Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Risalah Nabi Muhammad Untuk Ummatnya

 


Risalah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم pada hakekatnya adalah aturan hidup yang terbaik untuk orang orang terbaik agar tercipta kehidupan yang baik dan harmonis. Namun manusia adalah makhluk yang paling senang berdebat. Rambut di kepala sama hitamnya, namun pendapat berbeda beda.

Satu kepala menafsirkan Al Qur'an dan Hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم, lalu menyampaikannya kepada masyarakat.

Begitu juga kepala kepala yang lain akibatnya muncullah berbagai bagai pemahaman yang masing masing mengklaim bahwa kelompok merekalah yang benar.

Sebagai obat penawar jauh jauh hari Rasulullahi صلى الله عليه وسلم sudah memberikan RESEPNYA yaitu, Al Qur 'An dan Sunnah (hadits) dengan mengikuti Manhajnya para sahabat(metode/tata cara Sahabat dalam mengamalkan Al Qur'an dan Sunnah itu sendiri).

Tidak boleh tidak, mau tidak mau kita harus mengikutinya karena Para Sahabat mereka adalah orang orang yang dipilih Allah سبحانه وتعالى untuk mendampingi RasulNya.Mereka murid Terbaik Rasulullah صلى الله عليه وسلم Mereka adalah orang orang yang menyaksikan langsung turunnya Wahyu, mereka penghubung antara kita dengan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.Para Sahabat mereka adalah orang orang yang pertama kali meniti jalan yang lurus, dan mereka adalah orang-orang yang sudah dijamin masuk Surga oleh Allah سبحانه وتعالى, dan Allah meridhai Mereka dengan sebutan رضي الله عنهم

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

وَا لسّٰبِقُوْنَ الْاَ وَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَا لْاَ نْصَا رِ وَا لَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِ حْسَا نٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَ عَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." (QS. At-Taubah 9: Ayat 100)

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)

Umat terbaik, mereka adalah para Sahabat رضي الله عنهم.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

"Tunjukilah kami jalan yang lurus," (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)

Allah , سبحانه وتعالى berfirman:

صِرَا طَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآ لِّيْنَ.

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 7)

Dan mereka yang pertama kali meniti jalan yang lurus tersebut maka ikutilah cara mereka dalam mengamalkan agama ini.

Ketahuilah bahwa Sunnah

Rasulullah صلى الله عليه وسلم itu berupa:

1. Fi'li, (tingkah laku dan perbuatan

Nabi صلى الله عليه وسلم,

2. Qauli (ucapan Nabi صلى الله عليه وسلم ), dan

3. Taqriri, yakni segala perkataan dan perbuatan para Sahabat yang diketahui oleh Nabi صلى الله عليه وسلم, lalu disetujui dan di benarkan oleh Beliau صلى الله عليه وسلم.sehingga sesuatu yang sebelumnya bukan bagian dari syariat akhirnya menjadi syariat karena merupakan Taqrir dari Beliau صلى الله عليه وسلم.

Seperti apa yg dilakukan oleh Umar sholat taraweh 20 rakaat, Utsman perintahkan azan 2 X

dan beliau (Utsman) memerintahkan menulis mushaf Al Qur'an, Ali yg membuat harakat, Bilal yang setiap selesai berhadats beliau wudhu. Yang mana perbuatan sahabat Inilah yang dinamakan Sunnah para sahabat yang dilegitimasi oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Dan ini dikuatkan lagi dengan sabda

Beliau صلى الله عليه وسلم.

Didalam Hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyyah رضي الله عنه.

Nabi صلى الله عليه وسلم memadukan antara mengikuti Sunnahnya dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang berjalan di atas petunjuk jalan yang lurus.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al‘Irbadh bin Sariyyah رضي الله عنه, ia berkata:

وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَماَذا تَعْهَدُ إِلَيْنَا، فَقَالَ: وصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Kami pernah dinasihati oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan sebuah nasiat yang amat mendalam, yang menyebabkan air mata kami berlinang dan hati kami bergetar, lalu seorang Sahabat bertanya: ‘Ya Rasulullah, seakan-akan ini sebagai nasihat seseorang yang akan pergi, maka apa pesanmu kepada kami?’ Beliaupun bersabda: ‘Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan patuh (kepada pimpinan) meskipun ia seorang budak dari Habasyah (Ethiopia), karena sesungguhnya orang yang hidup di antara kamu sesudahku akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah kamu padanya dan gigitlah dengan gigi geraham-kalian, dan jauhilah hal-hal yang diada-adakan (dalam agama) karena setiap yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Majah)

Para sahabat رضي الله عنهم merupakan generasi terbaik pada umat ini. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ تَسبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهمْ يَمِينَهُ وَيَمِيْنُهُ شَهَادَتَهُ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para Sahabat), kemudian yang datang sesudah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang sesudah mereka (pengikut Tabi’in), lalu akan datang suatu kaum yang mana persaksian salah seorang di antara mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Para sahabat mereka merupakan orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu (al-Qur’an) dan menyaksikan langsung petunjuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang dengannya mereka memahami penafsiran wahyu dengan tepat. Sebagaimana telah dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنهما

مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُسْتَنًّا فَلْيَسْتِنَّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ، فَإِنَّ الْحَيَّ لَا تُؤْمَنُ عَلَيْهِ الْفِتْنَةُ، أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانُوْا أَفْضَلَ هَذِهِ الأُمَّةِ، وَأَبَرَّهَا قُلُوْباً، وَأَعْمَقَهَا عِلْماً، وَأَقَلَّهَا تَكَلُّفاً، قَوْمٌ اخْتَارَهُمُ اللهُ لِصُحْبَةِ نَبِيِّهِ، وَإِقَامَةِ دِيْنِهِ، فَاعْرِفُوْا لَهُمْ فَضْلَهُمْ، وَاتَّبِعُوْهُمْ فِيْ آثَارِهِمْ، وَتَمَسَّكْوْا بِمَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ أَخْلَاقِهِمْ وَدِيْنِهِمْ، فَإِنَّهُمْ كَانُوْا عَلَى الْهُدَى الْمُسْتَقِيْمِ

“Barangsiapa di antara kalian mengikuti suatu jejak (sunnah) hendaklah ia mengikuti jejak orang yang telah meninggal, karena sesungguhnya orang yang masih hidup tidak dijamin terpelihara dari fitnah. Itulah mereka para Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Mereka adalah orang-orang yang paling utama di antara umat ini, hati-hati mereka paling berbakti, ilmu mereka paling mendalam dan paling sedikit takallufnya (membebani diri dalam beramal). Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih Allah سبحانه وتعالى untuk mendampingi Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya, maka kenalilah akan keutamaan mereka, ikutilah jejak mereka dan berpegang teguhlah pada akhlak serta agama semampumu, karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk jalan yang lurus.” (Sittu Durar Min Ushuli Ahlil Atsar hal. 66-67).

Sisi pendalilan ayat ini adalah bahwasanya Allah Ta’ala memberikan pujian kepada orang yang mengikuti para sahabat, Apabila para Sahabat menyatakan sebuah pendapat kemudian diikuti oleh pengikutnya sebelum ia tahu kebenarannya, maka ia (dianggap) sebagai pengikut mereka, sehingga wajib mendapatkan pujian atas sikapnya dan berhak mendapatkan keridhaan Allah.(I’lamul Muwqqi’iin, IV/94-95 oleh Ibnul Qayyim).

Sekali lagi dalam hal ini hanya para sahabat yang yang boleh melakukannya karena seperti yang telah di jelaskan diatas, karena itu merupakan Sunnah Taqriri. Dan mereka para sahabat adalah orang orang yang telah diridhai

Allah سبحانه وتعالى dengan sebutan رضي الله عنه mereka telah Allah pilih untuk mendampingi dan menemani Rasulullah صلى الله عليه وسلم adapun orang orang yang hidup setelahnya seperti tabi'in dan tabiut tabi'in tidak dibolehkan walaupun mereka termasuk kedalam generasi terbaik, seperti didalam sabda

Beliau صلى الله عليه وسلم.

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (yaitu para sahabat Nabi), kemudian yang setelah mereka (yaitu generasi Tabi’in), kemudian yang setelah mereka (yaitu generasi Tabi’ut Tabi’in)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu pertanyaannya siapa kita yang telah lancang dan berani membuat buat sesuatu yang baru dalam agama, hatta imam yang empat saja tidak lberani melakukannya.

Sebuah pertanyaan dari Umar bin Khattab رضي الله عنه kepada Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas رضي الله عنهما).

Sebuah pertanyaan sebagai pengurai benang kusut yang terjadi di Zaman penuh fitnah ini."Wahai Ibnu Abbas mengapa nanti setelah kita (para sahabat) wafat generasi setelah kita (kaum muslimin) mereka akan berpecah belah dan berfirqoh firqoh? "Wahai Umar bin Khattab Al Qur'an di turunkan di tengah tengah kita Para Sahabat dan kita para sahabat memahami,mengerti isi dan makna kandungan Al Qur'an tersebut,nanti setelah kita wafat generasi setelah kita mereka membaca Al Qur'an seperti kita akan tetapi mereka memahami dan menafsirkan isi dari kandungan Al Qur'an sesuai dengan pemahaman mereka masing masing,sekiranya mereka memahami dan menafsirkan Al Qur'an sesuai dengan pemahaman yang kita pahami( para Sahabat) maka niscaya mereka tidak akan berpecah belah dan tersesat." (Imam Al Baihaqi dalam kitab Syu'abul Iman)

(Abu Hikmatyar)

Posting Komentar untuk "Risalah Nabi Muhammad Untuk Ummatnya"