Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahagia di Dunia Namun Sengsara di Akhirat

Kita semua yang hidup di dunia ini hanyalah menunggu waktu penjemputan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui kapan jemputan itu akan datang.

Begitu halnya tidak ada seorang pun yang dapat mencegah anugerah dari Allah bagi hamba-Nya yang di kehendaki-Nya. Sebagaimana  juga tidak ada yang dapat memberikan anugerah  saat Allah tidak berkenan memberikan.

Harta kekayaan seseorang sama sekali  tak dapat mencegah dirinya dari adzab saat di akhirat, hanya amal sholih dan ridho-nya yang dapat menyelamatkan dari adzab atau siksa Allah ta’ala.

Tatkala seorang memanfaatkan harta benda, kekuasaan, jabatan  yang ia miliki untuk beramal sholih, maka itulah yang akan memberikan manfaat keselamatan bagi dirinya dari segala malapetaka dan siksa Allah Azza wa Jalla. Begitu pula sebaliknya, kalau jabatan, kekuasaan dan hartanya salah di gunakan, maka semua itu akan menjadi kehancuran dan bumerang bagi dirinya sendiri.

Pelajarilah sejarah orang-orang  kuat yang berkuasa di zaman dahulu, yang kekuasaannya  melebihi kekuasaan dan kekuatan manusia hari ini, ambillah ibroh atau pelajaran dari kisah sejarah  mereka.

Mana Fir' aun ?

Mana Haaman?

Mana Qaarun?

Mana Namrud ?

Mana Bal’am  ?

Bagaimana akhir kehidupan mereka semua?

Mana Abu jahal ?

Mana Abu lahab?

Mana Umayyah bin khalaf?

Mana istri Abu Lahab?

Mana tentara bergajah dengan serdadu-serdadu mereka?

Silahkan tanya sejarah, dimana mereka hari ini dan bagaimana nasib kesudahan hidup mereka, apakah tanah dan langit mau menerima mereka?

Maka oleh sebab itu jika kita mendapati atau bertemu dengan orang yang jahat lagi dzolim, maka serahkan nasib mereka pada Tuhan Semesta Alam, biar Allah Yang tangani Kejahatan mereka. Jika mereka  tidak bertaubat,  maka pada hakikatnya, mereka hanya menunggu waktu untuk binasa dan hanya menunggu waktu datangnya siksa yang menghinakan. kita  hanya mampu  berdo’a, bersabar dalam melakukan amal Sholih, untuk kebaikan kehidupan akhirat kita.

 

Penulis: Abu Naadir Alby Zen

Kekerda Aikmel LOTIM NTB

 

Editor: Ahmadi As-Sambasy

Cilacap – Jawa Tengah

Posting Komentar untuk "Bahagia di Dunia Namun Sengsara di Akhirat"