Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JANGAN DEBAT AGAMA DENGAN ORANG AWAM

Umroh modal selera tanpa ilmu padahal badan tidak mampu berbuat secara optimal.

Kadang ngomong sama orang awam jadi beban hati, sebab tidak bisa diterima oleh nalar mereka. Kata eksploitasi saja tidak masuk dinalar mereka, apalagi mau bahas istilah syara'. Maka dari itu, kita harus kedepankan belajar agama dari yg lain. Kebodohan akan syari'at dan derajat hukum syari’at, hikmah printah wajib dan sunnah, derajat kewajiban, derajat maslahat, hukum wasilah, perbedaan antara wasilah dan ibadah mahdhoh wagairu mahdhoh dan lain-lain.

Kita yang kuliah syari’ah ngaji kitab dari kecil. Banyak dari kita yang berhenti tengah jalan tak jadi ustadz. Tapi anehnya orang yang gak pernah duduk belajar agama lebih gampang menurut mereka untuk menerapkan hukum dalam tanda petik yaitu beragama sesuai selera mereka, suka-suka asal punya uang akan dirubah sesuai nafsu mereka. Maka muncullah banyak beban dalam beragama hasil fatwa bodoh, akibat dari sikap orang awam bebas berbicara dan beramal tanpa aturan.

Kata Imam Al-Ghazali:

لوسكت العوام لقل الخلاف

“Kalau orang awam mau diam tidak ikut komentar, nyiscaya itu meminimalisir perselisihan yang ada.”

Tapi sayang kaum Ruwaibidhoh tak tahan untuk diam.

Kita katakan hukum umrohnya sah-sah saja, tapi sepantas tidak harus demikian maksa diri hingga cara yang sepantas tidak mereka lakukan, itu disebabkan kelemahan, sebab umroh itu bukan saja dilihat secara finansial namun ada istitho'ah dalam berbuat dilapangan. Kalau tau diri lemah diam saja dirumah, uangnya pakai berjuang buat agama, bersedekah, berzakat pada fakir miskin. Banyak sekali ibadah yang bisa dilakukan dengan uang dikampung, banyak yg kelaparan dan itu wajib tertalangi oleh si kaya.

Namun terkadang banyak yang pergi umroh tanpa mau berzakat, tidak mau bantu Musholla atau Masjid, tidak mau berwakaf, berinfak, membayar zakat, sedekah kepada tetangga dan lain-lain. itu namanya kepala jadi kaki, berhaji umroh memakai hak si fakir untuk berbangga-bangga nampak di kampung. Kacaulah dunia ibadah yg seharusnya pakai ilmu berubah jadi ibadah selera sesuka hati.

 

Penulis: Abu Naadir Alby Zen

Kekerda Aikmel Lotim NTB

 

Editor: Ahmadi As-Sambasy

Cilacap – Jawa Tengah

 

Posting Komentar untuk "JANGAN DEBAT AGAMA DENGAN ORANG AWAM"