Menasehati Penguasa Secara Terbuka - Ahmad Syahrin Thoriq
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Oleh: Ahmad Syahrin Thoriq
Mukidi: "Apakah benar
menasehati penguasa hanya boleh secara diam-diam alias tidak boleh terbuka?"
AST: "Tidak benar, boleh menasehati penguasa dengan cara terbuka menurut mayoritas ulama. Terutama lagi jika penguasa tersebut melakukan kedzaliman yang merugikan orang banyak."
Mukidi: Bagaimana dengan hadits
berikut:
مَنْ أَرَادَ أَنْ
يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ، فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ
لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ، فَيَخْلُوَ بِهِ
'Barangsiapa ingin
menasihati seorang penguasa maka jangan ia tampakkan terang-terangan, akan
tetapi hendaknya ia mengambil tangan penguasa tersebut dan menyendiri
dengannya." (HR. Ahmad)
AST: "Itu kaidah asal,
menasehati siapapun termasuk penguasa harus dengan cara yang baik, sopan dan
tidak sampai membuka aib. Namun dalam kondisi tertentu, hukum menyampaikan
nasehat boleh terbuka dan terang-terangan.
Hadits tersebut adalah
kaidah umum dalam menasehati, bukan kaidah mutlak. Setiap yang umum ada yang
khusus, setiap yang memiliki pokok ada cabangnya.
Lagian dalil itu bukan
cuma satu, untuk bisa diambil kesimpulan hukum yang benar atas sebuah
permasalahan, ia harus dikompromikan dengan dalil-dalil yang lain. Dalam hal ini dalil pembandingnya diantaranya
adalah:
أفضلُ الجهادِ كلمةُ
عدلٍ عند سلطان جائرٍ
"Sebaik-baik jihad
adalah menyampaikan kalimat yang benar, kepada penguasa yang dzalim." (HR. Tirmidzi)
Juga hadits lainnya, seperti:
سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ
حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَرَجُلٌ قَالَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ
فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ فَقَتَلَهُ
“Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul
Muthalib, dan orang yang melawan penguasa kejam, ia melarang dan memerintah,
namun akhirnya ia mati terbunuh.” (HR. Thabarani)
Mukidi:
"Tapi katanya ada beberapa ustadz yang mengatakan bahwa sepengetahuan
beliau mutlak haram hukumnya mengkritik penguasa secara terbuka."
AST:
"Cara beragama saya tidak mengikuti sepengetahuan saya, termasuk ustadz
yang hanya beberapa dan tidak seberapa ilmunya itu, saya sudah sangat puas dan
tenang merujuk kepada pendapat ulama madzhab."
Mukidi: "Adakah ulama
madzhab yang menerangkan bolehnya menasehati pemimpin secara terbuka?"
AST: "Sangat
banyak."
Mukidi: "Minta satu aja
ustadz"
AST: "Diantaranya
perkataan imam Nawawi rahimahullah dalam syarah shahih Muslim berikut ini:
وفيه الأدب مع الأمراء
واللطف بهم ووعظهم سرا وتبليغهم ما يقول الناس فيهم لينكفوا عنه وهذا كله اذا أمكن
ذلك فإن لم يمكن الوعظ سرا والإنكار فليفعله علانية لئلا يضيع أصل
"Dalam hadis ini, terdapat anjuran untuk
bersikap sopan dan lemah lembut kepada para pemimpin, serta anjuran untuk
menasehati mereka secara diam-diam, termasuk juga menyampaikan aspirasi rakyat
agar para pemimpin sadar dari kesalahan. Semua ini dilakukan secara diam-diam bila memang
memungkinkan.
Tapi jika nasehat dan
kritik tidak bisa disampaikan kepada mereka dengan cara itu, maka sampaikanlah
dengan terang-terangan agar kebenaran tidak tersia-siakan".
Mukidi: "Boleh penjelasan
lanjutan ustadz?"
AST: "Silahkan buka di
https://Astofficial.id, di situ lengkap ada artikel, juga ada kelas untuk
belajar. Silahkan daftar."
Mukidi: "Bayar nggak?"
AST: "Ilmu saya gratis,
tapi dakwah butuh operasional. Karena perusahaan penyedia layanan seperti
domain, hosting dan lainnya mereka tak mau dibayar hanya pakai doa:
"Semoga kalian diberi hidayah sunnah..."
Mukidi: "Inna Maqoli
Indonesia Rahmatan Makkah Madinah Fi Ma'allah. Asyidi Inna kalima fimallah,
naam, Inna lakalla Indonesia, ma qol Inna rahmatan kitab" ....... eikhhhh.

Posting Komentar untuk "Menasehati Penguasa Secara Terbuka - Ahmad Syahrin Thoriq"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.