Mensyukuri Nikmat Iman Dan Aman - Khutbah Idhul Fitri
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Khutbah Idhul Fitri - Mensyukuri Nikmat Iman dan Aman.Pdf
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ
أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ،
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ
كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا اللَّهَ مُخْلِصِينَ له الدَّيْنَ وَلَوْ
كَرِهَ الْكَافِرُونَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ
عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدّيْن
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا ﷲ حَقَّ تُقَاتِه وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال
عمران: ١۰٢)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا ﷲَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ ﷲَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء: ١)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوﷲَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا.
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ
يُطِعِ ﷲَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (الاحزاب: ٧۰ - ٧١)
أَمَّا بَعْدُ:
Jama’ah Sholat Ied rahimani warahikumullah,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah melimpahkan kepada kita nikmat
iman, nikmat Islam, serta kesempatan menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Tak lupa, mari pasca Ramadhan ini, kita terus berupaya tingkatkan derajat
ketaqwaan kita disisi Allah. Taqwa adalah sebaik-baik bekal di dunia dan akhirat.
Allah berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ
خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik
bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan
Allah,
Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan. Hari kemenangan bagi
orang-orang yang beriman. Setelah sebulan penuh kita berpuasa, menahan hawa
nafsu, memperbanyak ibadah, kini kita merayakan Idul Fitri. Maka sudah
sepantasnya hari ini kita isi dengan rasa syukur kepada Allah ﷻ, atas segala nikmat yang telah
Dia berikan kepada kita. Diantara nikmat yang harus kita syukuri adalah nikmat
iman dan nikmat aman. Dua nikmat ini, iman dan aman, sering kali dilalaikan.
Padahal dua nikmat ini sangat agung sekali.
📖 Nikmat Aman: Karunia
yang Sering Dilupakan
Di antara nikmat besar
yang sering kita lupakan adalah nikmat aman (keamanan). Allah ﷻ berfirman:
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ
مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
"Yang telah memberi
mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa
takut.” (QS Quraisy: 4)
Ayat ini meskipun
konteksnya terkait dengan orang Qurasy, tetapi kandungannya berlalu umum. Allah
ingkatkan dengan nikmat kecukupan sandang pangan dan juga keamanan.
Jamaah sekalian,
Jika kita melihat kondisi
dunia saat ini, banyak negeri dilanda perang, konflik, dan ketakutan. Contoh
saudara kita di Gaza/Palestina, di Yaman, dan juga di negeri-negeri lainnya.
Mereka tidak bisa hidup tenang, tidak bisa beribadah dengan khusyuk, bahkan
untuk sekadar makan pun kesulitan. Namun
kita di negeri ini, di Indonesia, alhamdulillah kita diberi keamanan. Kita
dapat beribadah dengan tenang, hidup dalam keamanan, memiliki kecukupan sandang
dan pangan. Ini adalah nikmat besar yang sering
tidak kita sadari.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ
آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ،
فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barang siapa yang pagi
hari dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki
makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.”
(HR. Tirmidzi)
📖 Nikmat Iman: Karunia
yang Paling Agung
Namun di atas semua itu,
ada nikmat yang lebih besar, yaitu nikmat iman. Jangan menyepelekan nikmat
iman. Nikmat iman adalah karunia dari Allah. Allah
ﷻ berfirman:
بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ
عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Bahkan Allah-lah yang
memberi nikmat kepada kalian dengan menunjuki kalian kepada iman, jika kalian
adalah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat: 17)
Jamaah sekalian,
Tanpa iman, semua amal
tidak bernilai di sisi Allah. Allah ﷻ berfirman:
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا
عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
“Dan Kami hadapkan segala
amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu seperti debu yang
beterbangan.” (QS Al-Furqan: 23)
Artinya, amal tanpa iman
tidak akan diterima.
Jamaah yang dimuliakan
Allah,
📖 Pentinya Syukur Nikmat
Allah memerintahkan kita
untuk mensyukuri nikmat-nikmatnya dan jangan sampai mengkufurinya. Allah ﷻ
berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ
رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي
لَشَدِيدٌ
“Jika kalian bersyukur,
niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian, tetapi jika kalian kufur,
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)
Syukur yang hakiki bukan
sekadar ucapan di lisan, tetapi benar-benar
syukur dengan hati mengenali nikmat-nikmat Allah. Diantaranya nikmat
iman dan aman. Kemudian syukur dengan lisan, ucapkan “Alhamdulillah” dan ucapan-ucapan
syukur yang lainnya. Lisan kita jangan banyak mengeluh. Dan tentu yang lebih penting dengan jawarih
(anggota tubuh) dengan amal nyata.
