Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Hanya Membangun Sekolah, Tapi Bangunlah Manusianya - Ustadz Mubarak Bamu’allim, Lc.

Kabeldakwah.com

Resume Sambutan Al-Ustadz Mubarak Bamu’allim, Lc. ḥafiẓahullāh

Seminar Nasional: “Dari Pengasuhan Menuju Kepemimpinan”

Integrasi Ilmu, Adab, dan Kesehatan dalam Manajemen Pendidikan Islam

 

 🟢 1. TUJUAN BESAR PENDIDIKAN ADALAH MEMBANGUN MANUSIA

Al-Ustadz ḥafiẓahullāh mengawali sambutannya dengan mengingatkan bahwa siapa pun yang bergerak dalam dunia pendidikan Islam perlu kembali merenungkan tujuan besar pendidikan.

Salah satu tujuan utama para nabi dan para ulama adalah:

«Mencetak dan membangun manusia

 Manusia yang benar aqidah-nya, baik akhlak-nya, kuat kepribadiannya, dan bermanfaat bagi umat.

Rasulullah tidak meninggalkan gedung-gedung pendidikan yang megah. Namun dari madrasah kenabian beliau lahir manusia-manusia besar: para ṣaḥābah رضي الله عنهم, termasuk Khulafā’ur Rāsyidīn, yang kemudian membawa risalah Islam ke berbagai penjuru dunia.

Beliau juga menyebut contoh para ulama besar di zaman ini:

- Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله

- Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله

- Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin رحمه الله

📌 _Faidah Tarbawiyah_

بِنَاءُ الْإِنْسَانِ قَبْلَ بِنَاءِ الْبُنْيَانِ

 “Membangun manusia sebelum membangun bangunan.”

Kemajuan pendidikan tidak diukur dari seberapa megah gedungnya, tetapi dari manusia seperti apa yang lahir dari proses pendidikannya.

 🟢 2. JANGAN SAMPAI SARANA MENGALAHKAN TUJUAN

Al-Ustadz ḥafiẓahullāh mengingatkan bahwa terkadang para pengelola pendidikan terlalu sibuk dengan sarana dan prasarana:

 “Belum ada kelas.”

 “Gedungnya belum cukup.”

 “Fasilitasnya belum lengkap.”

Semua itu penting. Namun jangan sampai sarana menggeser tujuan utama: membangun manusia.

📌 _Faidah Tarbawiyah_

Dalam pendidikan Islam kita harus membedakan antara:

الْمَقَاصِدُ وَالْوَسَائِلُ

Tujuan dan sarana.

Gedung, teknologi, kurikulum, metode → semua itu sarana.

Tujuan besarnya:

 “Terbentuknya manusia yang beriman, berilmu, beradab, dan bermanfaat.”

Jangan sampai terjadi:

تَضَخُّمُ الْوَسَائِلِ وَضَيَاعُ الْمَقَاصِدِ

 “Sarana semakin besar, tetapi tujuan justru semakin hilang.”

 🟢 3. BANGUN MANUSIANYA, INSYA ALLAH SARANA AKAN MENGIKUTI

Yang lebih dahulu harus dipersiapkan adalah:

- Guru yang berkualitas

- pendidik yang ikhlas

- manusia yang siap berjuang

- SDM yang memahami arah pendidikan

Apabila ada orang-orang yang sungguh-sungguh dalam pendidikan, insya Allah akan ada pula yang membantu menyediakan kelas dan fasilitas.

📌 _Faidah Tarbawiyah_

رِجَالٌ صَادِقُونَ، وَمُرَبُّونَ مُخْلِصُونَ، وَمُعَلِّمُونَ رَبَّانِيُّونَ

 “Orang-orang yang jujur dalam perjuangannya, para pendidik yang ikhlas, dan guru-guru Rabbani.”

Bangunan tanpa manusia berkualitas akan kosong.

Namun manusia berkualitas—dengan izin Allah—akan mampu membangun lembaga, masyarakat, bahkan peradaban.

 🟢 4. PENDIDIKAN HARUS MELAHIRKAN MANUSIA YANG UTUH

Tujuan pendidikan adalah melahirkan:

“Manusia yang bermanfaat, berkualitas, beradab, berakhlak, dan sehat mentalnya.”

Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi akademik.

Firman Allah:

﴿هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ﴾

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah.” (QS. Al-Jumu‘ah: 2)

📌 _Faidah Tarbawiyah_

Dua poros besar pendidikan kenabian:

التَّزْكِيَةُ وَالتَّعْلِيمُ

Tazkiyah dan Ta‘līm

Bukan sekadar transfer of knowledge, tetapi juga formation of character and soul.

 🟢 5. KEIKHLASAN ADALAH FONDASI KEBERKAHAN PENDIDIKAN

Para ulama memulai perjuangan dengan niat ikhlas karena Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

Jangan hanya bertanya: “Seberapa besar sekolah kita?”

Tetapi bertanyalah: “Untuk siapa semua ini kita lakukan?”

