Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semuanya Terdiam Membisu - Padang Mahsyar

Kabeldakwah.com

Dalam sebuah hadits yang telah kita sebutkan pada pembahasan yang sebelumnya,

Bahwa seluruh makhluk baik itu bangsa manusia dan bangsa jin mendatangi Nabi-nabi mereka, Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa. Namun semua nabi yang di datangi tersebut mereka tidak dapat memenuhi permintaan mereka, dan jawaban mereka semua sama yang intinya mereka mengatakan ”Aku bukanlah orang yang berhak untuk melakukan permintaan kalian”.

Maka merekapun datang kepada Rasulullah shollallahu ’alaihi wa sallam untuk memberikan Syafaat kepada mereka. Yaitu syafaatul Udzma, syafaat yang hanya akan dilakukan oleh Rasulullah untuk para penduduk Padang Mahsyar baik itu yang muslim maupun yang non muslim, baik itu yang beriman maupun yang tidak beriman. Yang isinya adalah permintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, supaya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyegerakan hari keputusan.

Maka setelah permintaan dari rasululllah shollallahu ’alaiihi wa sallam untuk menyegerakan hari keputusan (hari penghitungan dan penampakan amal) bagi seluruh makhluk yang berkumpul dipadang mahsyar diberikan izin oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka ketika itu tiba-tiba langit padang mahsyar terbelah dan para Malaikat Allah akan turun berbondong-bondong dengan serentak.

Banyak sekali jumlahnya, sebagaimana dalam firman-Nya:

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ

”Dan tidak ada yang mengetahui tentara (malaikat) Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (QS. Al Muddatsir: 31)

Intinya Seluruh malaikat akan turun semuanya. Kemudian, berbaris mengitari manusia dan jin serta binatang buas dan semua penduduk bumi yang telah berkumpul di padang mahsyar (yaumul mahsyar atau yaumul Hasyr). Lalu, malaikat yang dulu menghuni lapis langit dunia yang kedua turun mengikuti penghuni langit pertama. Lantas, malaikat yang menghuni langit lapis ketiga, keempat, kelima keenam dan ketujuh, sehingga penghuni setiap lapis langit akan turun mengitari mereka.

Setelah semua malaikat itu turun, kemudian yang terakhir turunlah malaikat Al Muqorrobun atau Al Muqorrobin yaitu pemimpinnya para malaikat.

Siapa pemimpin para malaikat? (Ada ikhtilaf)

Ada 3 pemimpin para malaikat. Seperti yang dikatakan oleh salah seorang ulama yang masyhur, syekh Muhammad bin Sholih Utsaimin, Syarhul Akidah Al Waasitiyyah (العقيدة الواسطية) hal. 45 dan Ibn Abil Izz Hal. 62.

Yaitu (1) malaikat Jibril yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi atau rasul yang dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala. (2) Malaikat Israfil yang ditugaskan meniup sangkakala di hari akhir. Dan (3) Malaikat Mikail yang bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Ketiga malaikat ini menjadi pemimpin malaikat dikarenakan tugas mereka yang berkaitan dengan kehidupan. Jibril bertugas menyampaikan wahyu yang dengannya hati manusia akan hidup. Mikail menumbuhkan tumbuhan dan menurunkan hujan dengannya bumi akan hidup. Dan Isrofil pun meniup sangkakala yang dengannya jasad manusia akan kembali hidup di hari kiamat.

Dan ada juga yang berpendapat bahwa, Dari sekian banyaknya jumlah malaikat, yang menjadi pemimpin tertingginya adalah malaikat Jibril. Sebagaimana disebutkan oleh seorang ulama tafsir yaitu Jalaluddin As Suyuti atau yang lebih dikenal dengan Imam Suyuthi (salah satu penulis kitab Jalalain (jalaluddin Al Mahalli dan jalaluddin As Suyuthi)) beliau menyebutkan bahwa:

أَنَّ جِبْرِيلَ إِمَامُ أَهْلِ السَّمَاءِ

”Sesungguhnya Malaikat Jibril adalah pemimpin atau imam penduduk langit.” (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Haba`ik fi Akhbaril Mala`ik, halaman 19)

Sedangkan pimpinan malaikat yang diterjunkan untuk mengatur urusan dunia menurut beliau imam As Suyuti. Mereka adalah Jibril, Mikail, Israfil, dan malaikat Pencabut Nyawa.

Berkaitan pimpinan malaikat disini ada beberapa pendapat yang disebutkan, Namun intinya Para malaikat yang terakhir akan turun adalah Para Pemimpinnya Malaikat termasuk juga pemimpin malaikat Pemikul Arsyi. Suara para malaikat tatkala turun ke padang mahsyar di iringi dengan suara yang bergemuruh disebabkan tasbih, pujian, dan pengagungan para malaikat kepada Allah.

Dan ini merupakan ciri-ciri mereka para malaikat, selalu memuji Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya QS. Al Anbiya’ ayat 19 - 20:

وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

”Dan kepunyaan-Allah-lah segala apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.

يُسَبِّحُونَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

”Mereka selalu bertasbih (memuji Allah) baik itu malam dan siang tiada henti-hentinya.”

Para malaikat itu turun mengitari penduduk padang mahsyar seraya memuji Allah, mereka mengatakan:

سبحان اللهِ ذو العزة والجبروت، تبارك العظيم الذي حيٌ ولا يموت، تبارك الذي يميت جميعَ الخلقِ وهو لا يموت، تبارك ربنا الأعلى يا ربَّ الملائكةِ والأرواحِ، تبارك ربنا الذي يميت جميع الخلق ولن يموتَ أبداً.

