Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Babat Alas Dakwah Islam di kota Madinah Hingga Negara Kerahmatan Untuk Semua

Daftar Isi:

0 Menjadi 6.

6 Menjadi 12.

12 Menjadi 75.

75 Menjadi Hijrah.

Hijrah Menjadi Negara.

Negara Untuk Semua.

 

0 Menjadi 6

Hijrah Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wa sallam dari mekkah ke Madinah bukanlah pertistiwa yang terjadi dengan tiba-tiba. Kalau dikemudian hari Madinah menjadi pusat penyebaran dakwah islam ke seluruh penjuru dunia, hal itu tidak lepas dari peran beberapa orang yang mula pertama babat Alas Madinah (trukah/merintis dakwah).

Hingga tiga tahun sebelum hijrah, belum ada seorang pun di Madinah yang memeluk agama islam. Pada suatu hari di musim haji, ketika Nabi mendakwahi kabilah-kabilah yang berdatangan ke mekkah, beliau berpapasan dengan beberapa orang dari Madinah dan mengajak mereka duduk dan berbicara. Setelah mendengar seruan dakwah Nabi dan bacaan ayat-ayat Al Qur'an, mereka memeluk islam. Mereka berharap islam akan menjadi pemersatu antara dua suku besar di Madinah yang terlibat perang selama ratusan tahun, yaitu suku aus dan suku khazraj.

Diantara faktor yang mendorong mereka masuk islam adalah ucapan orang-orang yahudi Madinah yang sering menyebut-nyebut akan diutusnya Nabi terakhir beserta ciri-cirinya. Merekalah orang-orang Madinah yang pertama-tama masuk islam. Jumlah mereka tidak banyak. Hanya enam orang. Dari 0 menjadi 6. Mereka telah berjanji untuk bertemu Nabi di makkah pada musim haji tahun depan.

6 Menjadi 12

Sekembali ke Madinah, mereka berenam ini aktif menyampaikan ajaran islam kepada orang-orang di sekelilingnya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, berita tentang rasulullah dan ajarannya telah masuk ke setiap rumah-rumah yang ada di Madinah. Mereka merasakan nikmatnya hidup dalam naungan islam. Oleh sebab itu, mereka ingin agar orang lain juga bisa merasakannya. Tidak bakhil, tidak malas, dan tidak hanya berfikir untuk dirinya sendiri.

Genap satu tahun, saat mereka bersiap-siap berangkat ke mekkah untuk bertemu Nabi di musim haji, jumlah mereka tidak lagi berenam, melainkan berdua belas. Dari 6 menjadi 12. Istimewanya, mereka berasal dari lintas suku yang semula saling berseteru, yaitu suku aus dan suku khazraj. Ajaran islam yang disampaikan Nabi muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam benar-benar telah menyatukan mereka.

12 Perlu Pembimbing (baca: Murobbi)

12 Sahabat ini bertemu Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam di mekkah, tepatnya di Aqobah mina, mereka menyatakan janji setia. Janji setia itu berisi komitmen untuk:

1. tidak menyekutukan Allah

2. tidak mencuri

3. tidak berzina

4. tidak berdusta

5. tidak menyalahi perintah Nabi dalam perbuatan ma'ruf

Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam menegaskan kepada mereka "Jika kalian memenuhi janji setia ini, maka kalian akan memperoleh surga. Kalau melanggar, urusan kalian terserah Allah, apakah akan memberi siksaan atau mengampuni". (Sirah Ibnu Hisyam)

Janji setia tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Baiat Aqobah Pertama.

Kemudian setelah mereka pulang ke Madinah, Nabi menyertakan seorang sahabat yang bertugas mengajarkan Al Quran dan ajaran islam kepada mereka. Delegasi pertama yang diutus adalah seorang pemuda cerdas, tampan, berasal dari keluarga kaya dan telah teruji keimanan dan pengorbanannya. Namanya adalah Mush'ab bin Umair. Di Madinah, ia dikenal dengan julukan muqri' atau pengajar membaca Al Qur'an. Ialah yang menjadi "Murabbi" pendidik atau pembina para sahabat di Madinah, sekaligus menjadi imam shalat dan pemimpin yang mereka taati.

12 Menjadi 75

Kaum Muslimin di Madinah menjadi pusat perhatian dan kekaguman, karena aqidah dan perilaku mereka yang istimewa. Mereka istimewa karena hanya menyembah Allah ditengah masyarakat yang menyembah berhala dan patung-patung buatan sendiri. Mereka istimewa karena perilaku mereka yang bersih, tidak mencuri, tidak berzina, dan tidak berdusta ditengah-tengah masyarakat yang moralnya banyak yang rusak. Mereka menjadi istimewa karena loyalitas mereka adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan kepada fanatisme suku. Dan ketaatan mereka berangkat dari kesadaran hati yang beriman, bukan takut dari sanksi penguasa setempat.

Dengan kegigihan dan manhaj da'wah yang benar, para pembesar suku aus masuk islam bersama seluruh kaumnya. Peta Demografi Madinah pun berubah, kaum muslimin memiliki basis yang kuat dan mengakar di tiap suku. Setelah 75 orang muslim dari Madinah yang bersama mush'ab bin Umair siap menghadap Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam di mekkah pada musim haji mendatang.