📌 _Faidah Tarbawiyah_

Keberhasilan tidak hanya diukur dengan:

كَمْ؟ — Berapa banyak?

Tetapi juga: كَيْفَ؟ — Bagaimana kualitasnya?

Dan yang lebih mendasar: لِمَنْ؟ — Untuk siapa semua ini?

Karena amal besar tanpa keikhlasan dapat kehilangan keberkahannya.

 🟢 6. GURU MENDIDIK BUKAN HANYA DENGAN KATA-KATA

Semangat seorang Guru akan menular kepada muridnya.

📌 _Faidah Tarbawiyah_

Pendidikan bukan hanya:

مَا يَقُولُهُ الْمُعَلِّمُ

“Apa yang dikatakan oleh seorang guru.”

Tetapi juga:

مَا يَرَاهُ الطَّالِبُ فِي مُعَلِّمِهِ

“Apa yang dilihat oleh seorang murid pada diri gurunya.”

الْقُدْوَةُ قَبْلَ الْكَلِمَةِ

 “Keteladanan mendahului kata-kata.”

 🟢 7. JANGAN MEMBANGUN GEDUNG SEBELUM MENYIAPKAN MANUSIANYA

Al-Ustadz menceritakan lembaga yang bangunannya sudah besar, tetapi SDM-nya belum siap. Akhirnya fasilitas tidak otomatis menghasilkan pendidikan yang kuat.

📌 _Faidah Tarbawiyah_

الْإِنْسَانُ هُوَ الَّذِي يُحْيِي الْمَكَانَ، وَلَيْسَ الْمَكَانُ هُوَ الَّذِي يَصْنَعُ الْإِنْسَانَ وَحْدَهُ

 “Manusialah yang menghidupkan sebuah tempat; bukan tempat semata yang membentuk manusia.”

Sekolah hidup karena:

Guru yang berilmu • murabbi yang ikhlas • pemimpin yang Visioner • komunitas tarbiyah

 🟢 8. PENDIDIKAN YANG KOKOH TUMBUH MELALUI PROSES

Pertumbuhan alami lebih kokoh daripada yang instan.

Para ulama, guru, dan murid yang kokoh tidak terbentuk dalam sehari.

📌 _Faidah Tarbawiyah_

التَّدَرُّجُ فِي التَّرْبِيَةِ

 “Bertahap dalam proses pendidikan.”

Tarbiyah adalah:

تَدَرُّجٌ، وَتَرَاكُمٌ، وَاسْتِمْرَارٌ

“Proses yang bertahap, akumulatif, dan berkesinambungan.”

Pertumbuhan lambat tapi berakar pertumbuhan cepat tapi rapuh.

 🟢 9. PENDIDIKAN HARUS MENJAWAB KEBUTUHAN UMAT

Lembaga pendidikan harus melahirkan manusia yang benar-benar dibutuhkan umat.

Ilmu harus melahirkan manfaat. Adab harus tampak dalam kehidupan.

📌 _Faidah Tarbawiyah_

Tujuan pendidikan bukan sekadar “Anak ini nanti jadi apa?”

Tetapi: “Manfaat apa yang kelak ia berikan?”

Sebaik-baik pendidikan menghasilkan manusia yang kehadirannya menjadi rahmat bagi orang lain.

 🟢 DARI PENGASUHAN MENUJU KEPEMIMPINAN

رِعَايَةٌ تَرْبِيَةٌ تَزْكِيَةٌ تَأْهِيلٌ قِيَادَةٌ

 Pengasuhan → Tarbiyah → Pembentukan Jiwa → Penyiapan Kapasitas → Kepemimpinan

Pendidikan tidak berhenti pada “bagaimana anak pintar”.

Tetapi bergerak ke pertanyaan: “Manusia seperti apa yang sedang kita persiapkan?”

Anak-anak yang kita asuh hari ini adalah manusia yang kelak memikul amanah.

 📌 PENUTUP

Pesan besar dari Al-Ustadz Mubarak Bamu’allim, Lc. ḥafiẓahullāh:

 JANGAN HANYA MEMBANGUN SEKOLAH, TAPI BANGUNLAH MANUSIANYA

Sebab...

Gedung megah tanpa manusia berkualitas hanyalah bangunan.

Tetapi manusia yang:

beriman • berilmu • beradab • berakhlak • sehat • ikhlas • bermanfaat bagi umat

dengan izin Allah...

akan mampu membangun sekolah, masyarakat, bahkan peradaban.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 Tulisan ini sudah dibaca ulang disetujui oleh Ustadz Mubarak Bamu'allim hafizhahullahu

Dibagikan Oleh: @abinyasalma

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Apa Saja (Ryzen Store), Jasa Pembuatan Barcode BBM, Jasa Pembuatan NPWP, Jasa Pembuatan Aplikasi Raport, Service Laptop, Melayani Se-Nusantara Indonesia. (Hub. via E-mail: erfanagusekd@gmail.com)

Posting Komentar untuk "Jangan Hanya Membangun Sekolah, Tapi Bangunlah Manusianya - Ustadz Mubarak Bamu’allim, Lc."