Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karikatur Nabi Muhammad - Khutbah Jum'at

  

Khutbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} ,

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا }

أَمَّا بَعْدُ…

فَإِنَّ أصدق الحديث كتاب اللهِ وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ محمد صلى الله عليه وسلم.

وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا و كل محدثات بدعة، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ و كل ضلالة في النار

kaum muslimin jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahuwa ta ala.

Segala pujian hanyalah milik Allah subhanahuwa ta ala, shalawat serta  salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita nabi muhammad saw, kepada keluarganya, dan para sahabatnya sampai datangnya hari kiamat.

Pada kesempatan kali ini khotib berwasiat kepada diri khotib pribadi khususnya dan kepada jama’ah sekalian, marilah kita seantiasa memperbaharui kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah jalla jalaaluhu,  jangan sampai dari jumat kemarin sampai dengan jumat kali ini, iman dan taqwa kita kepada Allah tidak bertambah sedikitpun.

 

kaum muslimin jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahuwa ta ala.

 

Dalam beberapa pekan yang lalu, kaum muslimin di seluruh dunia dihebohkan kembali dengan sebuah pernyataan kontrovesial yang disampaikan oleh presiden negara prancis, dimana ia menghina agama islam dan menghina nabi muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam lewat karikatur atau gambar kartun yang di identikkan dengan nabi muhammd shollahu alaihi wa sallam. Dengan dalih itu adalah kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat dan kebebasan hak asasi manusia.

Penghinaan terhadap nabi kita muhammad shollallahu alaihi wa sallam, bukanlah yang pertama kalinya, yang dilakukan oleh mereka yaitu orang-orang kafir yang membenci Islam dan membenci Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka sering menampilkan bahwa seolah-olah nabi kita tercinta adalah nabi yang memliki tampilan yang buruk, kejam, radikal dan hina. Ini adalah tuduhan yang berlandaskan kebohongan. Mereka dengan bangga menamakan hal tersebut sebagai kebebasan berekspresi tanpa peduli apakah itu menyakiti orang lain atau tidak.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam khotbah yang singkat ini, ada beberapa hal yang perlu disampaikan terkait kejadian tersebut.

Pertama, kaum muslimin harus mengenali sifat fisik nabi dan akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 Kedua, kebohongan orang2 barat yang tidak beragama islam atas nama kebebasan berekspresi.

Ketiga, mengapa umat Islam begitu marah ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallm dihina.

Keempat, apa hukuman bagi orang-orang yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan kelima, apakah Islam membenarkan tindakan main hakim sendiri dan aksi pembunuhan terhadap orang2 yang menghina nabi shollallahu alaihi wa sallam.

Mudah-mudahan Allah memudahkan khotib dalam menyampaikan hal ini dan para jamaah untuk memahami apa yang akan disampaikan.

kaum muslimin jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahuwa ta ala.

 

Perihal Pertama yaitu Mengenal sifat fisik dan akhlak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Orang-orang yang membenci Islam telah beberapa kali membuat kartun Nabi dengan tampilan yang keji, dengan tampilan yang buruk, yang untuk menyebutkannya saja, ini terasa sangat berat bagi kita kaum muslimin. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu ditampilkan dengan sifat fisik  maupun karakter yang buruk oleh mereka. padahal orang-orang kafir Quraisy pada waktu itu pada zaman nabi shollallahu alaihi wa sallam yang  begitu sangat membenci Nabi, yang selalu mencari-cari titik celah untuk menjatuhkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka sama sekali tidak pernah mencela fisik Nabi. Akan tetapi hari ini dan di zaman ini ada yang lebih besar penghinaannya kepada nabi muhammad shollallahu alaihi wa sallam di banding orang-orang kafir quraisy pada waktu itu.

kaum muslimin jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahuwa ta ala.

Ketahuilah bahwa  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seseorang yang tidak bisa dicela secara fisik maupun karakter karena bagusnya dan sempurnanya tampilan dan akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama, di antaranya Imam at-Tirmidzi telah membuat buku khusus, mengumpulkan riwayat-riwayat dari para sahabat Nabi yang menjelaskan tentang fisik beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara sahabat yang paling banyak membicarakan tentang fisik Nabi adalah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Karena beliau lebih dari 20 tahun menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dimana Anas bin malik  radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رسول الله  أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْمَلَ النَّاسِ وَأَشْجَعَ النَّاسِ

“Beliau adalah orang yang paling dermawan, paling tampan, dan paling pemberani.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

 Kemudian Anas bin Malik radhiyallahu anhu juga  berkata, bahwasannya “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat wangi kulitnya bahkan keringatnya bagaikan kilauan mutiara. Apabila beliau berjalan, maka langkahnya terayun tegap. Sutera yang pernah aku sentuh tidak ada yang lebih halus daripada telapak tangannya. Minyak misk dan minyak ambar yang pernah aku cium, tidak ada yang melebihi wanginya tubuh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Anas juga mengatakan, “Aku tidak pernah memegang dibaj (satu jenis sutra) yang lebih lembut dari tangan Rasulullah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya , telapak tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat lembut, lebih lembut dari sutra.

