Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapan Puasa Asyura Tahun Ini (2026 M/1448 H)? - Ust. Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Kabeldakwah.com

Oleh: Ust. Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Beberapa saudara dan jamaah bingung dan bertanya kepada kami kapan puasa Asyura tahun ini 2026 M atau 1448 M karena adanya perbedaan pendapat dalam penetapan awal Muharram.

Setidaknya ada dua faktor utama adanya perbedaan ini:

1. Perbedaan metode dalam penetapan awal bulan, ada yang menggunakan rukyat dan ada yang menggunakan hisab.

Sehingga ada yang berpegang kepada penetapan ilmu hisab, dan ada yang berpegang pada metode rukyat.

2. Pemerintah yang tidak melakukan rukyat sebagaimana halnya saat Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Namun berpegang pada hisab di selain 3 bulan tersebut. Sehingga penetapan awal bulan selain 3 bulan tersebut dikembalikan kepada ormas masing-masing.

Hal ini akhirnya menimbulkan perbedaan, ada yang mengikuti metode rukyat dengan alasan itulah metode yang sesuai hadits Nabi, dan ada yang mengikuti pemerintah dengan alasan taat kepada pemimpin dan persatuan, sedangkan metode hisab yang dipilih pemerintah maka dosanya ditanggung mereka.

Sebenarnya perbedaan dalam masalah ini biasa saja, tidak perlu kita hadapi dengan permusuhan. Hal yang paling penting adalah:

1. Kita sikapi perbedaan ini dengan berjiwa besar dan lapang dada. Jangan sampai kita demi melaksanakan puasa sunnah tapi malah menerjang keharaman yaitu permusuhan dan kedengkian. Mari kita hadapi dengan hati yang besar dan bersikap dewasa.

2. Hendaknya bagi kita melandasi pilihan kita di atas ilmu dan hujjah bukan sekadar ikut-ikutan saja, sehingga kita memilih pendapat bukan karena ormas ini atau itu, ustadz ini atau itu, tetapi karena acuan yang menurut kita paling kuat argumentasinya dalam timbangan Al Quran dan Sunnah.

Wallahu A'lam, pendapat yang kami kuatkan, bahwa kita mengikuti hasil rukyat yang mengatakan bahwa awal Muharram jatuh hari Rabu 17 Juni 2026, dikarenakan pemerintah tidak melakukan rukyat, maka kita kembalikan kepada metode yang syar'i dalam penetapan awal bulan, apalagi pemerintah telah mempersilahkan.

3. Dalam hal puasa Asyura, sebenarnya masalah nya cukup mudah untuk diambil jalan selamat dan kehati-hatian karena toh puasa asyura sunnah bukan wajib, dan punya beberapa opsi pilihan antara puasa tiga hari, dua hari dan sehari, ditambah lagi kita memang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram.

Contoh dalam kasus tahun ini 2026 M, jika kita mau aman dan hati-hati, sebaiknya puasa tiga hari Kamis 25 Juni, Jumat 26 Juni dan Sabtu 27 Juni 2026.

Banyak para ulama mengatakan bahwa tingkatan puasa Asyura yang paling utama adalah puasa tiga hari yaitu tanggal 9, 10, 11 Muharram karena beberapa alasan:

Pertama: Sebagai kehati-hatian. Karena bulan Dzulhijjah bisa 29 atau 30 hari. Apabila tidak diketahui penetapan awal bulan dengan tepat, maka berpuasa pada tanggal 11-nya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapati puasa Tasua' (tanggal 9) dan puasa Asyuro (tanggal 10).

Kedua: Dia akan mendapat pahala puasa tiga hari dalam sebulan, sehingga bisa meraih pahala seperti puasa sebulan penuh. (Muslim: 1162)

Ketiga: Keumuman dalil tentang anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharrom yang mana nabi telah mengatakan:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

"Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Alloh al-Muharrom". (HR. Muslim: 1163)

Dan puasa tanggal 11 termasuk puasa di bulan Allah, Muharram.

Keempat: Tercapai tujuan dalam menyelisihi orang Yahudi, tidak hanya puasa Asyuro tanggal 10 Muharram saja, tetapi mengiringinya dengan hari lainnya juga baik sebelumnya atau sesudahnya. Allohu Alam. (Fathul Bari 4/245, Syarah Riyadhus Shalihin Ibnu Utsaimin 5/305)

Kelima: Telah shahih riwayat dari Sahabat Abdullah bin Abbas bahwa beliau berpuasa pada tanggal 11.

عن ابن عباس أنه كان يصوم قبله يوما وبعده يوم

Dari Ibnu Abbas bahwasanya beliau puasa sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (Diriwayatkan Ath Thobari dalam Tahdzibul Atsar Musnad Umar 1430 dengan sanad yang shahih, sebagaimana dalam kitab Maa Shohha Min Atsari Shohabah Fil Fiqih 2/675 karya Zakariya bin Ghulam Al Bakistani)

Semoga Allah memberi kemudahan kepada kita untuk melaksanakan puasa Asyura tahun ini.

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Apa Saja (Ryzen Store), Jasa Pembuatan Barcode BBM, Jasa Pembuatan NPWP, Jasa Pembuatan Aplikasi Raport, Service Laptop, Melayani Se-Nusantara Indonesia. (Hub. via E-mail: erfanagusekd@gmail.com)

Posting Komentar untuk "Kapan Puasa Asyura Tahun Ini (2026 M/1448 H)? - Ust. Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi"