Untaian Faidah dan Nasihat dari Ust. Muhdhori Ali Ahmad Hafidzohullah - Fahri Khusaini
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Pembukaan
Alhamdulillah, segala
puji bagi Allah Rabb semesta alam yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan
makhluk ciptaannya, dan shalawat serta salam terhadap suri tauladan kita
Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan terhadap para sahabatnya,
keluarganya, dan para pengikutnya sampai hari kiamat, aamiin.
Sebagaimana yang kita
ketahui, bahwa kematian itu adalah hal ghaib. Manusia tidak tahu kapan ia akan
mati, dan pada akhirnya memang tidak ada solusi untuk mencari tahu akan hal
tersebut. Kita hanya bisa mempersiapkan akhir yang baik dari kehidupan di dunia
yang fana ini, dengan terus belajar dan beramal shalih dan semoga akan berakhir
diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
Risalah kecil ini
merupakan catatan pribadi penulis yang telah didapatkan selama menginjakkan
kakinya di Kota Bercahaya dan MAIS Cilacap secara khusus. Catatan ini berasal
dari:
1. Kajian ba'da maghrib
di Masjid Baiturrahim
2. Nasehat di kelas
mustawa awwal 2022
3. Nasehat saat talaqqi
khusus
4. Nasehat pasca belajar
di MAIS Cilacap
Nasehat ini kami tulis
secara makna dari apa yang beliau sampaikan, sejak tahun 2022 sampai dengan
Bulan Februari 2026 sebelum datang Bulan Ramadhan.
Tentu faedah dan nasehat
yang penulis dapatkan tidak seberapa dibandingkan teman-teman yang lain,
dikarenakan penulis hanya masuk kelas selama 1 semester pertama, lalu sisanya
dilanjutkan dengan program Mulazamah MAIS Cilacap dengan guru kami, Syaikh Ghassan
Ali Sa'id Baruwes Al 'Adeni حفظه الله ورعاه
Sedikit, dan terikat
dalam catatan nampaknya lebih kekal manfaatnya dibandingkan ratusan nasehat
yang hanya didengar lalu terlupakan.
Oleh karena itu, penulis
sangat semangat dalam mencatat faedah yang didapatkan dari Asatidzah MAIS dan
kemudian guru kami, Syaikh Ghasaan secara khusus karena penulis meyakini akan
seringkali nya memori hafalan tanpa tulisan itu menipu, dan suatu saat kita
butuh seringkali sudah hilang tak berbekas.
Betapa banyak penuntut
ilmu yang merasa banyak mendapatkan nasehat, namun ia lupa dan menyesal karena
tidak mencatatnya dahulu.
Oleh karena itu, wajib
bagi penuntut ilmu tuk mempunyai semangat yang tinggi dalam mencatat faedah
dimanapun ia berada. Sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.
Risalah kecil ini disusun
sejak malam hari wafatnya guru kami, Ustadz Muhdlori رحمه الله تعالى yaitu saat
penulis berada di rumah duka tepatnya di Masjid Baitussalamah.
Penulis berusaha
mengumpulkan semua faedah yang ada tercatat baik di handphone maupun kertas,
lalu kami tuangkan di risalah ini karena permintaan dari beberapa mahasiswa
MAIS Cilacap yang dimana mereka adik kelas penulis dahulu.
Semoga dengan risalah
kecil ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan menjadi pahala jariyah bagi penulis
dan penasehat, aamiin.
Fahri Khusaini
------------------
Menikah itu mudah!
Menikah itu mudah, murah,
tak perlu mewah yang penting sah. Jangan dipersulit!
Adakan saja di rumah
syukuran kecil-kecilan, ada tetangga datang kasih makan... dan seterusnya
Segerakanlah pernikahan!
Segerakanlah pernikahan
tatkala sudah ada calonnya, jangan buat jeda terlalu lama!
Kriteria calon istri
Carilah calon istri yang
dikenal baik dan yang paling utama dia nurut sama kita
Sat-set menjemput jodoh
Tatkala sudah dapat calon
yang MasyaAllah bisa jadi harus cepet-cepetan agar berjodoh, sebelum didahului
orang lain.
Dan pada 18 November 2025
setelah menjelaskan tentang seseorang dari istrinya, beliau berkata:
“Kalau antum gak maju,
ana yang maju akhi...”
Menghafal teks khutbah
Khutbah itu harus
dihafal, karena kita komunikasi dan kontak mata dengan jama'ah. Jadi, bukan
sekedar baca teks di kertas saja.
Memanfaatkan masa muda
untuk belajar
Mumpung masih muda,
maksimalkan lah umur untuk belajar baik formal maupun non formal!
Semua itu mudah
Hidup itu mudah akhi, gak
ada yang sulit!
Menikah itu mudah akhi,
tidak sulit.
Hanya perlu mahar, calon,
lalu ijab qabul.
Komunikasi dengan orang
yang jauh pun bisa cepat melalui gadget, lalu tiba-tiba beliau ditelpon salah
satu putrinya di Lipia dan menjadikannya hujjah.
Amanah yang besar
Belajar itu asalnya di
masjid, rumah.
Belajar itu asalnya
mulazamah.
Belajar itu gak perlu
gedung yang dimana itu dibangun dengan dana umat, karena disitu ada
tanggungjawab yang besar!
Bukan sekedar hafal
Menghafal Al-Qur`an itu
bukan sekedar hafalan semata, namun tidak paham akan makna dan mengamalkannya.
Betapa banyak yang hafal
ayat tentang Riba, namun terjatuh ke dalam Riba!
Jangan berharap kepada
manusia
Janganlah berharap kepada
manusia, nanti kecewa. Tapi, berharaplah kepada Allah nanti akan bahagia.
