7 Dosa Besar yang Membinasakan - Khutbah Jum'at
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Tujuh (7) Dosa Besar yang
Membinasakan.Pdf
Oleh: Ust. Dr. Abu
Zakariya Sutrisno
Khutbah Pertama:
اِنَّ الْحَمْد لله
نَحْمَدُهُ وًنَسْتَعِنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُباللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَلِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ﷲُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ
عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدّيْن
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا ﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال
عمران: ١۰٢)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا ﷲَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ ﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء: ١)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوﷲَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ ﷲَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا (الاحزاب: ٧۰ - ٧١)
أَمَّا بَعْدُ:
Jama’ah ibadah Jum’ah yang dirahmati oleh
Allah,
✨Yang
pertama dan paling utama mari kita selalu besyukur pada Allah. Kita bersyukur atas
seluruh nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Mari kita bersyukur dengan
sebenar-benarnya, tidak sekedar di lisan saja tetapi bil qolbi wal lisaani wal
jawaarih yaitu dengan hati, lisan dan juga amal perbuatan badan kita. Kemudian,
sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada panutan kita, nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak lupa melalui mimbar Jum’at yang mulia ini
khatib mengingatkan diri khatib sendiri dan jama’ah sekalian untuk senantiasa
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Taqwa
adalah sebaik-baik bekal di dunia dan apalagi di akhirat nanti. Allah berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ
خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik
bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Kaum muslimin
rahimakumullah,
📖Diriwayatkan dari sahabat
Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ
الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ
وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ
وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ
وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
“Hendaklah kalian
menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada
beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dosa
syirik (menyekutukan Allah), sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah
untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta anak yatim,
memakan riba, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik
berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2560 dan Muslim no. 129)
Dalam hadits yang mulia
ini Rasulullah memberi wejangan kepada kita semua untuk menjauhi tujuh (7) dosa
yang membinasakan. Tujuh dosa bukan dosa biasa. Tujuh dosa ini adalah induk
dari dosa-dosa besar.
📌 Pertama, berbuat syirik
Yang pertama dan juga
yang paling besar dosanya dan yang paling membinasakan adalah berbuat syirik (الشِّرْكُ بِاللَّهِ). Syirik yaitu
mensekutukan Allah dalam ibadah. Seseorang ibadah kepada Allah tetapi juga
ibadah kepada selain Allah, ini namanya syirik. Syirik adalah dosa yang paling
besar, dan tidak akan diampuni oleh Allah. Orang
yang melakukan syirik besar akan kekal di neraka.
إِنَّ اللّهَ لاَ
يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن
يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi
siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang besar.” (QS An Nisa: 48)
Kesyirikan bentuknya
sangat banyak dan banyak yang terjerumus padanya tetapi tidak sadar. Diantara
bentuk kesyirikan adalah meminta atau berdoa untuk dari selain Allah, seperti
meminta kepada orang yang sudah meninggal. Diantara bentuk kesyirikan juga adalah
memberikan pengorbanan (sesaji), baik berupa sembelihan atau yang lainnya
kepada selain Allah. Ini jangan sampai diremehkan. Disebutkan dalam sebuah
hadits ada seorang masuk neraka gara-gara seekor lalat (HR Ahmad). Kalau lalat
saja menyebabkan masuk neraka maka bagaimana yang lebih besar dari itu. Jangan
sampai meremehkan kesyirikan.
📌 Kedua, melakukan sihir
Diantara dosa besar yang
membinasakan, yang kedua, adalah sihir (وَالسِّحْرُ). Sihir banyak
sekali macamnya mulai dari pelet, santet, guna-guna, penglaris dan lainnya.
Praktik sihir ini telah ada sejak zaman dulu, sebagaimana yang Allah ceritakan
dalam beberapa ayat Al Qur’an tentang peperangan Nabi Musa dengan para penyihir
Fir’aun. Saat ini sihir dan perdukunan masih merebak dengan berbagai macamnya!
Bahkan dengan sangat halus dan seolah-olah Islami. Kadang kala dukun dan tukang
sihir “menyamar” jadi “orang pintar”, ustadz, dan semisalnya. Hati-hati, sihir
tetap saja sihir meskipun dibungkung dengan berbagai macam kedok!
