang kuat hatinya melaksanakan perintah sesulit itu?

Karena kita lemah maka Allah berikan jalan keluar selain itu yaitu dengan melaksanakan perintah berkurban. Maka, tatkala kita tidak mampu melalui jalan jihad, maka ada jalan jalan lain seperti memperbanyak amalan ketaatan di 10 awal bulan Dzulhijjah

Maka, wahai orang orang yang mendapat kan kelapangan rizki hendak nya kalian berkesempatan untuk memberikan Sedekah imfak dijalan Allah, memberikan bantuan kepada para fakir miskin dari kerabat Dekat kita Yang lemah, mereka membutuhkan Sedekah dan bantuan kita. Kalau kita tidak mampu menyembelih, maka lakukan jalan jalan lain dan masih banyak Ibadah hati Yang dapat kita lakukan seperti:

Mencintai kaum muslimin

Mencintai orang orang Solih

Mencintai kebaikan kebaikan Yang kita liat di sekitar kita.

Hendaknya kita Redha pada keputusan Allah pada diri kita untuk menerima takdir Mushibah yang terjadi

Hendaknya kita hanya Berharap pada Allah,selalu

Benci dan cinta Karena Allah bukan karena diri kita.

Tidak membenci orang salah, orang bodoh karena ketidak sukaan kita pada dirinya atau karena bukan kelompok kita.

Mari berusaha untuk memberikan udzur kata maaf bagi saudara kita Yang salah dan keliru kitapun memiliki salah dan catatan merah yang kita tidak sadari.

Barusaha untuk berhusnuz zhon pada manusia khususnya orang Beriman, jangan pernah mengedepankan perasaan buruk terhadap saudara saudara kita Seiman apalagi membaikot nya tanpa ilmu dan haknya.

Karena hukum asal orang beriman itu baik dan sholih, maka cintai dia, berikan perasaan baik bagi dirinya sampai ada bukti jahat nya Yang jelas maka kita benci jahatnya sesuai ukuran salah nya. Sebagian orang benci melampaui batas kadar yang di benarkan oleh syari'at.

Hukum asal orang beriman dicintai Allah, maka cintai dia suutuhnya, jangan selalu membenci memaki menyakiti nya tanpa hak dan ukuran nya. Itu bukan Akhlak orang Beriman Yang sujud pada Allah. Itu adalah penyakit yang kita tidak sadari melekat pada diri kita.

Hukum asal manusia anda atau saya adalah kurang dan bisa salah, selalu akan kurang dan salah, maka sebelum menuduh orang, tidak suka atau buruk sangka pada orang, maka mari tuduh diri kita, priksa lahir bathin dan jiwa kita sehingga kita tau betul jahat buruk yang ada pada diri kita.

Abdullah bin Umar radhiallahu anhu mengatakan:

Periksa/Hisab diri Kalian sebelum kalian di hisab

Betapa beruntung nya jiwa yang tau kadar buruk dirinya, betapa beruntung nya orang yang Yang sadar akan kecurangan diri nya.

Betapa bersih hati Yang tau kekotoran dirinya akibat dari riya', sum ah, hasad, sombong, ujub pada diri, ingkar kebaikan orang lain, menilai orang lain rendah dan dibawah nya serta selalu salah dimatanya.

Wal iyaadzubillah

Allahu Akbar, Allahu akbar walillahil hamdu

Pada penutup Khutbah ini, marilah kita sama sama berdo'a pada Allah Semoga Allah Tuhan kita merahmati kita dan mengampuni dosa dosa kita seluruhnya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ

Di tulis Oleh Hamba Yang Fakir

Abu Naadier Alby Zen

Papua Jayapura Musholla Al Anshar AB

7 Dzul hijjah 1445

14 Juni 2024

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Al-Amanah

Posting Komentar untuk "Idul Adha Hari Yang Penuh Kebaikan - Khutbah Idul Adha"