Masih dari Anas, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ رَبْعَةً لَيْسَ بِالطَّوِيلِ وَلَا بِالْقَصِيرِ حَسَنَ الْجِسْمِ أَسْمَرَ اللَّوْنِ وَكَانَ شَعْرُهُ لَيْسَ بِجَعْدٍ وَلَا سَبْطٍ إِذَا مَشَى يَتَوَكَّأُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orangnya berpostur sedang, tidak tinggi ataupun pendek, fisiknya sangat bagus. Warna (kulitnya) tidak putih sekali dan tidak kecoklatan. Rambutnya tidak keriting, juga tidak lurus. Apabila berjalan, beliau berjalan dengan tegak.” (HR. Tirmidzi).

Dan masih Banyak lagi riwayat-riwayat dari para sahabat yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang laki-laki Arab yang tampan. Apabila di kalangan Arab saja beliau adalah sosok yang sangat tampan, tentu kebagusan fisik beliau adalah di atas rata-rata. Hal ini sangat jauh sekali dari apa yang digambarkan oleh mereka yang membuat kartun nabi tersebut.

Kemudian berbicara tentang akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu akan membuat kita berdecak kagum. Sekiranya para penghina Nabi itu mengetahui bagaimana akhlak nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam, mereka akan malu telah menghina Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuji beliau di dalam al quran dengan firman-Nya,

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engaku wahai Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).

Lalu bagaimanakah komentar orang terdekat beliau yaitu istri Nabi Muhammad tentang akhlak beliau?

نْ سَعْدِ بْنِ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبِرِينِى بِخُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-. قَالَتْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ (وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ)

Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata, “Aku pernah mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha, lalu aku bertanya, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepadaku akan akhlaknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Beliau menjawab, ‘Akhlak beliau adalah Alquran, (HR. Ahmad). وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ “Dan sesungguhnya muhammad benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Dan masih banyak lagi akhlak mulia beliau yang lainnya.

kaum muslimin jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahuwa ta ala.

Kemudian perihal yang Kedua: Kebohongan barat tentang kebebasan berekspresi.

Sering kita dengar, orang-orang yang menghina Islam dan menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beralasan “Ini adalah kebebasan berekspresi” kebebasan berpendapat dan kebebasan hak asasi manusia. Mereka tidak lain dan memang tidak salah lagi berupaya untuk menghalalkan dan melegalkan bentuk penghinaan atas nama kebebasan berekspresi.

Ketahuilah kaum muslimin, bahwasanya kebebasan seseorang itu terikat dan bergantung kepada kebebasan orang lain. Kami ulangi, kebebasan seseorang itu terikat dengan kebebasan orang lain.

Contohnya: ketika ada seseorang menyatakan bahwa ia bebas menyetel volume radio atau memasang kenalpot kendaraan yang menimbulkan suara bising, maka disamping itu ada juga orang lain yang tidak suka mendengar suara bising yang menganggunya dan ia bebas untuk tidak menyukai suara bising. Ada pula orang yang merasa ia bebas menghidupkan rokok dimanapun ia berada, maka ada juga orang lain yang suka bau asap rokok dan ia memiliki kebebasan untuk menghirup udara yang bersih dan segar. Ketika ada orang merasa bebas menghina dan mencela, maka ada orang lain pula yang tidak suka dihina dan dicela.

Artinya, tidak ada kebebasan secara mutlak. Kebebasan secara mutlak akan berakibat seseorang melanggar rambu-rambu yang terlarang. Kebebasan secara mutlak menjadikan dunia ini kacau tanpa aturan. Dan kebebasan secara mutlak hanya akan menimbulkan kerusakan yang sangat  besar.

Ketika orang-orang Barat mereka menyerukan kebebasan berekspresi, pada hakikatnya mereka telah berbohong dan berdusta. Karena hasilnya Kebebasan hanya untuk mereka dan ketidak-bebasan bagi umat Islam. Prancis menyebutkan bebas berekspresi, akan tetapi itu hanya bagi mereka  dan tidak bagi kaum muslimin maupun muslimah disana, sementara Prancis sendiri sejak tahun 2004 sampai sekarang mereka melarang anak-anak muslimah untuk mengenakan jilbab di sekolah. Tidak hanya itu, larangan mengenakan jilbab juga dikenakan bagi para orang tua atau pengasuh yang mengantar anak ke sekolah. Inikah yang mereka sebut dengan kebebasan berekspresi?

Kaum muslimin rahimakumullah,

Khotib sama sekali tidak bermaksud menebar kebencian. Dan khotib berharap, kita semua menjadi pendengar yang cerdas yang tidak merespon hal ini dengan anarkisme dan kebencian. Permasalahan yang sedang didudukkan adalah terkait seruan kebebasan berekspresi yang mereka dengung-dengungkan/gembar-gemborkanAkan tetapi yang dipermasalahkan adalah Mengapa standarnya berbeda ketika hal itu diterapkan kepada umat Islam?

kaum muslimin jamaah jum’at yang dirahmati Allah subhanahuwa ta ala.