📌
Ketiga, membunuh
Dosa yang membinasakan berikutnya adalah
membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(وَقَتْلُ
النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ)
Sekarang ini kita banyak menjumpai kabar
pembunuhan dengan beragam motifnya mulai dari masalah hutang, rebutan warisan
atau cekcok yang lainnya. Mencela seorang muslim adalah dosa yang sangat besar,
apalagi sampai menumpahkan darahnya. Membunuh
adalah dosa yang sangat besar. Allah berfirman:
وَمَن يَقْتُلْ
مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ
عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min
dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah
murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
(QS. An Nisaa: 93)
📌
Keempat, memakan harta yatim
Diantara dosa besar yang membinasakan adalah
memakan harta anak yatim (وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ). Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ
يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْماً إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ
نَاراً وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيراً
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta
anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan
mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS An Nisa:10)
📌
Kelima, memakan riba
Diantara dosa besar yang paling membinasakan
yang berikutnya, yang kelima, adalah memakan riba (وَأَكْلُ الرِّبَا). Riba adalah dosa besar dan diharamkan tidak sekedar di
syariat Islam, tetapi juga syariat-syariat sebelumnya. Namun, betapa banyak
orang yang meremehkan masalah riba ini. Bahkan menanggapnya biasa. Contoh riba
adalah pinjaman berbunga, denda keterlambatan membayar hutang dan lainnya. Kadang
orang bermudah-mudahnya bermuammalah ribawi dengan alasan “kepepet” atau
“terpaksa”, padahal sejatinya tidak demikian. Banyak orang terjerumus pada riba
gara-gara gensi pingin punya motor baru, rumah bagus dan lainnya. Jangan
meremehkan dosa riba. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ
-صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ
وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksinya dan penulisnya.” Beliau melanjutkan,
“Mereka semua sama (kedudukannya dalam hal dosa)”. (HR Muslim)
📌 Keenam, lari dari medan perang
Diantara dosa besar
berikutnya adalah lari dari medan perang (وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ). Jika
seseorang dalam jihad dan peperangan kemudian lari maka ini dapat menimbulkan
kemadhorotan yang besar pada kaum muslimin. Allah melaknat orang-orang yang
lari dari medan perang (QS Al Anfal: 16).
📌 Ketujuh, menuduh wanita yang baik telah zina
Diantara dosa
membinasakan yang ketujuh adalah menuduh wanita yang baik-baik telah berbuat
zina. Kehormatan seorang muslim harus dijaga. Menuduh seseorang berzina tanpa
bukti (tanpa 4 orang saksi) adalah dosa besar.
إِنَّ الَّذِينَ
يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita
yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di
dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar” (QS An Nur: 23)
Ini tujuh dosa besar yang
membinasakan. Masih banyak dosa-dosa lainnya. Semoga kita mampu menghindarinya
semuanya. Sekian yang dapat kami sampaikan di khutbah yang pertama ini, semoga
bermanfaat.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah Kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
Jama’ah ibadah Jum’ah yang semoga dirahmati
oleh Allah Subhanahu wa ta’ala
Telah kita jelaskan di
khutbah yang pertama tujuh (7) dosa besar yang Rasulullah peringatkan. Perlu
diketahui tatkala beliau memperingatkan dari 7 dosa yang membinasakan bukan
berarti dosa besar hanya sebatas 7 perkara. Disebutkan 7 ini adalah sebagai penekanan
bahaya 7 dosa itu. Masih ada lagi dosa-dosa besar lainnya seperti durhakan pada
orang tua, sumpah palsu dan lainnya. Disebutkan
dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ
بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ
الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ
“Perhatikanlah, maukah
aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa besar yang paling besar?” Beliau
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para Shahabat
mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda: “Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua dan dosa
persaksian palsu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jama’ah rahimakumullah,
Mari kita jauhi seluruh dosa, besar maupun kecil karena itu dapat menyebabkan
kesengsaraan dunia maupun akhirat. Mari
kita tutup khutbah ini dengan sholawat dan doa.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى
نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
اَلْعَالَمِينَ

Posting Komentar untuk "7 Dosa Besar yang Membinasakan - Khutbah Jum'at"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.