Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencintai Muhammad Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam - Khutbah Jum'at

 


Khutbah Pertama:

 

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَعَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ :

أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى ؛ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرِ أُمُوْرِ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ .

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Segala pujian hanyalah milik Allah subhanahuwa ta ala, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita nabi muhammad saw, kepada keluarganya, dan para sahabatnya sampai datangnya hari kiamat.

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini khotib mengajak kepada diri khotib pribadi khususnya dan kepada jama’ah sekalian pada umumnya, marilah kita senantiasa, menjaga, meningkatkan serta terus memperbaharui kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah jalla jalaaluhu, karena sesungguhnya sebaik baiknya bekal menghadap Allah adalah taqwa kepadanya, mentaati apa yang Allah perintahkan dan menjauhi segala apa yang telah di larang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Sesungguhnya, Allah subhanahu wa ta’ala telah banyak memberikan kepada kita berbagai macam karunia dan kenikmatan. Dan diantara nikmat dan karunia terbesar yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia telah mengutus seorang rasul yang mulia. Seorang rasul yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, Seorang Rasul yang senantiasa menasihati ummatnya agar tidak berjalan pada jalan yang mengantarkan kepada neraka, dan dialah seorang rasuul yang senantiasa berkasih sayang dan lemah lembut kepada hamba-hamba yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla. Dialah Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Tabaraka wa Ta’ala memilih Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seorang rasul untuk seluruh umat manusia dan rahmat bagi alam semesta. Allah telah melapangkan dada beliau, Allah telah mengangkat kedudukan beliau, dan Allah akan menjadikan hina bagi orang-orang yang menyelisihi risalah-risalah beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah subhanahu wa ta’ala juga telah mengabarkan kepada kita bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam di utus sebagai pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman berupa surga dan pemberi peringatan kepada orang-orang yang ingkar terhadap Allah dan rasul-Nya, bahwa mereka orang-orang yang ingkar tersebut akan mendapatkan siksaan dari Allah di dalam neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيۡرًا‏

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS. Al Furqan: 56)

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Sesungguhnya Allah Jalla wa ‘Ala telah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya diantara salah satu tanda seorang hamba cinta kepada Allah dan ingin di cintai Allah yaitu adalah dengan menaati Rasul-Nya Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhnahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)

Maka oleh karena itu, Barangsiapa yang taat kepada Rasulullah berarti telah menaati Allah, dan barang siapa yang tidak taat kepada rasulullah berarti tidak menaati Allah. Dan barang siapa yang mengaku mencintai Allah namun ia tidak mau mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang itu adalah pendusta.

Di dalam sebuah hadist, dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak (sempurna) iman salah seorang di antara kalian hingga aku (yaitu rasulullah) lebih ia cintai dibanding cintanya kepada orang tuanya, kepada anaknya, dan kepada manusia-manusia lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِي ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الْآنَ وَاللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي 

“Wahai Rasulullah, sungguh Anda adalah seorang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu kecuali dari diriku.” Maka, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tidak (demikian) wahai umar, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Imanmu tidak akan sempurna sehingga aku lebih kamu cintai dibandingkan dirimu.” Lalu Umar berkata kepada beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya sekarang, demi Allah, Anda wahai Rasulullah adalah orang yang paling aku cintai (bahkan) melebihi dari diriku sendiri”. (Shohih Al Bukhari: 6632)

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Sesungguhnya cinta kita kepada Rasulullah adalah suatu perkara yang dapat mengantarkan seseorang kepada surga.

Ingatlah tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (Shohih Al Bukhori: 6168)

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).” Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, meskipun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Maka dari hadist tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa barangsiapa mencintai orang-orang yang sholeh maka dia kelak diakhirat juga akan dikumpulkan dengan orang2 sholih tersbut.

Dan barangsiapa yang mencintai atau bahkan mengidolakan orang-orang yang jelas bahwa dia bukan orang beriman maka bisa jadi, dia kelak diakhirat akan dikumpulkan bersama mereka yaitu dengan orang-orang-orang yang tidak beriman tersebut di dalam neraka Allah Azza wa Jalla.

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Mari kita ingat, bagaimana pesan Allah subhanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Ahzab: 6

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri…”

Ayat ini mempertegas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih utama dari diri kita, sehingga wajib bagi kita mencintai beliau lebih dari mencintai diri kita sendiri.

 

Bagaimana kita mengekspresikan cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Atau dengan kata lain apa wujud dari cinta kepada Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam?

 

Yang pertama dan yang paling penting dalam mengekspresikan / mewujudkan cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengikuti beliau dengan ketulusan, meneladani petunjuk-petunjuk beliau, mencontoh Sunnah-sunnah beliau, dan berpegang teguh dengan apa yang beliau bawa. Ini adalah tanda cinta yang nyata dan jujur atas kecintaan kita kepada beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. (QS. Ali Imran: 31).

Oleh karena itu, para ulama menjelaskan, ayat ini adalah ayat ujian. Maksudnya, bagi siapa yang dirinya mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka ia harus mengukur dirinya dengan ayat ini. Apabila ia telah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sebenar-benarnya, maka ini adalah tanda yang nyata dari kebenaran cintanya kepada beliau shollallahu ‘alaiihi wa sallam. Dan ayat inilah yang memperingatkan kita agar supaya tidak membuat amalan-amalan dalam agama yang rasulullah sendiri maupun para sahabat tidak pernah melakukannya. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلا لَيْسَ عليه أمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ

“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan dalam agama yang bukan dari urusan kami, maka amalan tersebut tertolak.”

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Termasuk tanda cinta kepada beliau Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah banyak bershalawat kepada beliau. Terutama saat menyebut nama beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di hari Jumat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الجُمُعَة  فمَن صلّى عليَّ صلاةً صلّى اللهُ عليهِ عَشرًا

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, Barangsiapa yang bershalawat kepada rasulullah satu kali maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubro: 249/3)

Dan cukuplah bershalawat kepada Rasulullah dengan sholawat yang telah diajarkan oleh beliau, diantaranya sebagaimana sholawat yang kita baca di Tahiyat Akhir ketika kita Sholat.

Kemudian diantara Termasuk tanda cinta kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mencintai keluarganya, istri-istrinya, dan termasuk mencintai para sahabat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Said al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي ، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

“Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Sekiranya seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, (hal itu) tidak akan bisa menyamai infak satu mud atau setengah mud dari salah seorang mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Inilah di antara tanda-tanda yang benar bukti cinta seorang hamba terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita memohon kepada Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, yang kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu, kita memohon agar Ia menjadikan kita termasuk orang yang mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan cinta yang hakiki dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti beliau. Dan kita juga memohon kepada Allah jalla jallaluh agar kita dapat dikumpulkan bersama beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan karunia dari-Nya.

أَقُوْلُ هَذَا القَوْلِ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

 

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالجُوْدِ وَالاِمْتِنَانِ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا

أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Marilah Kita ingat bagaimana Allah subhanahhu wa ta’ala menyuruh kita dalam firman-Nya untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan terbaik bagi kita. Karena Beliau Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling mulia.

Allah Ta’ala telah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Maka jika sesorang ingin menjadi hamba yang di cintai Allah maka lihat dan contohlah Rasulullah

Apabila seorang hamba ingin menjadi orang yang berakhlak mulia maka lihat dan contohlah Akhlak Rasulullah.

Apabila seorang hamba ingin menjadi pemimpin muslim di masa depan maka lihat dan teladanilah kepemimpinan Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam.

Cintailah beliau karena sesungguhnya beliau Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam sangat merindukan perjumpaan dengan kita, sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadist dari abu hurairah radhiyallahu anhu, beliau mengatakan: pernah suatu hari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para shabatnya,

وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

“Aku ingin sekali kita bisa melihat atau berjumpa dengan saudara-saudara kita”. Para sahabat yang mendengar itu kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian itu adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. (HR. Muslim)

Dan dalam riwayat lain Rasulullah mengatakan:

إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي

“Saudara-saudaraku itu adalah mereka yang beriman padaku, cinta kepadaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.

Maka jika kita ingin menjadi orang yang dirindukan perjumpaannya oleh rasulullah maka cintailah dan ikutilah petunjuk-petunjuk beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Jangan sampai kita justru malah membalas kerinduan beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak ridho dan tidak berkenan.

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan:

لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”.

“Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” …

Akupun berkata, “ Ya Allah, Mereka adalah bagian dariku!”.

Dikatakan kepada beliau, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka kerjakan, engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”

Aku berkata, “Menjauhlah, menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) setelah aku meninggal dunia!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu

Ternyata ini adalah salah satu sebab mengapa seseorang bisa terhalang dari telaga rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yaitu sebabnya karena orang tersebut ketika didunia justru melakukan dan membuat amalan-amalan ibadah yang tidak pernah di ajarkan oleh rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at, Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati kita semua

Sesungguhnya Orang yang cerdas adalah mereka yang berpegang teguh kepada sunnah, mencintai rasullah, menginginkan perjumpaan dengan Rasulullah serta meneladani jalannya Rasulullah dan jalannya para sahabat radhiyallahu anhum.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

، إِنَّكَ  سميع قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. ودمر أعداءك أعداء الدين يا رب العالمين.

اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن التَّوَّابِين

اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن المتَّقِين

اللهُمَّ تُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوابُ الرَّحِيم

اللهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلوبنا  عَلَى دِينِكَ و يَا مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عباد الله:

فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Aqimussholaah.

Posting Komentar untuk "Mencintai Muhammad Rasulullah Shollallahu 'alaihi wa sallam - Khutbah Jum'at"