"Mahasuci Allah yang memiliki kemuliaan dan keperkasaan, Mahasuci Yang Mahahidup yang tidak akan mati, Mahasuci yang mematikan seluruh makhluk dan Dirinya tidak akan mati, Mahasuci Rabb kami Yang Mahatinggi, wahai Rabb para malaikat dan rutu Mahasuci Rabb kami yang mematikan seluruh makhluk dan Dirinya tidak akan mati. (Lihat Silsilah Mausu’atul Aakhiroh, Syekh Mahir As Shuufi, Halaman 26 Jilid 7, bab Al Hisab wal’arodh ’alallahi subhanahu)

Ibnu Katsir mengatakan, "Tatkala penduduk bumi yang telah berkumpul dipadang mahsyar menyaksikan para malaikat yang tengah turun dari langit mereka tercengang melihatnya dan berkata, Apakah Allah datang bersama di tengah-tengah kalian? 'Tidaklah mereka berkata demikian melainkan karena teramat besarnya bentuk para malaikat serta cahayanya yang sangat terang. Dan para malaikat pun takut kepada Rabb mereka hingga berkata, 'Mahasuci Rabb kami, Dia tiada bersama kami dan Dia pasti akan datang.”

Demikianlah, para malaikat berbaris mengitari penduduk bumi setelah mereka turun dari penjuru langit hingga para malaikat di tuiuh lapis langit turun seluruhnya. Dan malaikat penghuni setiap lapis langit akan berbaris dengan rapi. Sebagian ulama mengatakan bahwa para malaikat nanti akan berbaris secara melingkar. Sampai semuanya akan berbaris menjadi 7 baris besar yang melingkar.

Allah berfirman:

وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

Dan datanglah Tuhanmu; sedangkan malaikat (ketika itu dalam keadaan telah) berbaris-baris.” (QS. Al Fajr: 22)

Setelah seluruh makhluk terhimpun semuanya, para malaikat berbaris-baris dengan rapi. Maka Ketika itu tiada yang berhak untuk berkata-kata. Siapa pun itu tak ada yang mampu untuk mengucapkan perkataan walaupun hanya satu kalimat. Semuanya dalam keadaan diam. Kecuali jika Allah memberikan izin kepadanya untuk berucap serta meridhai ucapannya dan ia pun hanya bisa mengatakan perkataan yang baik lagi benar. (Kitabul Ahwal Yaumil Qiyamah, lbnu Katsir hlm. 103, Darul Yamamah, Damaskus)

Sebagaimana Firman Allah:

يَوْمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

”(ingatlah) Pada hari itu, (hari dimana) ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak ada yang berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepdanya oleh (Arrahman) Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia pun hanya bisa mengucapkan kata (atau ucapan) yang benar.” (QS. Annaba: 38)

Semua terdiam tanpa kata dan tak mampu berkata-kata. Allah melarang mereka berbicara dan memerintahkan lidah-lidah mereka untuk diam sehingga tak ada satu pun yang bisa bicara. Dan Sangat mudah bagi Allah menjadikan semuanya untuk tidak dapat berkata-kata ketika itu.

Contoh sederhana, seperti yang di Alami Nabi Zakaria.

Tatkala Nabi Zakaria berdoa kepada Allah supaya dikaruniai seorang Putra, dan Allah mengabulkan doa nabi Zakaria, padahal ketika itu Istrinya Sudah lanjut usia atau sudah sangat Tua dan dalam keadaan Mandul. Namun Allah jadikan istrinya itu dapat mengandung. Nabi Zakaria seolah-olah tidak percaya, bagaimana bisa istrinya yang sudah tua dan mandul dapat mengandung seorang anak. (lihat surah ali imran ayat 40)

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَقَدْ بَلَغَنِىَ ٱلْكِبَرُ وَٱمْرَأَتِى عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ ٱللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ

 

Maka oleh sebab itu Nabi Zakaria minta tanda-tanda kalau istrinya itu betul-betul sedang Hamil atau mengandung, diabadikan oleh Allah dalam Al Quran permintaan Nabi Zakaria ini.

قَالَ رَبِّ ٱجْعَل لِّىٓ ءَايَةً ۖ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَٱذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ

”Berkata Zakariya: "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari". (QS. Ali Imran ayat 41)

Resapilah bagaimana peristiwa yang menakutkan dan sangat dahsyat itu! Tak satu makhluk pun yang bisa bicara. Semua diam, hening tak bergerak. begitulah kekhawatiran dan ketakutan di hadapan Allah Yang Maha Agung.

Keadaan seperti itu sungguh sebuah peristiwa yang sangat dahsyat. Dan untuk meresapi bagaimana Keheningan dipadang mahsyar saat itu, ada satu keadaan yang hampir menyerupainya. Yaitu, keadaan ketika engkau sedang shalat di masjid bersama ribuan orang yang shalat di belakang seorang imam. Ketika shalat sirriyah ataupun ketika tasyahhud. Resapilah keheningan ini, tanpa ada satu suarapun! Demikianlah hal serupa dengan keheningan ketika engkau berada di hadapan Allah.

Ditulis oleh: Ahmadi Assambasy.

Posting Komentar untuk "Semuanya Terdiam Membisu - Padang Mahsyar"