Infaq Dan Sedekah – Materi 10
![]() |
| Kabeldakwah.com |
Segala puji bagi
Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.
Mencari harta yang halal dan menginfaqkannya (menafkahkannya) di jalan Allah adalah salah satu bentuk ibadah yang mulia. Ibadah bisa dengan badan bisa pula dengan harta. Oleh karena itu, Allah menjadikan salah satu rukun Islam adalah kewajiban zakat, yaitu menginfaqkan kadar harta tertentu kepada golongan yang telah ditentukan. Selain zakat, kaum muslimin juga disyariatkan untuk melakukan infaq atau sedekah dalam bentuk yang lainnya baik yang sifatnya wajib maupun sunnah. Diantaranya infaq fi sabilillah (untuk jihad), infaq untuk kerabat dan orang-orang yang membutuhkan, infaq untuk membangun masjid dan lainnya.
Infaq atau
bersedekah di bulan Ramadhan lebih dianjurkan lagi. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wassalam telah memberi keteladanan dalam kedermawanan, apalagi di bulan
Ramadhan. Ibnu Abbas
berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا
يَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih
dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari 6 dan Muslim 2308)
Keutamaan
Infaq di Jalan Allah
Orang yang
menginfaqkan hartanya di jalan Allah maka Allah akan lipatkan pahalanya. Allah berfirman,
مَّثَلُ الَّذِينَ
يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ
سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن
يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan
oleh) orang-orang yang menafkahkah hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261)
Orang yang
berinfaq tidak akan pernah rugi, kebaikannya akan kembali kepada dirinya
sendiri baik di dunia maupun di akhirat nanti. Allah berfirman yang artinya,
“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka
pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu
melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang
kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu
sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS. Al Baqarah: 272).
Sedekah akan
menjauhkan seseorang dari siksa api neraka, untuk itu hendaknya berusaha
semaksimal mungkin untuk bersedekah. Jika harta yang kita miliki terbatas maka
hendaknya berinfaq sesuai dengan kemampuan, meskipun nominalnya mungkin tidak
seberapa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
فَاتَّقُوا النَّارَ
وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Jagalah diri
kalian dari api neraka meski dengan (bersedekah) separuh kurma.” (HR. Bukhari
no. 1413 dan Muslim no. 1016)
Jangan
Bakhil atau Kikir
Kedermawanan
adalah akhlaq sangat mulia. Setiap muslim hendaknya berusaha untuk menjadi
orang yang dermawan. Jangan sebaliknya, yaitu bersifat pelit atau bakhil.
Barangsiapa terhindar dari sifat bakhil sungguh dia akan beruntung. Sebagaimana Allah firmankan,
وَمَن يُوقَ شُحَّ
نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan siapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.”
(QS. Al Hasyr: 9)
Jangan rakus
terhadap harta sehingga tidak menginfaqkan sama sekali hartanya di jalan Allah
atau menginfaqkan tetapi tidak layak. Orang tidak akan mencapai derajat
kebajikan yang sempurna sampai dia menginfaqkan sebagian harta yang dia cintai.
Allah berfirman,
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ
حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ
اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
“Kamu
sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan
maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran: 92)
Bentuk-bentuk Infaq dan Sedekah
Bentuk infaq fi sabilillah sangat
banyak sekali, mulai dari yang hukumnya wajib sampai yang mustahabah (sunnah). Zakat,
ini adalah bentuk infaq yang paling utama. Zakat adalah satu rukun Islam. Di
antara bentuk-bentuk infaq dan sedekah adalah:
a.
Infaq untuk jihad (perang fi sabilillah) dan amal
kebaikan lainnya (seperti TPA)
b.
Infaq untuk diri sendiri dan keluarga.
Menafkahkan harta untuk diri sendiri dan juga orang-orang yang ditanggung
seperti anak, istri, orang tua dan yang lainnya juga termasuk infaq fi
sabilillah. Jika niatnya benar maka Allah akan beri pahala yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ
فِي سَبِيلِ اللهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ
بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا
الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ
“Ada dinar yang
kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak
dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu
keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)
c.
Infaq untuk kerabat.
Infaq untuk kerabat yang
membutuhkan lebih utama dari yang selainnya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wassalam mengatakan bahwa infaq kepada kerabat yang
membutuhkan maka dia mendapat dua pahala: pahala sedekah dan pahala menyambung
kekerabatan. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
اَلصَّدَقَةُ عَلَى
الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
“Bersedekah
kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan);
sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan lainnya. Shahihul Jami’
3858)
d.
Infaq untuk faqir miskin
Infaq untuk
membangun masjid dan amal jariyah yang lainnya. Amal jariyah akan mengalir
pahalanya secara terus menerus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
إِذَا مَاتَ
الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila cucu Adam meninggal, maka
terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang
dimanfa’atkan atau anak shalih yang mendo’akan (orang tua)nya.” (HR. Muslim)
e.
Infaq untuk orang yang bepuasa.
Banyak sekali pintu-pintu kebaikan
yang bisa kita lakukan dengan harta yang kita miliki. Hendaknya setiap
muslim berusahkan menginfaqkan hartanya sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.
Oleh: Ust. Dr. Abu Zakariya Sutrisno

Posting Komentar untuk "Infaq Dan Sedekah – Materi 10"
Sebelumnya kami ucapkan Jazakumullahu Khairan atas tegur sapa antum semua di web Kabeldakwah.com ini.
==> Komentar Anda akan ditanggapi oleh Admin saat Aktif.