🤝 Cara Mensyukuri Nikmat
Aman
Di antara bentuk syukur
atas nikmat keamanan adalah:
·
menjaga ukhuwah dan
persaudaraan
·
menjauhi perpecahan
·
menebar kedamaian di
tengah masyarakat
Karena keamanan tidak
akan terjaga tanpa persatuan umat.
🕌 Cara Mensyukuri Nikmat
Iman
Adapun syukur atas nikmat
iman adalah:
·
menjaga keimanan, jangan
dikotori dengan kesyirikan dan kekufuran
·
Menjaga ibadah, terutama
shalat lima waktu
·
memperbanyak membaca
Al-Qur’an
·
menjauhi maksiat
·
dan istiqomah dalam
ibadah
Allah ﷻ
berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ
حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu
sampai datang kepadamu kematian.” (QS Al-Hijr: 99)
Ramadhan Mendidik Kita
Menjadi Hamba Rabbani
Jamaah sekalian,
Ramadhan telah mendidik
kita menjadi hamba yang dekat dengan Allah. Maka jangan sampai setelah Ramadhan
kita kembali lalai. Mari kita menjadi: hamba yang rabbani, yang beribadah
kepada Allah kapan pun dan di mana pun. Bukan hamba ramadhani, yang hanya rajin
ibadah di bulan Ramadhan Sebagaimana ungkapan:
كُونُوا رَبَّانِيِّينَ
وَلَا تَكُونُوا رَمَضَانِيِّينَ
“Jadilah kalian hamba yang rabbani, jangan
hanya menjadi hamba yang ramadhani.”
Jangan hanya mengenal
Allah di bulan Ramadhan. Jangan hanya peduli dan berbuat baik kepada sesama di
bulan Ramadhan. Contoh amalan yang harus
dijaga adalah kebiasaan puasa dan juga sholat malam. Ikuti puasa Ramadhan dengan puasa syawal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ
ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa
berpuasa Ramadan, lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia
seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, no. 1164)
Ini adalah sarana untuk
menjaga konsistensi beribadah. Termasuk juga sholat malam dijaga. Kita terbiasa
sholat tarawih lengkap dan juga witir. Setelah Ramadhan mari dijaga. Meskipun
sekedar witir 1 rekaat tidak mengapa. Yang penting istiqomah! Amal yang sedikit
tetapi istiqomah itu lebih baik daripada amal yang banyak tetapi hanya sesaat
atau musiman. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ
إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling
dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun
sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
🌟 Momentum Idul Fitri
Idul Fitri adalah
momentum untuk menguatkan keimanan, mempererat ukhuwah, dan menjaga keamanan.
Di negeri kita, tradisi saling mengunjungi, bersilaturahmi, dan saling
memaafkan merupakan amalan yang sangat baik dan selaras dengan ajaran Islam
dalam mempererat persaudaraan. Para ulama salaf juga mencontohkan untuk saling
mendoakan di hari raya dengan ucapan:
تَقَبَّلَ اللَّهُ
مِنَّا وَمِنْكُمْ
“Semoga Allah menerima
amal kami dan amal kalian.”
Oleh karena itu, mari
kita jadikan hari ini sebagai awal untuk memperbaiki iman kita, memperbaiki
hubungan dengan sesama, serta menjaga persatuan umat.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan
Allah,
Semoga Allah menjaga iman
kita, menjaga keamanan negeri kita, dan memberikan kita akhir hidup yang baik. Mari kita tutup khutbah ini dengan sholawat
dan do’a.
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى
نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
اَلْعَالَمِينَ
----------
Penyusun:
Ust. Dr. Abu Zakariya Sutrisno
(Pengasuh PP Hubbul Khoir Sukoharjo, Dosen
UNS, Alumni S3 KSU Saudi)

Posting Komentar untuk "Mensyukuri Nikmat Iman Dan Aman - Khutbah Idhul Fitri"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.