Perbedaan Sanah dan ’Aam pada Surah Al-'Ankabut ayat 14 – Fushah Flow
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Pernahkah membaca Surah Al-'Ankabut ayat 14 dan tersentak oleh pilihan katanya?
Allah berfirman:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا
نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi
Nuh kepada kaumnya, maka beliau tinggal bersama mereka selama seribu SANAH
kurang lima puluh 'AAM."
Hasilnya 950 tahun. Namun, jika Al-Qur'an
hanya ingin menyampaikan angka, mengapa tidak langsung berkata
"tis'umi-atun wa khamsun sanah" (950 tahun)?
Mengapa total masa disebut sanah, sementara
pengecualian (lima puluh) disebut am?
Jawabannya, soal menimbang rasa dan kualitas waktu bukan soal matematika, Yuk... kita bedah dengan 4 kunci referensi ulama klasik.
Kunci Pertama
Untuk menguak misteri
ini, kita harus menengok akar kata am. Ar-Raghib al-Ashfahani dalam kitab
al-Mufradat fi Gharib al-Qur'an (1/598) memberi fondasi yang indah. Beliau berkata:
وَقِيلَ: سُمِّيَ
السَّنَةُ عَامًا لِعَوْمِ الشَّمْسِ فِي جَمِيعِ بُرُوجِهَا، وَيَدُلُّ عَلَى
مَعْنَى الْعَوْمِ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴾
"Dikatakan: as-Sanah
dinamakan juga 'am karena 'awm (berenang/beredar)-nya matahari di seluruh rasi
bintangnya. Dan makna al-'awm ini ditunjukkan oleh firman-Nya: '...dan
masing-masing beredar pada garis edarnya.' (Al-Anbiya': 33)"
Jadi mah, akar kata ع-و-م berarti gerakan teratur di
permukaan (seperti berenang). Matahari disebut "berenang" karena
siklusnya yang teratur melintasi 12 rasi bintang. Ini adalah siklus yang utuh
dan sempurna.
Namun, Ar-Raghib tidak
berhenti di situ. Beliau menambahkan "rasa" yang sangat menentukan:
اَلْعَامُ كَالسَّنَةِ،
لَكِنْ كَثِيرًا مَا تُسْتَعْمَلُ السَّنَةُ فِي الْحَوْلِ الَّذِي يَكُونُ فِيهِ
الشِّدَّةُ أَوِ الْجَدْبُ. وَلِهَذَا يُعَبَّرُ عَنِ الْجَدْبِ بِالسَّنَةِ،
وَالْعَامُ بِمَا فِيهِ الرَّخَاءُ وَالْخِصْبُ
"Al-Am itu sejatinya seperti as-Sanah.
Tetapi as-Sanah sering dipakai untuk tahun yang isinya kesulitan atau kemarau.
Maka dari itu paceklik sering diistilahkan dengan as-Sanah. Sementara al-Am dipakai
untuk tahun yang penuh kelapangan dan kesuburan."
Dari sini kita pegang
premis awal: 'Am = senang (lapang/subur), sedangkan Sanah = susah
(paceklik/penuh ujian).
Kunci Kedua
Banyak orang mengira am
dan sanah sinonim. Az-Zabidi dalam Taj al-Arus (33/156) justru membuka bab
khusus untuk meluruskan kekeliruan ini. Beliau
mengutip perkataan tegas:
وَلَا تُفَرِّقُ
عَوَامُّ النَّاسِ بَيْنَ الْعَامِ وَالسَّنَةِ، وَيَجْعَلُونَهُمَا بِمَعْنًى...
وَهُوَ غَلَطٌ
"Orang awam itu tidak bisa membedakan
antara al-am dan as-sanah. Mereka mengira keduanya bermakna sama... dan itu
keliru."
Lalu, apa perbedaan
teknisnya? Az-Zabidi (33/156) menjelaskan berdasarkan pendapat Al-Azhari dan
Ibnu al-Jawaliqi:
السَّنَةُ مِنْ أَيِّ
يَوْمٍ عَدَدْتَهُ إِلَى مِثْلِهِ، وَالْعَامُ لَا يَكُونُ إِلَّا شِتَاءً
وَصَيْفًا
"As-Sanah adalah
hitungan dari hari tertentu ke hari yang sama (bisa dimulai kapan saja).
Sedangkan al-Am harus mencakup rangkaian musim dingin dan musim panas secara
utuh dan berurutan."
Maka, secara logika
bahasa Arab: Setiap 'Am adalah Sanah, tetapi tidak setiap Sanah adalah 'Am.
'Am' adalah istilah untuk
tahun yang siklus musimnya komplit (melewati seluruh empat musim secara utuh).
Karena komplit melewati siklus, melahirkan kehidupan dan kemakmuran. Inilah
mengapa 'Am identik dengan kebaikan, sedangkan Sanah hanya sebutan teknis tanpa
jaminan musim yang utuh, bahkan cenderung dipakai untuk masa sulit.
Az-Zabidi juga menguatkan
akar kata ini di tempat lain (33/157):
وَقِيلَ: سُمِّيَ
الْعَامُ عَامًا لِعَوْمِ الشَّمْسِ فِي جَمِيعِ بُرُوجِهَا
"Dikatakan:
dinamakan al-am itu 'am karena 'awm (berenang)-nya matahari di seluruh rasi
bintangnya."
Kunci Ketiga
Setelah definisi dan
teknis, coba kita lihat bagaimana naluri sastra Arab menggunakan kedua kata
ini. Az-Zamakhshari dalam Asas al-Balaghah (1/686) tidak mendefinisikan ulang,
tetapi memberi contoh pemakaian untuk kata 'Am:
وَطَلَلٌ عَامِيٌّ:
مَرَّ لَهُ عَامٌ
"Reruntuhan yang
telah berlalu padanya satu 'Am (satu siklus musim penuh)."
Ini menunjukkan bahwa 'Am
secara naluri sastra digunakan untuk menyebut genapnya siklus panjang yang
mencakup seluruh pergantian cuaca.
Sementara itu, di entri
Sanah (1/479), Az-Zamakhshari memberikan contoh yang sangat gamblang mengaitkan
Sanah dengan azab dan kesulitan. Beliau
menulis:
وَأَخَذَهُمُ اللَّهُ
تَعَالَى بِالسَّنَةِ وَبِالسِّنِينَ
"Dan Allah menyiksa
mereka dengan as-Sanah (paceklik) dan as-Sinin (bentuk jamaknya)."
Ini merujuk pada firman
Allah tentang siksaan berupa paceklik panjang. Az-Zamakhshari sama sekali tidak
menyebut 'Am dalam konteks azab. Ini adalah bukti retoris yang mempertegas:
Sanah = berat dan menyiksa, sementara 'Am = utuh dan baik.
"Uji Coba"
Kalau kita aplikasikan
kunci di atas ke ayat lain. Dalam Surah Yusuf ayat 49, ketika menceritakan masa
depan Mesir setelah masa paceklik, Allah berfirman:
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ
بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
"Kemudian setelah
itu akan datang 'AM, yang padanya manusia diberi hujan dengan cukup dan mereka
memeras anggur."
Perhatikan! Untuk
menggambarkan tahun yang penuh hujan, panen melimpah, dan kebahagiaan, Allah
memilih kata 'AM, bukan Sanah. Ini membuktikan bahwa secara tematik, 'Am memang
disediakan untuk momen kesuburan dan kelapangan. Tes sukses!
Puncak Lathifah
Setelah memahami semua
kunci di atas, kita kembali ke ayat Nabi Nuh. Mengapa total 1.000 tahun disebut
Sanah? Dan mengapa 50 tahun di dalamnya disebut 'Am?
Di sinilah peran Imam
Al-Biqa'i dalam kitab Nadhm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar (14/404).
Beliau adalah ahli Munasabah (korelasi ayat), dan beliau menafsirkan ayat ini
dengan penjelasan yang langsung menjawab rasa penasaran kita. Al-Biqa'i berkata:
وَعَبَّرَ بِلَفْظِ
سَنَةٍ ذَمًّا لِأَيَّامِ الْكُفْرِ
"Dan Dia (Allah)
menggunakan lafaz SANAH sebagai bentuk celaan (dzam) terhadap hari-hari
kekufuran (kaum Nuh)."