Kemudian perihal yang Ketiga: Mengapa umat Islam begitu marah ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallm dihina.

Ummatal Islam,

Respon keras kaum muslimin, respon kemarahan  umat Islam, terhadap karikatur hinaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, respon kemarahan umat islam ini menunjukkan kecintaan umat Islam kepada beliau. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سَوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إلاَّ لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Tiga sifat yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan meraih manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah, (3) ia membenci untuk kembali kepada kekafiran—setelah Allah menyelamatkannya darinya—sebagaimana ia benci apabila dilempar ke dalam api.” (HR. Bukhari).

Kecintaan kepada Nabi Muhammad adalah syarat agar seseorang bisa merasakan manisnya keimanan. Bahkan dalam hadits lainnya, kecintaan terhadap beliau adalah salah satu syarat sempurnanya keimanan seseorang.

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Cinta inilah yang membuat umat Islam marah ketika sang kekasih dihina dan direndahkan. Rasa cinta yang tidak dimiliki bahkan mungkin tidak bisa dimengerti oleh orang-orang yang tidak mengenal hidayah Islam.

Dan Kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menjaga hati kita dan untuk menguatkan kecintaan kepada nabiNya, muhammad Shollallahu ‘alaiihi wa sallam.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمَيْنَ وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

أَمَّابَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah,

Keempat: Hukuman bagi orang-orang yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam poin keempat ini, pembahasan hanya kita fokuskan kepada hukuman yang layak bagi orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Banyak ayat dan hadits yang menjelaskan bahwasanya orang-orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hukumannya adalah vonis  hukuman mati. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.” (QS. Al-An’am: 10).

Dalil yang secara tegas menunjukkan hukum asal bagi penghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hukuman mati. hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ ، فَخَنَقَهَا رَجُلٌ حَتَّى مَاتَتْ ، فَأَبْطَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَمَهَا

“Ada salah seorang wanita yahudi yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mencela beliau. Kemudian orang ini dicekik oleh seorang sahabat sampai mati. Dan  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membebaskan hukuman bagi orang yang mencekik wanita yang menghina nabi shollallahu alaihi wa sallam tersebut.” (HR. Abu Daud). Dan ini adalah persetujuan nabi, bahwa hukuman yang layak untuk penghina nabi adalah hukuman mati.

Kelima: Menyikapi terkait hukuman mati bagi para penghina nabi.

Setelah kita mengetahui bahwa para penghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam layak dihukum mati, maka pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, apakah hukuman mati tersebut boleh dilakukan secara individu/perorangan?

Kaum muslimin rahimakumullah,

hukuman mati bagi penghina nabi shollallahu alaihi wa sallam apa bila dilakukan oleh perorang  maka ini tidaklah dibenarkan.

Islam adalah agama yang sempurna mengatur umatnya untuk memperoleh kebaikan yang utuh atau kebaikan yang lebih besar daripada kemudharatan. Salah seorang ulama besar Arab Saudi, Syaikh Shaleh Fauzan bin Abdillaah al-Fauzaan hafizhahullah, ketika ditanya terkait phal ini beliau menjawab:

Melakukan hukuman mati secara perorangan, Ini bukanlah metode yang tepat . Ini akan menambah keburukan dan kemarahan mereka kepada kaum muslimin. Akan tetapi, cara menolak mereka adalah dengan membantah kerancuan tersebut dan menjelaskan perbuatan mereka yang sangat memalukan itu. Adapun membela (Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam) dengan tangan dan senjata, maka ini hanyalah untuk para pemerintah kaum muslimin dan hanya melalui jihaad di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.”

Dan dalam fatwa Syaikh Shaleh Fauzan yang lain juga dijelaskan bahwa yang berhak menghukum pelaku penghinaan terhadap nabi adalah pemerintah yang sah bukan perorangan.  Jadi, hukuman mati bagi para penghina nabi hanyalah dilakukan oleh pemerintah yang sah.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dengan demikian, untuk menghadapi permasalahan penghinaan terhadap nabii shollallahu alaihi wa sallam. Maka yang kita utamakan adalah membalasnya dengan argumentasi dan dakwah islam. Menyebarkan kebenaran dan terus menebarkan simpati dengan mencerminkan akhlak  islam yang mulia kepada mereka yang membenci agama islam dan membenci rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka belum mengenal islam dan belum mengenal rasulullah shollallahu alaihi wa sallam yang sebenarnya.

Mudah-mudahan penjelasan dari lima poin tadi merupakan salah satu dari upaya untuk mentarbiyah diri-diri kita agar lebih kenal dan mengenal dengan Nabinya, Muhammad shollallahu alaihi wa sallam dan mudah-mudahan umat islam bisa menyikapi permasalahan ini dengan bijaksana dan tetap menjaga sikap dan akhlak yang mulia sebagaimana yang telah  diajarkan oleh rasulullah shollallahu alaihi wa sallam.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ  سميع قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. ودمر أعداءك أعداء الدين يا رب العالمين.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

Posting Komentar untuk "Karikatur Nabi Muhammad - Khutbah Jum'at"