Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadikan Salafiyah Sebagai Manhaj Kelompok Adalah Perkara Munkar (Diingkari)

Menjadikan Salafiyah Sebagai Manhaj Kelompok Adalah Perkara Munkar (Diingkari).

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullohu ta'ala:

واتخذها بعضهم منهجاً حزبياً كمنهج الأحزاب الأخرى التي تنتسب إلى دين الإسلام،

وهذا هو الذي يُنكر ولا يمكن إقراره، ويقال: انظروا إلى مذهب السلف الصالح ماذا كانوا يفعلون! انظروا طريقتهم، وفي سعة صدورهم في الخلاف الذي يُسوغ فيه الاجتهاد، حتى إنهم كانوا يختلفون في مسائل كبيرة، وفي مسائل عقدية، وعملية،

فتجد بعضهم مثلاً يُنكر أن الرسول ـ صلى الله عليه وسلم ـ رأى ربه، وبعضهم يقول: بلى، وترى بعضهم يقول: إن التي توزن يوم القيامة هي الأعمال،وبعضهم يرى أن صحائف الأعمال هي التي توزن، وتراهم أيضاً في مسائل الفقه يختلفون كثيراً،

Sebagian orang menjadikan salafiyah sebagai manhaj kelompok seperti kelompok-kelompok lainnya yang menisbatkan diri sebagai kelompok dalam agama islam.

Maka seperti inilah yang diingkari dan tidak mungkin diakui. Dan kita katakan kepada mereka ini:

️ Lihatlah kepada madzhab salafus shalih bagaimana mereka itu!

️ Lihatlah jalan beragama mereka dan bagaimana lapangnya dada mereka dalam perbedaan yang boleh berijtihad padanya. Bahkan para salafus shalih berbeda dalam hal-hal yang besar, pada masalah akidah, dan amaliyah.

️ maka kamu dapati sebagian salafus shalih itu mengingkari bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melihat Allah (pada malam Isro miroj) dan sebagian salafus shalih itu mengatakan: Bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melihat Allah.

️ Sebagian salafus shalih itu berpendapat bahwa yang ditimbang pada hari kiamat adalah amal-amal. Sedangkan sebagian salafus shalih itu berpendapat bahwa yang ditimbang adalah catatan amal.

🖊️ Dan kamu lihat para salafus shalih itu juga banyak berbeda dalam perkara fikih.

Wallohu a'lam

Alih bahasa: Sunardi bin Kuwat ghafarollohu lahu waliwaalidaih

Editor: Ahmadi As-Sambasy

Cilacap – Jawa Tengah

 

Posting Komentar untuk "Menjadikan Salafiyah Sebagai Manhaj Kelompok Adalah Perkara Munkar (Diingkari)"