Maksudnya, 950 tahun masa
dakwah Nabi Nuh (yang terhitung dalam kata sanah) adalah masa yang penuh
kesulitan, penolakan, dan ujian. Karena itulah Allah menyebut total masa dengan
sanah, sebagai bentuk penegasan bahwa hari-hari itu adalah hari-hari yang berat
dan tercela.
Lalu bagaimana dengan 50
tahun yang dikecualikan? Al-Biqa'i
melanjutkan:
وَقَالَ: ﴿إِلَّا
خَمْسِينَ﴾ فَحَقَّقَ أَنَّ ذَلِكَ الزَّمَانَ تِسْعُمَائَةٌ وَخَمْسُونَ مِنْ
غَيْرِ زِيَادَةٍ وَلَا نَقْصٍ مَعَ الِاخْتِصَارِ وَالْعُذُوبَةِ، وَقَالَ:
﴿عَامًا﴾ إِشَارَةً إِلَى أَنَّ زَمَانَ حَيَاتِهِ ﷺ بَعْدَ إِغْرَاقِهِمْ كَانَ
رَغَدًا وَاسِعًا حَسَنًا بِإِيمَانِ الْمُؤْمِنِينَ وَخِصْبِ الْأَرْضِ
"Dan Dia berfirman: 'kecuali lima puluh'
... dan Dia menyebutnya dengan 'AM, sebagai isyarat bahwa masa hidup beliau
setelah peristiwa tenggelamnya kaumnya adalah masa yang lapang (raghadan),
luas, dan baik, karena keimanan orang-orang mukmin dan kesuburan bumi."
Renungan…
Dari sini kita belajar
bahwa Al-Qur'an tidak pernah asal pilih kata. Al-Qur'an menimbang rasa,
menghitung beban, dan mengukur kualitas waktu.
Hidup kita mungkin kadang
terasa seperti sanah yang panjang, capek, dan penuh cobaan. Tapi percayalah,
Allah pasti menyelipkan am-am kecil di sela-selanya, berupa momen-momen di mana
siklus kehidupan terasa "berhasil", bisa ketawa bareng keluarga,
shalat malam yang tenang, atau pertolongan tak disangka.
Niatkan untuk mengenali
dan mensyukuri am kecil itu. Karena sering kali, hanya lewat am kecil itulah
kita mendapat tenaga untuk melanjutkan sanah kehidupan ini.
Ringkasannya...
1. Akar kata 'Am (ع-و-م) berarti siklus peredaran yang
teratur (berenang), merujuk pada siklus matahari yang utuh dan komplit
(Ar-Raghib & Az-Zabidi).
2. Secara teknis, 'Am
lebih spesifik (akhash) daripada Sanah. 'Am
harus mencakup seluruh rangkaian musim (dingin dan panas) secara utuh
(Az-Zabidi).
3. Secara rasa sastra (Balaghah), 'Am dipakai
untuk kebaikan dan kesuburan, sedangkan Sanah dipakai untuk paceklik dan azab
(Az-Zamakhshari).
4. Secara historis, 950 tahun dakwah Nabi Nuh
adalah masa perjuangan berat (dinamai Sanah), sedangkan 50 tahun terakhir
setelah banjir adalah masa ketenangan dan kesuburan (dinamai 'Am), sebagaimana
ditegaskan oleh Al-Biqa'i.
Al-Qur'an tidak cuma
menghitung durasi angka, tetapi juga menimbang rasa dan kualitas waktu. Inilah
lathifah yang bikin kita makin takjub.
Wallahu a'lam
bish-shawab.
Semoga obrolan ini
menambah kecintaan kita pada bahasa Al-Qur'an.
Barakallahu fiikum.
===================
Catatan:
Pembahasan ini disusun
sebagai pintu masuk dan penyederhanaan awal. Nuansa bahasa Arab sangat kaya,
dan setiap ulama mungkin memiliki penekanan yang berbeda.
Kami sangat mendorong
kamu untuk:
1. Selalu merujuk ke
sumber primer (kitab-kitab referensi) untuk mendapatkan pemahaman yang paling
akurat.
2. Membaca ulang dengan
kritis.
3. Bandingkan penjelasan
di sini dengan teks asli dari kitab yang disebutkan.
