Ketika yang Haram Datang Melimpah dan yang Halal hanya Sekadar Cukup - Ustadz Sabri bin Mahdan
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Saudaraku Pembaca Kabeldakwah.com yang semoga dirahmati Allah...
Pembahasan kita pada kesempatan kali ini adalah tentang hikmah di balik rizki yakni ketika yang haram datang melimpah namun yang halal hanya sekadar cukup.
Di antara bentuk ujian
terbesar dalam kehidupan manusia adalah ujian rizki. Terkadang yang Halal
datang dengan jalan yang sulit, lambat, dan terasa sedikit. Sebaliknya, yang
haram justru terbuka lebar, mudah, dan datang dalam jumlah besar. Maka dalam tradisi hikmah Arab, muncul
ungkapan:
الحلال لا يأتيك إلا
قوتا، والحرام لا يأتيك إلا جزافا
“Yang halal tidak datang kepadamu kecuali sekadar untuk hidup, sedangkan yang haram datang kepadamu secara berlimpah”.
Al hasan bin Fadhl
menyebutkan makna ini selaras dengan Al-Qur’an dalam surat Al-A‘rāf: 163.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَسْئَلْهُمْ عَنِ
الْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي ٱلسَّبْتِ
إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا
يَسْبِتُونَ لَا تَأْتِيهِمْ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ
“Dan tanyakanlah kepada mereka (Yahudi)
tentang penduduk suatu kota yang berada di tepi laut, ketika mereka melanggar
ketentuan di hari Sabtu; ketika datang kepada mereka ikan-ikan mereka pada hari
Sabtu dengan muncul di permukaan, dan pada hari selain Sabtu ikan-ikan itu
tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka berbuat
fasik.” (QS Al-A’rāf: 163)
Kisah Ujian Bani Israil:
Antara Halal dan Haram
Para ulama tafsir seperti
Ibnu Katsir dan al-Baghawi menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang
sekelompok kaum Bani Israil yang tinggal di tepi laut. Mereka diwajibkan untuk
mengagungkan hari Sabtu dan tidak boleh menangkap ikan pada hari itu sebagai bentuk
ibadah.
Namun Allah menguji
mereka dengan cara yang sangat halus dan berat:
Hari Sabtu (yang
diharamkan utk menjala ikan): Ikan datang sangat banyak, bahkan muncul di
permukaan laut dalam jumlah besar.
Hari lain (yang Halal untuk
menjala ikan): Ikan tidak datang kecuali hanya sedikit.
Ini adalah bentuk ujian
keimanan: Apakah mereka tunduk pada perintah Allah meskipun rezeki tampak
sedikit, atau justru melanggar syariat demi limpahan dunia yang menipu?
Pelajaran yang bisa kita
petik ialah
1. Rezeki Halal Mungkin
Terasa Sedikit, Tapi Penuh Keberkahan,
Allah mengatur bahwa
harta halal cukup untuk kebutuhan, bukan utk memuaskan keinginan yg berlebihan.
Yg halal datang perlahan,
penuh ujian, tapi menumbuhkan keimanan.
2. Rezeki Haram Datang
Deras, Tapi Mempercepat Kehancuran
Seperti ikan di hari
Sabtu, sangat menggoda, tapi haram.
Melanggar batas Allah
demi dunia yang melimpah bisa menjadi pintu kehinaan dan azab.
3. Ujian Dunia Bukan
Sekadar Kesulitan, Tapi Kemudahan yang Menyesatkan.
Allah berfirman:
كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم
بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
“Demikianlah Kami uji
mereka karena kefasikan mereka.” (QS. Al-A’raf: 163)
Hati-hatilah terhadap
tipu daya dunia, kadang yg berbahaya terlihat menggoda sedangkan yg selamat
terlihat sedikit. Dan Allah menunjukkan bahwa tidak semua yang melimpah adalah
berkah, dan tidak semua yang sedikit itu cela. Sebaliknya, yang sedikit namun
halal itulah yang mendekatkan kepada Allah, sementara yang banyak namun haram
adalah jalan menuju kehancuran.
Semoga Allah menjadikan
kita termasuk orang yang qana'ah dengan yang Halal, dan menjauh dari pintu-pintu
syubhat dan haram, meskipun dunia menawarkan perhiasannya.
Ditulis oleh: Ust. Sabri Bin
Mahdan, Lc.

Posting Komentar untuk "Ketika yang Haram Datang Melimpah dan yang Halal hanya Sekadar Cukup - Ustadz Sabri bin Mahdan"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.