Taat peraturan lembaga
Dimanapun kita berada,
jadilah orang yang taat terhadap peraturan di lembaga tersebut!
Ijazah formal
Teruslah untuk
melanjutkan belajar agamanya dan usahakan untuk mendapatkan ijazah formal,
karena sekarang serba ijazah.
Dan orang yang punya
ilmu, namun tak memiliki ijazah seakan-akan ia menyia-nyiakan ilmunya.
Karena tidak bisa
tersampaikan ke masyarakat.
Sengsara selamanya
Kalau antum jadi orang
yang bimbang, maka antum akan jadi orang yang sengsara selama-lamanya!
Titipan dari Allah
Harta, tahta, wanita.
Semua itu adalah titipan dari Allah, dan akan kembali kepada pemiliknya.
Tugas kita ada 4:
1. Menjaga diri sendiri
dari api neraka
﴿قو أنفسكم﴾
2. Menjaga keluarga dari
api neraka
﴿وأهليكم نارًا﴾
3. Mengajak manusia
kepada Allah 'Dakwah'
﴿قل هذه سبيلي
أدعو إلى الله﴾
4. Taat kepada ulul amri
عليكم بتقوى الله والسمع والطاعة
Tidak bersandar kepada
manusia
Di zaman Khalifah Abu
Bakar panglima perangnya adalah Khalid bin Walid, kemudian saat zaman Khalifah
Umar bin Khaththab diganti dengan 'Ubaidah bin Jarah agar umat islam tidak
bersandar dan tawakkal kepada sosok Khalid bin Walid itu.
Karena hakikat kemenangan
di tangan Allah ta'ala.
-رضوان
الله عليهم -
Ejekan manusia
Diantara sunnatullah
yaitu ejekan-ejekan dari kaum, ejekan manusia terhadap dakwah dan seorang dai.
Dan hal ini bukanlah
masalah, dan tidak ada solusinya. Jadi, harus siap tuk menghadapinya!
Bahkan Allah pun tak
luput dari ejekannya Yahudi
﴿يد الله مغلولة...﴾
Hidup adalah perjuangan
Dikatakan oleh ulama
bahwasannya:”Hidup adalah perjuangan.”
Nabi صلى الله عليه
وسلم hidup 13 tahun di Makkah dengan rasa sabar saat dicaci maki,
dihina, difitnah, didzholimi, disakiti dan sebagainya.
Oleh karena itu,
hendaknya orang yang beriman itu seperti bola pingpong atau bola tendang,
semakin kuat bolahnya, maka semakin cepat dan kokoh.
Hidup itu perjuangan!!
Jangan berharap hidup
nyaman!!
Bahkan dalam Kitab
Riyadhush Shalihin, Imam An Nawawi membuat Judul Bab ke-56”Keutamaan lapar dan
hidup rekasa…”- yaitu hidup serba berat, susah, dan penuh perjuangan -
Hidup itu penuh dengan
perseteruan
30 Juz Al-Qur`an
berisikan tentang pertentangan dan perseteruan antara haq dan bathil.
Dalam Surat Al Baqarah:
Ayat 1 - 5: Tentang orang
beriman
Ayat 6 - 7: Tentang orang
kafir
Ayat 8 - 13: Tentang
orang munafiq
Asas kebahagiaan
Sebagaimana yang
dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya”al wabilush shayyib”:
“Jika diberikan nikmat,
ia bersyukur. Jika diberikan musibah, ia sabar. Jika ia terjatuh ke dalam dosa,
ia beristighfar. Maka 3 perkara ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba...”
Syafa'at dari Al-Qur`an
Dalam sebuah hadits
disebutkan:
Dari Abu Hurairah -raḍiyallahu
'anhu-, dari Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:”Diantara
kandungan Al-Qur`an ada surah berjumlah 30 ayat yang dapat memberi syafaat bagi
seseorang hingga dosanya diampuni”. Yaitu surah”Tabarakalladzi biyadihil-mulk”.
Dalam riwayat Abu Daud;”...akan
memberikan syafaat...”
Yaitu bagi mereka yang
membacanya, memahaminya, mentadabburinya, dan mengamalkannya akan mendapatkan
pahala dan ampunan dari Allah ta'ala.
Kalau tidak dipahami,
ditadabburi, dan diamalkan bisa jadi mendapatkan laknat dan dosa!!
Terakhir, ada salah satu
perkataan dari salah seorang bapak yang penulis tidak tahu dan kenal, namun
sangat mengena di hati penulis.
Ia berbicara tatkala ada
yang menyinggung terkait tidak ada nama mayit di papan patok kuburannya saat di
Pemakaman, Selasa, 24 Maret 2026 Pukul 10:10 WIB -kurang lebih-
“Namanya sudah ada di
langit. Tidak dikenal di dunia namun ia di kenal di langit sana”
-dikutip secara makna-
Penutup
Semoga risalah kecil ini
bisa bermanfaat bagi pembaca dan bagi penasehat agar mendapatkan aliran pahala
dan ilmunya akan hidup seakan umur ke duanya di dunia, dan semoga Allah tempat
terbaik baginya yaitu di Surga Firdaus... Aamiin
Dan penulis memohon maaf
tatkala banyak kekeliruan dalam penulisan, dan penulis sangat membuka pintu
kritik dan saran bagi yang berkenan di WA dan Media Sosial kami:
Selesai ditulis di
Kebarongan, Pada Hari Rabu (09:45 WIB)
25 Maret 2026 M - 5
Syawwal 1447 H
Akun
Instagram: @fahri.khsain19

Posting Komentar untuk "Untaian Faidah dan Nasihat dari Ust. Muhdhori Ali Ahmad Hafidzohullah - Fahri Khusaini"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.