Belajar bahasa adalah
petualangan. Nikmati prosesnya, dan teruslah menggali ke sumber yang
terpercaya!
=================
Referensi
Kitab: التراث
تاج العروس من جواهر القاموس ٣٣/١٥٦ — مرتضى الزبيدي
(ت ١٢٠٥)
﴿والعَامُ: السَّنَةُ) كَمَا فِي الصِّحاح.
قَالَ شيخُنا: وعَلى اتِّحادِهما جَرَى المُصَنِّف، فَفَسَّر كُلَّ واحدٍ مِنْهُما
بالآخَرِ. وَقَالَ ابنُ الجَوالِيقيّ: وَلَا تُفَرِّقُ عَوَامُّ النَّاسِ بَيْن﴾
العَامِ والسَّنَةِ، ويَجْعَلونَهُما بَمْعنًى فيَقُولُون: سافَرَ فِي وقْتٍ من
السَّنَةِ، أيِّ وقْتٍ كانَ إِلَى مِثْلِه ذَلِك، وَهُوَ غَلَطٌ، والصَّوابُ مَا
أُخْبِرْتُ بِهِ عَن أحمدَ بنِ يَحْيَى أَنه قَالَ: السَّنَةُ من أيّ يَوْم
عَدَدْتَه إِلَى مِثْلِه. والعَامُ لَا يَكُونُ إِلَّا شِتاءً وصَيْفًا، ولَيْسَ
السَّنَةُ والعَامُ مُشْتَقَّيْنِ من شَيءٍ، فَإِذا عَدَدْتَ من اليَوْم إِلَى
مِثْلِه فَهُوَ سَنَةٌ يدخُلُ فِيهِ نِصْفُ الشِّتاءِ ونِصْفُ الصَّيْفِ، والعَامُ
لَا يَكونُ إلاّ صَيْفًا وشِتَاءً، وَمن الأولِ يَقَعُ الرُّبُعُ والرُّبُعُ،
والنِّصْفُ والنِّصْفُ، إِذا حَلَفَ لَا يُكَلِّمُه ﴿عَاما لَا يَدْخُلُ بَعضُه
فِي بَعْضٍ، إنّما هُوَ الشِّتاءُ والصَّيْفُ،﴾ فالعامُ أخَصُّ من السَّنَةِ،
فعَلَى هَذَا تقُول: كُلُّ عامٍ سَنَةٌ، وَلَيْسَ كُلُّ سَنَةٍ عَامًا. وَقَالَ
الأزْهَرِيُّ: «العامُ: حَوْلٌ يَأْتِي عَلَى شَتْوةٍ وصَيْفَةٍ، وعَلى هَذَا
فالعَامُ أخَصُّ مُطْلقًا من السَّنَةِ، وَإِذا عَدَدْتَ من يوْمٍ إِلَى مِثِلْه
فَهُوَ سَنَةٌ، وَقد يكونُ فِيهِ نِصْفُ الصَّيْفِ ونِصْفُ الشِّتاءِ، والعامُ لَا
يَكونُ إِلَّا صَيْفًا وشِتاءً مُتَوالِيَيْنِ. قُلتُ: وَالَّذِي فِي المُفْرَدَات
لِلرَّاغِب مَا نَصُّه:» فالعَامُ كالسَّنَةِ لَكِن كَثيرًا مَا تُسْتَعْمَلُ
السَّنَةُ فِي الحَولِ الَّذِي يكونُ فِيهِ الجَدْبُ، والشِّدَّةُ، ولِهذا
يُعَبَّرُ عَن الجَدْب بِالسَّنَةِ، والعامُ فِيمَا فِيهِ الرَّخاءُ والخِصْبُ.
قالَ اللهُ تَعالَى: (! عامٌ فِيهِ يُغاثُ....
