Keutamaan Al Qur’an Dan Ahli Al Qur’an - Materi 9
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Segala puji bagi Allah,
shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ramadhan juga disebut
syahrul Qur'an (bulan Al Qur'an) karena pada bulan inilah diturunkan Al-Qur'an.
Allah Ta'ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ
الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى
وَالْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)
Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
memuraja’ah bacaan Al-Qur'an dengan malaikat Jibril di setiap Ramadhan. Para
salafus shalih banyak membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan.
Diriwayatkan bahwa Imam Syafi'i rahimahullah pernah mengkhatamkan Al-Qur'an
sebanyak 60 kali dalam satu bulan di bulan Ramadhan. Sudah semestinya kita
berusaha mencontoh untuk lebih banyak membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur'an
di bulan yang mulia ini. Pada kesempatan ini kita akan membahas keutamaan Al
Qur'an dan ahli Al Qur'an sebagai bentuk penyemangat.
Keutamaan Al Qur'an
Al Qur'an memiliki kedudukan yang sangat
agung. Dia adalah kitab terakhir yang Allah turunkan sebagai penyempurna
kitab-kitab sebelumnya. Al Qur'an merupakan mu'jizat terbesar Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam. Al Qur'an adalah nasihat atau pelajaran dari Tuhan
semesta alam. Dia juga bisa menjadi obat dari segala penyakit hati, baik yang
berbentuk syubhat (kerancuan pemikiran) maupun syahwat. Dia merupakan petunjuk,
barangsiapa berpegang padanya maka tidak akan tersesat. Allah menurunkan Al
Qur'an sebagai rahmat seluruh alam. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ
وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman." (QS. Yunus: 57)
Sungguh sangat agung
kedudukan Al Qur'an, hendaknya kita berinteraksi sebaik-baiknya dengannya. Hendaknya kita menjadi ahli Qur'an. Orang ahli
Al Qur'an senantiasa berusaha untuk membaca, menghafal, mentadabburi,
mengamalkan serta mendakwahkan isi Al Qur'an.
Keutamaan Mempelajari dan
Mengajarkan Al Qur'an
Orang yang ahli Al Qur'an
akan senantiasa berusaha mempelajari dan mengajarkan Al Qur'an. Sebaik-baik
manusia adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur'an. Hal ini
sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhari dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ
تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang
mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Keutamaan Menghafal Al Qur'an (Pengahafal Al
Qur'an)
Merupakan kelaziman bahwa penghafal Al Qur'an
dia tentu banyak membaca Al Qur'an. Sebab itulah keutamaan membaca Al Qur'an
akan ia raih juga. Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di
surga kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ
الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا
فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
"Akan dikatakan kepada shahibul qur'an
(di akhirat): bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau
membaca dengan tartil di dunia, karena kedudukanmu tergantung pada ayat
terakhir yang engkau baca." (HR. Abu Dawud 2240, dishahihkan Al Albani
dalam Shahih Abi Dawud)
Al Qur'an adalah sumber hukum dalam Islam.
Menghafalkan Al Qur'an membantu seseorang supaya lebih mudah dalam mempelajari
ilmu agama. Ia mempelajari suatu permasalahan maka ia dapat mengeluarkan
ayat-ayat yang menjadi dalil terhadap masalah tersebut langsung dari
hafalannya. Namun perlu dicatat, jika Allah telah menganugerahkan kepada kita
hafalan Al Qur'an maka hendaknya kita bersemangat untuk menjaganya. Jangan sampai kita lengah
untuk memuraja'ah hafalan yang telah kita miliki karena hafalan tersebut akan
cepat sekali hilang dari ingatan kita. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
تَعَاهَدُوا هَذَا
الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصُّلًا مِنَ
الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا
"Sering-seringlah kalian (membaca) Al
Qur'an ini, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya dia
(hafalan Al Qur'an) lebih cepat lepas/hilangnya daripada unta dari tali
kekangnya." (HR. Bukhari dan Muslim, lafazh milik Muslim no hadits 791)
Keutamaan Membaca Al Qur'an
Disebutkan juga dalam shahih Bukhari dan
Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَثَلُ الَّذِي
يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ
أَجْرَانِ
"Orang yang mahir
membaca Al Qur'an bersama malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang
membaca Al Qur'an dengan terbata-bata dan berat atasnya maka baginya dua
pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits di atas
dijelaskan bahwa orang yang membaca Al Qur'an meskipun belum lancar maka dia
mendapat pahala, bahkan double. Terlebih bagi orang yang ahli atau mahir dalam
membaca maka tentu lebih akan mendapatkan keutamaan yang lebih.
Disebutkan juga dalam
shahihain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ
الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا
طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ
لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ
"Perumpamaan seorang muslim yang membaca
Al Qur'an adalah seperti buah Utrujah, baunya enak dan rasanya juga enak.
Adapun perumpamaan seorang muslim yang tidak membaca Al Qur'an adalah seperti
buah Kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis."
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga
bersabda,
"Bacalah Al Qur'an sesungguhnya dia akan
datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya."
(HR. Muslim)
Dalam hadits lainnya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam pun juga bersabda,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا
مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
لَا أَقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
"Barangsiapa membaca
satu huruf dari kitabullah maka baginya sebuah kebaikan. Dan sebuah kebaikan
dilipatgandakan sepuluh kalinya. Saya tidak mengatakan 'Alif Lam Mim' sebagai
satu huruf tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf."
(HR. Tirmidzi)
Masih banyak sekali
dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan Al Qur'an dan ahli Al Qur'an. Semoga
sedikit yang telah disebutkan dapat memotivasi kita untuk menjadi ahli Al
Qur'an. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dikeluhkan oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu orang-orang yang meninggalkan Al Qur'an. Allah berfirman,
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا
رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
"Berkatalah Rasul: Ya Tuhanku,
sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an itu sesuatu yang mereka
tinggalkan." (QS. Al-Furqan: 30)
Semoga bermanfaat dan
menjadi penyemangat bagi kita semua untuk lebih dekat dan berinteraksi dengan
Al-Qur'an.
Oleh: Ust. Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Posting Komentar untuk "Keutamaan Al Qur’an Dan Ahli Al Qur’an - Materi 9"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.