75 Menjadi Hijrah

"sampai kapan kita membiarkan Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam terancam keselamatannya di Mekkah? Dan tidak bebas menyampaikan dakwahnya? Sementara kita hidup dengan leluasa?". Demikianlah perbincangan dikalangan para sahabat dari Madinah dalam perjalanan menuju mekkah. Mereka berfikir keras bagaimana caranya agar Rasulullah memperoleh perlindungan agar leluasa dalam menyampaikan dakwahnya.

Setibanya di mekkah, Mush'ab bin Umair langsung menemui Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam untuk menyampaikan laporan perkembangan dakwah di Madinah dan kedatangannya bersama 75 orang. Segeralah di atur waktu pertemuan yang di sepakati akan berlangsung setelah lewat tengah malam bertempat di Aqobah usai haji. Dalam pertemuan itu, mereka meminta rasulullah untuk berpindah (Hijrah) ke Madinah. Mereka berjanji setia kepada Nabi untuk:

1. Mendengar dan taat, baik dalam keadaan giat maupun malas

2. Berinfaq dalam keadaan sulit maupun lapang

3. Beramar ma'ruf dan nahi munkar

4. Berjuang dijalan Allah, tidak takut celaan orang yang mencela

5. Membela Nabi ketika telah berhijrah ke Madinah dan melindunginya seperti melindungi diri sendiri, istri dan anak mereka sendiri.

Dengan komitmen diatas, apa imbalan yang akan mereka dapatkan? Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ولكم الجنة

"Bagi kalian adalah surga" (HR. Ahmad, Shohih)

Mereka pun merespon: "ini transaksi yang menguntungkan. Kami tidak akan membatalkan dan tidak mau dibatalkan". Kemudian perjanjian inipun dikenal dengan sebutan "Baiat Aqabah Kedua".

Hijrah Menjadi Negara

Sejak di adakannya perjanjian tersebut, Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk berhijrah meninggalkan mekkah untuk menuju Madinah. Secara berangsur-angsur, para sahabat pun mulai berhijrah. Kebanyakan mereka berhijrah secara rahasia agar tidak ada yang menghalangi. Sebagian lainnya berhijrah dengan terang-terangan, seperti Umar Bin Khatthab. Bahkan Umar Bin Khatthab menyempatkan Thawaf mengelilingi ka'bah terlebih dahulu, dengan gagah berani ia lalu menyatakan "Siapa yang ingin istrinya menjadi janda, anaknya menjadi yatim dan ibunya kehilangan anak, silahkan cegat Umar di balik lembah". lihat tambahan faedah "klik"

Bulan Dzulhijjah, Muharram, dan Shafar pun berlalu, dan datanglah bulan Rabi'ul Awwal. Nabi Muhammad mendapat izin dari Allah untuk berhijrah. Beliau selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy. Dengan ditemani Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu 'anhu, beliau bergerak menuju Madinah dan tiba disana pada tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun 1 Hiijriah. Kemudian dengan hijrahnya Nabi ke Madinah, maka terbentuklah negara Madinah yang wilayahnya meliputi keseluruhan Madinah. Penduduknya terdiri dari kaum muslimin (Muhajirin dan Anshar), kaum musyrikin dan kaum yahudi. Konstitusinya adalah Piagam Madinah, yang pelaksanaannya sejalan dengan Al Quran dan Sunnah sedangkan Rasulullah sebagai kepala negaranya.

Negara Untuk Semua

Ada 3 pilar utama yang dipancangkan Nabi ketika tiba di Madinah.

1. Membangun Masjid

2. Mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin dan Anshor

3. Membuat Manifesto Politik dengan seluruh basis demografis yang ada.

Kaum Musyrikin diakui sebagai satu umat, kaum yahudi satu umat, dan kaum muslimin sebagai satu umat pula. Semuanya memiliki kewajiban yang sama untuk mengamankan Madinah dan penduduknya dari ancaman dan serangan dari luar.

Dari sinilah dicanangkan misi kerahmatan lil alamin islam untuk segala bangsa di seluruh penjuru dunia. Allah ta'ala berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al Anbiyaa: 107)

Begitulah cara terbaik generasi umat ini, mengubah dari 0 (nol) di Madinah menjadi Negara kerahmatan untuk semua. Inilah jejak mulia yang patut untuk diteladani.

(Disalin dari kitab 99 cahaya kebajikan karya Ust. Arwani Amin, Lc.)

Diketik ulang oleh: Ahmadi Assambasy

 

Ikuti terus sosial media Tim Kabel Dakwah:

Youtube: Kabel Dakwah

Twitter: Kabel Dakwah Official

Facebook: Kabel Dakwah Official

Instagram: Kabel Dakwah

Website: Kabeldakwah.com

Kami Juga melayani:

1. Jasa Pembuatan Website Wordpress / Blogger

2. Iklan Publikasi di Website Kabeldakwah.com

3. Instal Ulang Windows

4. Penjualan Theme Blogger

5. Instal Ulang Software Aplikasi

6. Pembuatan Jersey

7. Pemesanan Snack (Khusus Area Cilacap Kota)

8. Pemesanan Aplikasi Raport

9. Indexing Website

10. Privat Mengaji (Online), Dan Lain-Lain.

Hubungi Kami Di Sini

Dukung Kabeldakwah.com dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

SARAN / MASUKAN, Konfirmasi SPONSOR & DONASI hubungi: 089673617156

Kirim Sponsor dan Donasi Anda ke Rek Berikut:

BSI 7055429997 a.n. Nurul Azizah

Posting Komentar untuk "Babat Alas Dakwah Islam di kota Madinah Hingga Negara Kerahmatan Untuk Semua"