تاج العروس من جواهر القاموس ٣٣/١٥٧ — مرتضى الزبيدي
(ت ١٢٠٥)
النَّاسُ وفِيهِ يَعْصِرُون﴾ وقولُه تَعَالَى:
﴿فَلَبِثَ فِيهِمْ ألفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا﴾ فَفِي كَوْنِ
المُسْتَثْنَى مِنْهُ بالسَّنَةِ والمُسْتَثْنَى ﴿بالعَامِ لَطِيفةٌ موْضِعُها
فِيمَا بَعْد هَذَا الكِتاب»، ثمَّ قَالَ: «وقِيلَ: سُمِّيَ العَامُ عَامًا﴾
لِعَوْم الشَّمْسِ فِي جَميعِ بُرُوجِها، ويَدُلُّ على مَعْنى العَوْم قَولُه
تعَالَى: ﴿وكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُون﴾». وَقَالَ السُّهَيْلِيُّ فِي الرَّوْضِ:
السَّنَةُ أَطْوَلُ من العَامِ، وَهُوَ دَوْرَةٌ من دَوْراتِ الشَّمْسِ، والعَامُ
يُطْلَق على الشُّهور العَرَبِيَّةِ بِخِلافِ السَّنَةِ، فَتَأَمَّلْ فِيهِ مَعَ
مَا نَقَلَه شَيْخُنا
المفردات في غريب القرآن ١/٥٩٨ — الراغب الأصفهاني
(ت ٥٠٢)
عوم
العَامُ كالسّنة، لكن كثيرا ما تستعمل السّنة في
الحول الذي يكون فيه الشّدّة أو الجدب. ولهذا يعبّر عن الجدب بالسّنة، والْعَامُ
بما فيه الرّخاء والخصب، قال: عامٌ فِيهِ يُغاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
[يوسف/ ٤٩]، وقوله: فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ
سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عامًا
[العنكبوت/ ١٤]، ففي كون المستثنى منه
بالسّنة والمستثنى بِالْعَامِ لطيفة «١» موضعها فيما بعد هذا الكتاب إن شاء الله،
والْعَوْمُ السّباحة، وقيل: سمّي السّنة عَامًا لِعَوْمِ الشمس في جميع بروجها،
ويدلّ على معنى الْعَوْمِ قوله: وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ [الأنبياء/ ٣٣] .
معجم المصطلحات والألفاظ الفقهية ٢/٤٦٦ — محمود عبد
الرحمن عبد المنعم (معاصر)
والعام: كالسّنة، لكن يكثر استعمال السنة في الحول
الذي فيه شدة وجدب، والعام فيما فيه رخاء.
وقيل: سميت السنة عاما، لعموم الشمس بجميع بروجها،
ويدل المعنى العموم: ﴿كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴾ [سورة الأنبياء، الآية ٣٣]،
ذكر بعضهم.
قال أبو البقاء: العام: السنة الكاملة، واشتقاقه من
عام يعوم إذا سبح كأنه سمي بذلك لجريانه على التكرار، أو لأن نجومه تسبح في الفلك،
كما قال اللّه تعالى: ﴿كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴾ [سورة الأنبياء، الآية ٣٣].
فائدة: فرّق بعض اللغويين بين العام والسنة:
قال ابن الجواليقي: ولا تفرق عوام الناس بين العام
والسنة ويجعلونهما بمعنى، وهو غلط، والصواب: ما أخبرت به عن أحمد بن يحيى أنه قال:
السنة من أى يوم عددته إلى مثله، والعام لا يكون إلا شتاء وصيفا.
وفي «التهذيب» أيضا: العام: حول يأتي على شتوة وصيفة،
وعلى هذا فالعام أخص من السنة، فكل عام سنة، وليست كل سنة عاما، وإذا عددت من يوم
إلى مثله، فهو سنة، وقد يكون فيه نصف الصيف ونصف الشتاء، والعام لا يكون إلاّ صيفا
وشتاء متواليين.
معجم اللغة العربية المعاصرة ٢/١٥٧٩ — أحمد مختار
عمر (ت ١٤٢٤)
- ع وم
عام [مفرد]: ج أعوام:
١ - سنة،
وهي أربعة فصول، أو اثنا عشر شهرًا «عام سعيد- ﴿وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ﴾» ° رأس
العام: أوَّلُه.
٢ - (فك
﴿دوران الأرْض دورة كاملة حول الشّمس في فترة مقدارها ٣٦٥ يومًا و٥ ساعات و٤٩
دقيقة و١٢ ثانية ابتداء من ١ كانون الثاني﴾ يناير) وانتهاءً بـ ٣١ كانون الأول
(ديسمبر) ° عام الحُزْن: العام العاشر من بعثة النبيّ ﷺ وهو العام الذي تُوفّي فيه
أحبّ النّاس إلى الرسول وآثرهم عنده؛ زوجته خديجة، وعمّه أبو طالب.
*
عام الفيل: العام الذي هجم فيه الأحباشُ بأفيالهم على
الكعبة، وفيه كانت ولادة النبيّ ﷺ.
نظم الدرر في تناسب الآيات والسور ١٤/٤٠٤ — برهان
الدين البقاعي (ت ٨٨٥)
نوحًا﴾ أي أول رسل الله الخافقين من العباد، وهو معنى
﴿إلى قومه﴾ فإن الكفر كان قد عم أهل الأرض، وكان ﷺ أطول الأنبياء بلاء بهم، ولذلك
قال مسببًا عن ذلك ومعقبًا: ﴿فلبث فيهم﴾ أي بعد الرسالة يدعوهم إلى الله، وعظم
الأمر بقوله: ﴿ألف﴾ فذكر رأس العدد الذي لا رأس أكبر منه، وعبر بلفظ ﴿سنة﴾ ذمًا
لأيام الكفر، وقال: ﴿إلا خمسين﴾ فحقق أن ذلك الزمان تسعمائة وخمسون من غير زيادة
ولا نقص مع الاختصار والعذوبة، وقال: ﴿عامًا﴾ إشارة إلى أن زمان حياته ﵊ بعد
إغراقهم كان رغدًا واسعًا حسنًا يإيمان المؤمنين وخصب الأرض.
أساس البلاغة ١/٦٨٦ — الزمخشري (ت ٥٣٨)
ع وم
العوم لا يُنسى، والرجل والسفينة يعومان في الماء.
ومن المستعار: الإبل تعوم في البيداء. وأما يعمن في
لجّ السراب فمن المجاز المرشح. والفرس العوام: السبوح. والزمام يعوم: يضطرب. قال
الطرماح:
من كل ذاقنة يعوم زمامها ... عوم الخشاش على الصفا
يترأد
الحيّة. وركبوا العام أي الأرماث، الواحد: عامة لأنها
تعوم في الماء. وتقول: لاحت لي عامة من بعيدة: تريد رأس الراكب، وعن بعضهم: لا
أسمّي رأسه عامه، حتى أرى عليه عمامه. وطلل عاميٌّ: مرّ له عامٌ. وعاومت النخلة:
حملت عامًا وعامًا لا. و«لقيته ذات العويم».
أساس البلاغة ١/٤٧٩ — الزمخشري (ت ٥٣٨)
س ن
وأقمت عنده سنوات وسنيات، ووقعوا في السنيات البيض
وهي سنوات اشتددن على أهل المدينة. وأكريته مساناة ومسانهة. ولم يتسن: لم تغيره
السنون. وسنوت الماء سناية. و «أذل من السانية» وهي البعير يسنى عليه، وأعرني
سانيتك: غربك مع أداته، واستنى القوم: سنوا لأنفسهم. وسنيت العقدة والقفل:
فتحتهما، وتسنى القفل: انفتح. قال:
هما غزوتان جميعًا معًا ... تسنى شبا قفلها المبهم
وعقدوا مسناة ومسنيات: لحبس الماء. وهذا أمر سني.
وإنه لسني الحسب، وقد سني يسنى سناء. وأجازه بجائزة سنية، وولاه ولاية سنية، وأسنى
له الجائزة. وجاورته فأسنى جواري. ورأيت سنا البدر والبرق، وأسنى البرق: أضاء سناه.
ومن المجاز: السحاب يسنو المطر، وسناك الغيث. قال:
شحيح غادرت منه السواني ... ككحل العين دقته اليهود
وسانيت فلانًا حتى استخرجت ما عنده: تلطفت به
وداريته. وأخذهم الله تعالى بالسنة وبالسنين. وسنيت لك الأمر: يسرته. قال:
فلا تيأسا واستغورا الله إنه ... إذا الله سنى عقد
أمر تيسرا

Posting Komentar untuk "Perbedaan Sanah dan ’Aam pada Surah Al-'Ankabut ayat 14 – Fushah Flow"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.